• (0382) 2400415
  • bappeda.sikka@yahoo.co.id

KAK Penyusunan Dokumen Kajian Penanggulangan Kemiskinan Kabupaten Sikka

Universitas Nusa Cendana Provinsi Nusa TenggaraTimur - Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Sikka

a. Kegiatan Persiapan

Kegiatan persiapan meliputi penyusunan kebutuhan data dan penyusunan jadwal kegiatan.

1) Pengumpulan Data

Kegiatan pengumpulan data dilakukan untuk menunjang, memperjelas dan mempertegas data-data penting sesuai hasil kajian yang telah dilakukan sebelumnya.

a) Melakukan kegiatan survey berupa pengamatan, pendokumentasian, pengukuran terhadap objek-objek yang berkaitan dengan kemiskinan daerah Kabupaten Sikka.

b) Melakukan pendokumentasian terhadap objek yang berkaitan dengan program, kegiatan penanggulangan kemiskinan di wilyah kabupaten sikka

2) Pengolahan, Analisis dan Evaluasi Data

Kegiatan pengolahan dan analisis data meliputi:

a) Ikhtisar dan uji data

Ikhtisar merupakan kegiatan mentabulasikan data ke dalam kelompok- kelompok data menurut jenis variabelnya.

b) Pendekatan analisis data dengan metode yang sesuai :

Metode yang digunakan harus berdasarkan metode yang relevan untuk mendeskripsikan data dan program yang ada

Sebagian besar desa miskin ekstrem adalah wilayah dengan akses fisik dan infrastruktur minim, sehingga pendekatan pembangunan harus bersifat multi-sektor.

Perlu Penentuan lokasi final yang akan dijadikan sebagai fokus kajian sesuai dengan pemetaan topologi desa

POLICY BRIEF REKOMENDASI PRIORITAS PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN SIKKA

Deputi Bidang Riset dan Inovasi Daerah, Badan Riset dan Inovasi Nasional – Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Sikka

Struktur perekonomian Kabupaten Sikka selama beberapa tahun terakhir konsisten sangat tergantung pada sektor pertanian, kehutanan dan perikanan sekitar 35%, dengan kontribusi sektor industri pengolahan yang sangat rendah yakni sekitar 1,7%.

Hasil analisis menunjukkan bahwa sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan menjadi tulang punggung ekonomi daerah dan memiliki potensi ekspor dan pertumbuhan cepat, didukung oleh sektor industri pengolahan dan jasa pendidikan yang menunjukkan daya saing lokal tinggi.

KAJIAN STRATEGI PENINGKATAN PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) KABUPATEN SIKKA

BAPPERIDA KABUPATEN SIKKA

 

1.     Dari empat kategori pajak dan retribusi, belum banyak item pajak daerah dan retribusi daerah yang berada di level prima dan potensial. Hal ini berdampak pada kapasitas fiskal ke depan.

2.     Beberapa dimensi yang memengarui penerimaan pajak daerah dan retribusi daerah di Kabupaten Sikka adalah data (tidak terintegrasinya data), kelembagaan (berkaitan dengan koordinasi), perilaku (kesadaran, konteks sosial, karena basisnya manual, maka di street level juru parkir banyak yang manipulasi; masyarakat yang tidak melaporkan pemotongan hewan dan lain-lain), leadership dan inovasi, sumber daya (infrastruktur dan SDM), kebijakan (tidak responsif), kewenangan pengelolaan sumber pajak dan retribusi (retribusi di jalan propinsi dan jalan negara tidak dapat ditarik pajak dan retribusinya).

 

 

 

 

Laporan Akhir Kegiatan Penelitian & Penyusunan Dokumen Kajian Komoditas Ikan Ekonomi Penting

Pusat Kajian Dinamika Sistem Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya - Badan Perencanaan dan Penelitian dan Pengembangan Kabupaten Sikka

  1. Berdasarkan pengamatan pada profil hidro-geografis wilayah pesisir Kabupaten Sikka, ditemukan bahwa kandungan klorofil-a sebagai indikator kesuburan perairan berada pada kondisi yang cukup subur dengan suhu cukup hangat. Artinya, baik wilayah perairan utara maupun selatan Kabupaten, 
  2. Berdasarkan analisis LQ, diperoleh beberapa jenis ikan yang dapat dikategorikan sebagai ikan ekonomis penting, yaitu tuna, selar, dan gurita. Pada dasarnya gurita bukanlah tangkapan sasaran nelayan di Kabupaten Sikka, namun gurita memiliki nilai ekonomi yang tinggi sehingga dapat dikategorikan sebagai ikan ekonomis penting Kabupaten Sikka. Jenis ikan yang sesuai untuk marikultur sesuai kondisi hidrogeografis adalah ikan kerapu 
  3. Dalam analisis rantai nilai, terdapat lima pelaku ekonomi yang berperan dalam rantai nilai perikanan tangkap Kabupaten Sikka, yaitu nelayan sebagai produsen, Tempat Pelelangan Ikan (TPI), pengepul, pedagang, dan konsumen akhir. Pelaku ekonomi yang terlibat mempengaruhi pembentukan harga ikan. Keberadaan satu TPI di Kabupaten Sikka telah dimanfaatkan dalam proses jual beli ikan, dan perannya dapat lebih dioptimalkan. Belum ditemui sistem pelelangan pada proses jual beli hasil tangkapan nelayan
  4. Berdasarkan analisis SWOT, Kabupaten Sikka memiliki kekuatan berupa ketersediaan jenis ikan yang beragam, ketersediaan sarana penangkapan ikan seperti kapal, alat tangkap, dan rumpon juga telah tersedia dan sebagian besar ramah lingkungan sehingga menunjang kelestarian ekosistem laut. Selain itu, untuk penanganan pasca penangkapan telah tersedia pabrik es di Kecamatan Alok dan pabrik pembekuan ikan, meskipun jumlahnya masih perlu ditambah. Ditemukan pula eberapa kelemahan seperti terbatasnya manajemen usaha perikanan dan penanganan mutu ikan hasil tangkapan juga masih rendah.

