SURVEI INDEKS KUALITAS KEBIJAKAN PUBLIK (IKK) KABUPATEN SIKKA TAHUN 2023
- Status : Analisis
- 2023
- UNIVERSITAS NUSA NIPA
- Tim Peneliti:
BADAN PERENCANAAN DAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KABUPATEN SIKKA
Ruang Lingkup Penelitian :
a. Perencanaan Kebijakan Rangkaian kegiatan untuk menyiapkan keputusan terhadap keadaan atau kondisi yang diharapkan di masa depan baik pada linkungan maupun pada masyarakat.
b. Evaluasi Kemanfaatan Kebijakan Rangkaian kegiatan yang menyangkut estimasi atau penilaian kebijakan yang mencakup substansi, implementasi dan dampak pelaksanaan kebijakan tersebut kepada lingkungan dan masyarakat.
c. Agenda Setting Rangkaian kegiatan berupa identifikasi masalah kebijakan, analisisi masalah kebijakan dan partisipasi publik dalam perumusan kebijakan.
d. Formulasi Kebijakan Rangkaian kegiatan berupa proses pengambilan keputusan kebijakan berdasarkan kriteria yang terukur.
e. Implementasi Kebijakan Rangkaian kegiatan berupa proses pengorganisasian, komunikasi dan monitoring kebijakan.
f. Evaluasi Kebijakan Rangkaian kegiatan penilaian terhadap efektivitas, efisiensi, dampak dan kemanfaatan serta penerimaan dan responsivitas kebijakan.
Metodologi
Pengukuran Kualitas Kebijakan dilakukan dengan
metode yang disesuaikan dengan proses dan tahapan pengelolaan kebijakan,
sebagai berikut :
a. Proses perencanaan kebijakan, menggunakan
metode sebagai berikut :
1) Pengukuran pada
tahap Agenda Setting Kebijakan; dan
2) Pengukuran pada
tahap Formulasi Kebijakan.
b. Proses evaluasi kemanfaatan kebijakan,
menggunakan metode sebagai berikut :
1) Pengukuran pada
tahap implementasi kebijakan; dan Survei Indeks Kualitas Kebijakan Publik
Kabupaten Sikka
2) Pengukuran pada
tahap evaluasi kebijakan
Ringkasan Hasil
Indeks kualitas kebijakan publik Kabupaten Sikka tahun 2023 sebesar 2,430 atau 60,74 sehingga masuk dalam kategori “Kurang Baik”.
Rekomendasi
1. 1. Perlu peningkatkan kualitas
kearsipan.
2. 2. Perlu membangun sinergitas yang
lebih erat antara instansi pemerintah.
3. 3. Perlu untuk lebih memperhatikan
proses pelaksanaan dan evaluasi kebijakan.
Tindak Lanjut
|
No |
Kegiatan |
Penanggung Jawab |
Waktu Pelaksanaan |
Keterangan |
|
1 |
Sosialisasi hasil survei IKK kepada
perangkat daerah dan publik |
Bappelitbang |
Agustus 2025 |
Melalui forum OPD dan publik |
|
2 |
Workshop perumusan kebijakan
berbasis data dan partisipatif |
Bappelitbang & Bagian Hukum |
September 2025 |
Kolaborasi dengan akademisi/LSM |
|
3 |
Penyusunan roadmap peningkatan kualitas
kebijakan publik 2025–2029 |
Bappelitbang |
Oktober 2025 |
Termasuk indikator capaian
tahunan |
|
4 |
Pengembangan sistem dokumentasi kebijakan
& dashboard transparansi |
Diskominfo |
November 2025 |
Dukungan teknologi informasi |
|
5 |
Evaluasi internal tahunan kualitas kebijakan
publik OPD |
Inspektorat Daerah |
Desember 2025 |
Integrasi dengan SAKIP dan RB |
Isu Penting
1. 1. Masih rendahnya kualitas penyusunan kebijakan berbasis data (evidence-based policy)
- Beberapa OPD belum memiliki mekanisme baku dalam penggunaan data untuk merumuskan kebijakan/program.
- Pengumpulan data masih bersifat sektoral dan belum terintegrasi.
2. 2. Minimnya pelibatan pemangku kepentingan secara sistematis
- Partisipasi masyarakat, akademisi, dan sektor swasta dalam proses perumusan kebijakan masih bersifat formalitas dan belum dijadikan sumber masukan substansial.
3. 3. Monitoring dan evaluasi kebijakan belum optimal
- Tidak semua kebijakan/program memiliki indikator kinerja yang terukur.
- Evaluasi lebih difokuskan pada serapan anggaran daripada dampak kebijakan terhadap masyarakat.
4. 4. Kurangnya pemanfaatan hasil riset dan inovasi lokal.
- Keterhubungan antara lembaga penelitian, perguruan tinggi, dan pemerintah daerah masih lemah.
- Inovasi kebijakan belum terstruktur dan tidak terdokumentasi dengan baik.
Dokumentasi
- OPD Pengampu: BAPERIDA
- Sumber Dana: APBDII (DPA KABUPATEN SIKKA)
