GRAND DESIGN PENGEMBANGAN POTENSI EKONOMI DESA-DESA DI KABUPATEN SIKKA MENUJU DESA SEJAHTERA DAN MANDIRI
- Status : Diseminasi
- 2023
- PKDSP Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya
- Tim Peneliti:
PKDSP Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya - Badan Perencanaan dan Penelitian dan Pengembangan Kabupaten Sikka
Ruang Lingkup Penelitian :
30 Desa di Kabupaten Sikka
Metodologi
Metode Kuantitatif dengan metode deskriptif, uji regresi linear berganda, Analysis Hierarchy Process (AHP), dan Sistem Informasi Geografis (SIG)
Ringkasan Hasil
1. Semua desa telah memiliki komoditas unggulan, namun tidak
semua produk memiliki keunikan.
2. Dalam waktu dekat, tidak semua desa di Kabupaten Sikka
berpeluang menjadi desa mandiri dan sejahtera jika berbasis OVOP. Hal ini
karena adanya kendala, sbb :
- Kemajuan di sektor perdagangan melalui penyediaan warung,
minimarket dan pasar yang semi modern
- UMKM sebagai produsen OVOP membutuhkan akses ke fasilitas
kredit
- Jaringan jalan, ketersediaan jalan yang dapat dilalui oleh
kendaraan roda empat relatif kurang baik
- Biaya pengangkutan produk dari desa ke wilayah pemasaran
masih tinggi
3. Strategi pengembangan desa berbasis OVOP di kawasan maju,
berkembang, tertinggal dan sangat tertinggal diprioritaskan pada penyediaan
teknologi tepat guna dan terjangkau untuk membantu meningkatkan teknik produksi
sehingga kapasitas serta kualitas produk dapat ditingkatkan.
4. Pendekatan OVOP dapat diterapkan di semua desa di
Kabupaten Sikka dengan dimulai dari penetapan satu produk yang memiliki
keunikan untuk dikembangkan.
5. Pendekatan OVOP memerlukan sinergi dengan program lainnya di desa yang bersumber dari dana desa seperti Prukades dan Bumdes.
Rekomendasi
1. Produk unggulan Kabupaten Sikka perlu disusun dan
ditetapkan sesuai dengan kriteria produk unggulan yang ada di desa;
2. Melalui dinas teknis terkait yang memiliki tupoksi
langsung dengan pengembangan produk unggulan, disarankan untuk menyusun rencana
pengembangan produk unggulan berbasis OVOP;
3. Pelaku OVOP adalah masyarakat, dalam hal ini adalah
UMKM. Responden UMKM menyatakan jika membutuhkan pendampingan dalam
pengembangan produk sehingga memiliki daya saing di pasar domestik, memiliki
kualitas dan diproduksi berkesinambungan;
4. Melalui dinas terkait, apabila produk telah ditetapkan,
UMKM sebagai produsen produk dapat didaftarkan di website
ovop.kemenperin.go.id;
5. Pengembangan potensi ekonomi desa dapat diawali dengan program PRUKADES (Produk Unggulan Kawasan Perdesaan). PRUKADES merupakan program pertama dari empat prioritas yang dicanangkan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT).
Tindak Lanjut
Laporan ini dapat dijadikan sebagai acuan atau pegangan bagi
para stakeholders dalam pengambilan dan penentuan kebijakan terkait
pengembangan ekonomi desa di Kabupaten Sikka.
Isu Penting
Strategi pengembangan desa menuju desa sejahtera dan mandiri melalui One Village One Product (OVOP). Adapun tujuan OVOP adalah untuk menggali dan mempromosikan produk inovatif dan kreatif di Sikka, berasal dari sumber daya yang bersifat unik khas Sikka, bernilai tambah tinggi, dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan, memiliki citra dan daya saing yang tinggi. Dengan demikian, potensi ekonomi desa dengan pendekatan OVOP adalah produk yang memiliki keunikan dan mencirikan Kabupaten Sikka.
Dokumentasi
Grand Design Pengembangan Potensi Ekonomi Desa di Kab. Sikka
- OPD Pengampu: BAPERIDA
- Sumber Dana: APBD II (DPA Bapelitbang Kab. Sikka)
