Bangun Budaya Inovasi, Pemkab Sikka Jaring Terobosan Kreatif untuk Pelayanan dan Pembangunan

Pemerintah Kabupaten Sikka melalui Badan Perencanaan
Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) menggelar Sosialisasi Lomba
dan Penjaringan Inovasi Daerah Tingkat Kabupaten Sikka Tahun 2026, Rabu
(30/9/2026). Mengusung tema “Inovasi untuk Pelayanan dan Pembangunan:
Mewujudkan Sikka yang Kreatif, Unggul dan Mandiri”, kegiatan ini menjadi
langkah Pemerintah Kabupaten Sikka untuk menjaring, mendokumentasikan, membina dan
mengembangkan berbagai inovasi yang telah diterapkan di daerah.
Kegiatan sosialisasi diikuti oleh perwakilan Perangkat
Daerah, para Camat, Perguruan Tinggi serta Kepala UPT Puskesmas bersama para
inovator. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa inovasi daerah
tidak hanya menjadi tanggung jawab satu Perangkat Daerah, tetapi membutuhkan
keterlibatan dan kolaborasi berbagai pihak.
Dalam arahannya, Plt. Sekretaris Daerah Kabupaten Sikka,
Dr. Margaretha M.D.M. Bapa, S.T., M.Eng., menyampaikan apresiasi kepada seluruh
peserta sekaligus menegaskan bahwa Kabupaten Sikka memiliki banyak potensi yang
dapat dikembangkan melalui inovasi. Menurutnya, ruang yang dibuka melalui lomba
dan penjaringan inovasi sangat bermanfaat untuk terus membangun dan memelihara
semangat berinovasi dari tahun ke tahun.
Plt. Sekda menekankan bahwa inovasi tidak harus selalu
dipahami sebagai sesuatu yang sulit atau rumit. Inovasi dapat berangkat dari
hal-hal sederhana yang memberikan manfaat bagi peningkatan pelayanan kepada
masyarakat maupun menjadi terobosan untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang
dihadapi daerah.
Di tengah tantangan pembangunan yang semakin kompleks,
inovasi menurutnya telah menjadi sebuah kebutuhan. Keterbatasan sumber daya,
tuntutan peningkatan kualitas pelayanan publik, perkembangan teknologi,
perubahan kebutuhan masyarakat serta tuntutan penyelenggaraan pemerintahan yang
semakin efektif dan efisien mengharuskan pemerintah terus mencari cara baru
dalam menyelesaikan persoalan pembangunan. Karena itu, inovasi tidak boleh
hanya muncul ketika ada perlombaan, tetapi perlu tumbuh menjadi bagian dari
budaya kerja pemerintahan.
Untuk membangun budaya tersebut, kepemimpinan yang kuat
menjadi salah satu faktor penting. Plt. Sekda mendorong para pimpinan Perangkat
Daerah dan unit kerja untuk memberikan ruang kepada aparatur dalam menyampaikan
gagasan, berdiskusi, mencoba pendekatan baru dan mengembangkan solusi atas
permasalahan yang ditemui dalam pelaksanaan tugas.
Plt. Sekda juga menyoroti bahwa inovasi yang berkembang
selama ini masih banyak terkonsentrasi pada bidang kesehatan. Ke depan,
semangat inovasi perlu semakin diperluas ke berbagai urusan pemerintahan dan
sektor pembangunan lainnya. Setiap Perangkat Daerah diharapkan mampu melihat
persoalan, kebutuhan maupun potensi di lingkungan kerjanya sebagai peluang
untuk melahirkan terobosan baru.
Potensi inovasi juga dapat digali dari berbagai gagasan
yang telah dikembangkan aparatur, termasuk proyek perubahan maupun proyek
aktualisasi CASN. Para pimpinan didorong untuk mengajak CASN berdiskusi dan
melihat kembali gagasan-gagasan yang telah disusun agar tidak berhenti sebagai
bagian dari proses pelatihan, tetapi dapat dikembangkan menjadi inovasi yang
diterapkan secara nyata dan memberikan manfaat bagi organisasi maupun
masyarakat.
Dukungan terhadap inovasi juga perlu diwujudkan secara
konkret. Plt. Sekda mendorong agar Perangkat Daerah dapat memberikan ruang
dukungan bagi pengembangan inovasi, termasuk dengan menyisihkan sebagian kecil
biaya operasional sesuai kemampuan anggaran dan ketentuan yang berlaku. Pada
saat yang sama, inovator yang mampu menghasilkan terobosan dan memberikan
manfaat perlu memperoleh apresiasi atau penghargaan (reward) untuk menjaga
motivasi dan menumbuhkan semangat berinovasi.