INDEKS KUALITAS INFRASTRUKTUR DASAR KABUPATEN SIKKA TAHUN 2024

Universitas Nusa Nipa Maumere – Badan Perencanaan dan Penelitian dan Pengembangan Kabupaten Sikka

Hasil Penelitian Indeks Kualitas Infrastruktur Dasar, sbb :

1. Kondisi saluran irigasi adalah rusak sedang (49,77%)

2. Kondisi rumah tangga dengan akses air minum layak adalah rusak berat (19,786%)

3. Kondisi rumah tangga dengan akses air limbah/sanitasi layak adalah rusak sedang (61,92%)

4. Kondisi drainase kota adalah rusak berat (31,33%)

5. Kondisi jalan raya adalah rusak sedang (60%)

6. Kondisi jembatan adalah rusak ringan (89,25%)

7. Rasio panjang jalan per satuan penduduk adalah 0,00302

8. Kondisi rumah layak huni adalah rusak sedang (71,875%)

9. Kondisi lampu penerangan adalah rusak berat (38,02%)

10. Kondisi lampu lalu lintas adalah rusak berat (36,67%)

11. Kondisi terminal adalah rusak sedang (55,56%)

12. Kondisi pelabuhan adalah rusak sedang (75%)

13. Kondisi bandara adalah baik (92,31%)

Rata-rata kondisi Indeks Kualitas Infrastruktur Dasar Kabupaten Sikka Tahun 2024 adalah kondisi rusak sedang (56,79%)

INDEKS KEBAHAGIAAN KABUPATEN SIKKA

LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGANDIAN KEPADA MASYARAKAT UNIVERSITAS NUSA NIPA - BADAN PERENCANAAN DAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KABUPATEN SIKKA

Indeks kebahagian Masyrakat Kabupaten Sikka sebesar 75,07. Itu berarti kebahagiaan masyarakat Sikka berada pada level bahagia dan lebih tinggi dari indeks kebahagiaan Indonesia pada tahun 2021 sebesar 71,49. Indikator Indeks Kebahagiaan tertinggi pada masyarakat Kabupaten Sikka adalah indikator Kondisi Keamanan dan Keharmonisan Keluarga dan Indikator terendah adalah Indikator Pendapatan Rumah Tangga dan Indikator Pendidikan dan Ketrampilan. Terdapat lima kecamatan dengan indeks tertinggi yaitu Kecamatan Doreng, Koting, Nelle, Alok dan Alok Barat dan terdapat lima kecamatan dengan indeks terendah yaitu Kecamatan Palue, Magepanda, Paga, Lela dan Talibura merupakan lima kecamat dengan indeks terendah. 

SURVEI INDEKS KUALITAS KEBIJAKAN PUBLIK (IKK) KABUPATEN SIKKA TAHUN 2023

BADAN PERENCANAAN DAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KABUPATEN SIKKA

Indeks kualitas kebijakan publik Kabupaten Sikka tahun 2023 sebesar 2,430 atau 60,74 sehingga masuk dalam kategori “Kurang Baik”.

GRAND DESIGN PENGEMBANGAN POTENSI EKONOMI DESA-DESA DI KABUPATEN SIKKA MENUJU DESA SEJAHTERA DAN MANDIRI

PKDSP Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya - Badan Perencanaan dan Penelitian dan Pengembangan Kabupaten Sikka

1. Semua desa telah memiliki komoditas unggulan, namun tidak semua produk memiliki keunikan.

2. Dalam waktu dekat, tidak semua desa di Kabupaten Sikka berpeluang menjadi desa mandiri dan sejahtera jika berbasis OVOP. Hal ini karena adanya kendala, sbb :

- Kemajuan di sektor perdagangan melalui penyediaan warung, minimarket dan pasar yang semi modern

- UMKM sebagai produsen OVOP membutuhkan akses ke fasilitas kredit

- Jaringan jalan, ketersediaan jalan yang dapat dilalui oleh kendaraan roda empat relatif kurang baik

- Biaya pengangkutan produk dari desa ke wilayah pemasaran masih tinggi

3. Strategi pengembangan desa berbasis OVOP di kawasan maju, berkembang, tertinggal dan sangat tertinggal diprioritaskan pada penyediaan teknologi tepat guna dan terjangkau untuk membantu meningkatkan teknik produksi sehingga kapasitas serta kualitas produk dapat ditingkatkan.

