Pesona Hati : Pelayanan Empati Sayang Orang dengan HIV/AIDS, Hindari Penularan dan Kematian.
- Tahap : Penerapan
- 2023
- Jenis Inovasi : Non Digital
- OPD : Dinas Kesehatan
- Inisiator : ASN
- Bentuk : Inovasi pelayanan publik
- Dasar Regulasi : SK Kepala PD
- Ketersediaan SDM : 11-30 SDM
- Dukungan Anggaran : Anggaran tersedia pada kegiatan penerapan inovasi daerah
Waktu Ujicoba
tahun 2022
Waktu Penerapan
tahun 2023
Rancang Bangun
Inovasi “PESONA
HATI” (Pelayanan Empati Sayang Orang dengan HIV/AIDS, Hindari Penularan dan
Kematian ) di Puskesmas Waipare dikembangkan karena Stigma masyarakat bahwa HIV/ AIDS adalah suatu penyakit yang tabu
di mata masyarakat menyebabkan masyarakat
kurang mengakses layanan konsultasi, skrining dan Pemeriksaan HIV serta
pengobatan ke Puskesmas. Masih rendahnya jumlah sasaran yang di skirining
dan di tes HIV sehingga tindakan untuk pencegahan penularan dan pengobatan HIV/AIDS belum maksimal. Selain itu adanya pasien yang Loss Follow Up pengobatan ARV
hingga adanya kasus ODHA yang meninggal karena putus obat melatarbelakangi
diterapkannya inovasi ini.
PESONA HATI memberikan pelayanan yang berempati (menyediakan layanan
yang penuh perhatian dan pribadi) dengan mengedepankan kerahasiaan pasien/Orang
Dengan HIV/AIDS (ODHA).
ODHA membutuhkan lingkungan yang penuh empati
dan kepedulian terhadap penderitaan yang dialaminya dengan demikian
implementasi inovasi dengan konsep TOP (Temukan, Obati dan Pertahankan) yang artinya Temukan yang positif, Obati yang ditemukan dan Pertahankan yang di
obati. Kegiatan yang dilaksanakan yakni Mobile VCT (Konseling dan Tes) ke
dusun-dusun, pendampingan pengobatan juga melayani konsultasi online.
Dampak inovasi ini adalah masyarakat semakin sadar untuk di skrining dan di tes HIV, menurunnya jumlah ODHA yang Loss Follow Up pengobatan, dan tidak adanya stigma pada pasien ODHA, keluarga dan masyarakat.
Tujuan Inovasi
Tujuan inovasi ini memaksimalkan pelayanan HIV
dengan mengedepankan kerahasiaan pasien dalam proses konseling dan pengobatan;
pendekatan pelayanan program HIV dalam meningkatkan jumlah sasaran yang di
skrining dan diperiksa HIV, menekan jumlah kasus ODHA yang Loss Follow Up pengobatan, dan menekan
angka kematian akibat putus obat.
Manfaat Inovasi
meningkatnya pengetahuan informasi pada masyarakat tentang HIV (cara penularan, dan pencegahan ), meningkatnya jumlah sasaran yang di skrining dan tes HIV, berkurangnya jumlah ODHA ( Orang Dengan HIV/ AIDS) yang loss follow Up pengobatan, berkurangnya angka kematian ODHA yang akibat putus obat. Pasien ODHA dengan adanya pendampingan mampu menangani masalah psikis dan sosial yang di alami
