• (0382) 2400415
  • bappeda.sikka@yahoo.co.id

Pesona Hati : Pelayanan Empati Sayang Orang dengan HIV/AIDS, Hindari Penularan dan Kematian.

  • Tahap : Penerapan
  • 2023
  • Jenis Inovasi : Non Digital
  • OPD : Dinas Kesehatan
  • Inisiator : ASN
  • Bentuk : Inovasi pelayanan publik
  • Dasar Regulasi : SK Kepala PD
  • Ketersediaan SDM : 11-30 SDM
  • Dukungan Anggaran : Anggaran tersedia pada kegiatan penerapan inovasi daerah

Waktu Ujicoba

tahun 2022

Waktu Penerapan

tahun 2023

Rancang Bangun

Inovasi “PESONA HATI” (Pelayanan Empati Sayang Orang dengan HIV/AIDS, Hindari Penularan dan Kematian ) di Puskesmas Waipare dikembangkan karena Stigma masyarakat bahwa HIV/ AIDS adalah suatu penyakit yang tabu di mata masyarakat menyebabkan masyarakat kurang mengakses layanan konsultasi, skrining dan Pemeriksaan HIV serta pengobatan ke Puskesmas. Masih rendahnya jumlah sasaran yang di skirining dan di tes HIV sehingga tindakan untuk pencegahan penularan dan pengobatan  HIV/AIDS belum maksimal. Selain itu adanya pasien yang Loss Follow Up pengobatan ARV hingga adanya kasus ODHA yang meninggal karena putus obat melatarbelakangi diterapkannya inovasi ini.

PESONA HATI memberikan pelayanan yang berempati (menyediakan layanan yang penuh perhatian dan pribadi) dengan mengedepankan kerahasiaan pasien/Orang Dengan HIV/AIDS  (ODHA).

ODHA membutuhkan lingkungan yang penuh empati dan kepedulian terhadap penderitaan yang dialaminya dengan demikian implementasi inovasi dengan konsep TOP (Temukan, Obati dan Pertahankan)  yang artinya Temukan yang positif, Obati yang ditemukan dan Pertahankan yang di obati. Kegiatan yang dilaksanakan yakni Mobile VCT (Konseling dan Tes) ke dusun-dusun, pendampingan pengobatan juga melayani konsultasi online.

Dampak inovasi ini adalah masyarakat semakin sadar untuk di skrining dan di tes HIV, menurunnya jumlah ODHA yang Loss Follow Up pengobatan, dan tidak adanya stigma pada pasien ODHA, keluarga dan masyarakat. 

Tujuan Inovasi

Tujuan inovasi ini memaksimalkan pelayanan HIV dengan mengedepankan kerahasiaan pasien dalam proses konseling dan pengobatan; pendekatan pelayanan program HIV dalam meningkatkan jumlah sasaran yang di skrining dan diperiksa HIV, menekan jumlah kasus ODHA  yang Loss Follow Up pengobatan, dan menekan angka kematian akibat putus obat.

Manfaat Inovasi

meningkatnya pengetahuan informasi pada masyarakat tentang HIV (cara penularan, dan pencegahan ), meningkatnya jumlah sasaran yang di skrining dan tes HIV, berkurangnya jumlah ODHA ( Orang Dengan HIV/ AIDS) yang loss follow Up pengobatan, berkurangnya angka kematian ODHA yang akibat putus obat. Pasien ODHA dengan adanya pendampingan mampu menangani masalah psikis dan sosial yang di alami