Lansia & Perkotaan
- Status : Pengumpulan Data
- 2025
- Dian Wahyu Utami
- Tim Peneliti:
Pusat Riset Kependudukan - Badan Riset dan Inovasi Nasional
Ruang Lingkup Penelitian :
Kecamatan Alok dan kecamatan Kewapante
Metodologi
Melihat berbagai macam fasilitas yang harus disediakan oleh sebuah kota untuk dapat mendukung para lansia, dalam bukunya, (Buffel & Phillipson, 2023) menjelaskan indikator-indikator yang diperlukan untuk mewujudkan kota ramah usia dimana semua kelompok masyarakat mendapatkan akses yang sama terhadap sebuah kota, berdasarkan konsep yang dikembangkan oleh WHO pada tahun 2007.
Ringkasan Hasil
Para lansia dapat dilibatkan dalam semua aktivitas yang ada di dalam kota. Para senior ini seringkali memiliki hubungan yang mendalam dengan kota tempat mereka tinggal dan mempunyai kepentingan terhadap kesejahteraan kota tersebut. Rasa keterikatan yang kuat ini dapat mendorong para lansia untuk terlibat dalam inisiatif yang bertujuan memperbaiki lingkungan, infrastruktur, dan layanan perkotaan. Para senior dapat memberikan saran terkait dengan peningkatan aksesibilitas, keamanan, dan kualitas hidup kota secara keseluruhan yang sesuai dengan kondisi mereka yang justru akan berdampak bagi masyarakat segala usia
Rekomendasi
Penulis memberikan dua poin besar penting dalam mendukung proses penuaan ditempat dimana keberadaan lansia di sebuah kota akan sangat dipengaruhi oleh transformasi-transformasi yang dialami kota tersebut. namun, para lansia juga akan mempengaruhi dan juga menjadi pendorong terjadinya transformasi perkotaan. Oleh karena itu, pelibatan lansia perlu dilakukan dalam setiap aspek kehidupan di masyarakat sehingga lansia dan penduduk usia lainnya dapat hidup secara harmonis dan tetap dinamis
Tindak Lanjut
Buku ini dapat dijadikan sebuah pegangan bagi para akademisi, dan penentu kebijakan yang berhubungan dengan perkembangan kota karena lansia menduduki profesi yang cukup besar dalam struktur penduduk. Buku ini juga memberikan pemahaman bahwa para lansia tidak hanya menjadi beban namun justru dapat berperan sebagai pendorong terjadinya perkembangan perkotaan dan pembangunan yang lebih inklusif.
Isu Penting
Kolaborasi sosial dan pembangunan organisasi yang melibatkan para lansia menjadi kunci dalam mewujudkan kota yang ramah terhadap usia (Buffel & Phillipson, 2023). Penduduk lansia dapat menjadi agen perubahan yang kuat di kota karena pengetahuan sejarah, keterikatan pada komunitas, keterampilan, dan sumber daya yang mereka miliki.
Dokumentasi
- OPD Pengampu: Dinas Pelayanan Modal PTSP
- Sumber Dana: CSR
