• (0382) 2400415
  • bappeda.sikka@yahoo.co.id

GERLITA ( Gerakan Peduli Kesehatan Jiwa) Bersama PMO

  • Tahap : Penerapan
  • 2023
  • Jenis Inovasi : Non Digital
  • OPD : Dinas Kesehatan
  • Inisiator : ASN
  • Bentuk : Inovasi pelayanan publik
  • Dasar Regulasi : SK Kepala PD
  • Ketersediaan SDM : 11-30 SDM
  • Dukungan Anggaran : Anggaran tersedia pada kegiatan penerapan inovasi daerah

Waktu Ujicoba

Tahun 2022

Waktu Penerapan

Tahun 2023

Rancang Bangun

Inovasi Gerakan Peduli Kesehatan Jiwa (GERLITA) Bersama Pendamping Minum Obat (PMO) berawal dari kualitas pelayanan terhadap Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang belum sesuai standar di wilayah kerja Puskesmas Waipare.

Inovasi ini selaras dengan program Kementerian Kesehatan RI yaitu Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga, dengan strategi meningkatkan jangkauan sasaran dan meningkatkan akses pelayanan kesehatan dengan turun langsung ke desa-desa, mendatangi keluarga yang memiliki ODGJ.

Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi timbulnya kekambuhan ODGJ yaitu peran keluarga dalam membawa ODGJ untuk berobat ke fasilitas kesehatan belum optimal, dan kurangnya dukungan keluarga dalam kepatuhan mengkonsumsi obat. Inovasi ini adalah bentuk kepedulian terhadap ODGJ sebagai individu yang perlu pendampingan secara langsung dari keluarga, kader, masyarakat dan tenaga kesehatan, pihak lain dalam lingkungan tempat tinggal (tetangga) sebagai Pendamping Minum Obat (PMO) yang memegang peranan penting bagi peningkatan kepatuhan pasien untuk minum obat dengan menggunakan instrumen Kartu Perawatan Pasien ODGJ (KP2O).

Tahapan Implementasi Inovasi ini yakni  Persiapan, Pendampingan, Intervensi dan Monitoring Evaluasi.

Dampak inovasi ini adalah banyak kasus ODGJ yang terjaring di setiap desa mendapat pelayanan pengobatan sesuai standar, tidak ada pasien yang putus obat, semua mendapat pengobatan secara teratur.

Tujuan Inovasi

Inovasi ini bertujuan untuk Mendekatkan akses pelayanan kesehatan jiwa, Menjaring pasien ODGJ, Mengedukasi untuk pengobatan, Memantau Pasien selama Pengobatan melalui KP2O untuk mengatasi masalah ketidakpatuhan pasien dalam minum obat, dan Mencegah jangan sampai ada pasien yang di pasung.

Manfaat Inovasi

Banyak kasus ODGJ yang terjaring di setiap desa mendapat pelayanan pengobatan sesuai standar, tidak ada pasien yang putus obat, semua mendapat pengobatan secara teratur.