4. Pendekatan OVOP dapat diterapkan di semua desa di Kabupaten Sikka dengan dimulai dari penetapan satu produk yang memiliki keunikan untuk dikembangkan.

5. Pendekatan OVOP memerlukan sinergi dengan program lainnya di desa yang bersumber dari dana desa seperti Prukades dan Bumdes.

KAJIAN STRATEGIS PENGEMBANGAN EKONOMI KREATIF YANG INKLUSIF DAN BERKELANJUTAN DI KABUPATEN SIKKA

Pusat Kajian Dinamika Sistem Pembangunan Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Brawijaya Malang - Badan Perencanaan dan Penelitian dan Pengembangan Kabupaten Sikka

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pandangan holistik terhadap ekonomi kreatif di Kabupaten Sikka dan menghasilkan rekomendasi konkret bagi pemerintah daerah, pelaku industri kreatif, serta pemangku kepentingan lainnya untuk mendukung pengembangan ekonomi kreatif yang lebih inklusif dan berkelanjutan di wilayah tersebut. Faktor-faktor yang mempengaruhi pengembangan ekonomi kreatif yang inklusif dan berkelanjutan di Kabupaten Sikka memiliki peran krusial dalam membentuk landasan yang kuat untuk pertumbuhan sektor ini. Akses modal menjadi elemen kunci, di mana ketersediaan dana yang memadai menjadi katalisator bagi inovasi dan perkembangan usaha kreatif. Dukungan pemerintah turut berkontribusi dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif, dengan kebijakan yang mendukung, insentif fiskal, dan fasilitasi regulasi menjadi pendorong utama.

Keterampilan dan pengetahuan juga muncul sebagai faktor yang memainkan peran penting. Peningkatan keterampilan dalam bidang seni, teknologi, dan manajemen bisnis menjadi landasan bagi pelaku industri kreatif untuk bersaing secara global. Infrastruktur yang mendukung, baik dalam hal teknologi informasi maupun sarana fisik, memberikan fondasi yang diperlukan untuk produksi dan distribusi hasil kreatif. Selain itu, keberadaan komunitas ekonomi kreatif menjadi faktor penting dalam pengembangan ekonomi kreatif yang inklusif. Komunitas ini tidak hanya menjadi tempat pertukaran ide dan kolaborasi, tetapi juga mendukung pertumbuhan jaringan bisnis lokal. Keberadaan komunitas yang solid dapat meningkatkan daya tahan ekonomi kreatif terhadap perubahan dan memberikan dukungan sosial yang diperlukan. Secara keseluruhan, faktor-faktor ini saling terkait dan saling memperkuat, menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif yang inklusif dan berkelanjutan di Kabupaten Sikka. Melalui upaya bersama antara pemerintah, pelaku industri, dan komunitas lokal, diharapkan dapat terwujud suatu ekosistem ekonomi kreatif yang memberikan manfaat bagi semua lapisan masyarakat dan berlanjut secara berkelanjutan

Lansia & Perkotaan

Pusat Riset Kependudukan - Badan Riset dan Inovasi Nasional

Para lansia dapat dilibatkan dalam semua aktivitas yang ada di dalam kota. Para senior ini seringkali memiliki hubungan yang mendalam dengan kota tempat mereka tinggal dan mempunyai kepentingan terhadap kesejahteraan kota tersebut. Rasa keterikatan yang kuat ini dapat mendorong para lansia untuk terlibat dalam inisiatif yang bertujuan memperbaiki lingkungan, infrastruktur, dan layanan perkotaan. Para senior dapat memberikan saran terkait dengan peningkatan aksesibilitas, keamanan, dan kualitas hidup kota secara keseluruhan yang sesuai dengan kondisi mereka yang justru akan berdampak bagi masyarakat segala usia

MEMBANGUN KOTA RAMAH LANSIA: LANSIA DAPAT HIDUP DAN TINGGAL DI KOTA SELAMA MEREKA MAU TANPA ADANYA GANGGUAN

Pusat Riset Kependudukan - Badan Riset dan Inovasi Nasional

Para lansia dapat dilibatkan dalam semua aktivitas yang ada di dalam kota. Para senior ini seringkali memiliki hubungan yang mendalam dengan kota tempat mereka tinggal dan mempunyai kepentingan terhadap kesejahteraan kota tersebut. Rasa keterikatan yang kuat ini dapat mendorong para lansia untuk terlibat dalam inisiatif yang bertujuan memperbaiki lingkungan, infrastruktur, dan layanan perkotaan. Para senior dapat memberikan saran terkait dengan peningkatan aksesibilitas, keamanan, dan kualitas hidup kota secara keseluruhan yang sesuai dengan kondisi mereka yang justru akan berdampak bagi masyarakat segala usia