Penjaringan inovasi juga diharapkan semakin diperluas.
Plt. Sekda mendorong agar sosialisasi dilakukan hingga ke kampus-kampus,
sehingga dosen, mahasiswa, akademisi dan komunitas perguruan tinggi memperoleh
ruang yang lebih luas untuk menyumbangkan ide, hasil riset, maupun inovasi yang
dapat dikembangkan untuk menjawab persoalan pembangunan Kabupaten Sikka.
Pada kesempatan yang sama, Sekretaris BAPPERIDA Kabupaten
Sikka, dr. Clara Yosefina Francis, M.P.H., memaparkan gambaran umum Lomba dan
Penjaringan Inovasi Daerah Tahun 2026. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan
penyampaian materi teknis penginputan profil inovasi daerah oleh Fungsional
Analis Data Ilmiah Ahli Muda.
Pelaksanaan lomba tidak semata-mata ditujukan untuk
mencari pemenang. Kegiatan ini menjadi bagian dari proses penjaringan,
pembinaan dan penyiapan inovasi unggulan Kabupaten Sikka. BAPPERIDA berupaya
menemukan inovasi yang telah diterapkan, memperkuat dokumentasi proses, hasil,
manfaat dan dampaknya serta mendampingi inovator untuk meningkatkan kualitas,
kematangan, keberlanjutan dan potensi replikasi. Inovasi unggulan yang
terjaring juga dipersiapkan untuk mengikuti KIPP Tingkat Provinsi NTT,
kompetisi inovasi tingkat nasional serta mendukung persiapan Indeks Inovasi
Daerah (IID)/IGA Tahun 2027.
Lomba Inovasi Daerah Tahun 2026 terbuka bagi Perangkat
Daerah, Kecamatan, UPT Puskesmas, Perguruan Tinggi, Sekolah serta masyarakat
atau kelompok masyarakat yang memiliki dan mengembangkan inovasi sesuai
ketentuan. Seluruh peserta mengikuti mekanisme dan prinsip penilaian yang sama
serta berkesempatan memperoleh penghargaan Juara I sampai dengan Juara VI.
Inovasi yang diikutsertakan bukan sekadar ide atau
gagasan, tetapi harus telah diterapkan dan dapat dibuktikan. Inovasi tersebut
diterapkan pada periode 2024–2026, memiliki unsur pembaruan atau pengembangan
yang memberikan nilai tambah, memberikan manfaat bagi masyarakat, pelayanan,
pemerintahan atau pembangunan, berkaitan dengan urusan yang menjadi kewenangan
daerah serta memiliki potensi untuk dikembangkan dan direplikasi.
Antusiasme peserta terlihat dalam sesi diskusi. Berbagai
pertanyaan dan masukan disampaikan, mulai dari persyaratan replikasi inovasi,
kemungkinan mengikutsertakan kembali inovasi yang telah dikembangkan dan
memiliki unsur kebaruan, pemberian sertifikat atau piagam bagi inovator,
parameter penilaian, penyusunan SOP inovasi, hingga penggunaan video sebagai
media petunjuk pelaksanaan inovasi.
Salah satu gagasan yang mengemuka adalah perlunya Expo
Inovasi Kabupaten Sikka sebagai ruang untuk memperkenalkan berbagai inovasi
kepada masyarakat. Menanggapi gagasan tersebut, Plt. Sekretaris Daerah
mendorong BAPPERIDA untuk merancang kegiatan atau event inovasi yang
dapat menjadi wadah publikasi sekaligus memperluas ruang apresiasi terhadap
inovator daerah.
Hasil penggalian selama kegiatan juga menunjukkan bahwa
sebagian besar peserta yang hadir telah memiliki inovasi dan berencana
mengikutsertakannya dalam lomba. Para inovator mengharapkan pendampingan
BAPPERIDA, khususnya dalam penyusunan proposal, pembuatan video serta pemenuhan
persyaratan dan dokumen pendukung.
Pendaftaran dan pendampingan Lomba Inovasi Daerah Tahun
2026 berlangsung pada 1-26 Oktober 2026, dilanjutkan verifikasi administrasi
pada 27-30 Oktober 2026, presentasi dan wawancara pada 2-6 November 2026,
validasi lapangan pada 9-13 November 2026, penilaian akhir pada 16 November
2026 dan pengumuman pemenang pada 17 November 2026. Jadwal tersebut dapat
disesuaikan berdasarkan perkembangan pelaksanaan lomba dan akan diinformasikan
oleh Panitia/BAPPERIDA Kabupaten Sikka.
BAPPERIDA menegaskan bahwa perannya tidak hanya menerima
pendaftaran, tetapi juga memberikan fasilitasi dan pendampingan kepada para
inovator, mulai dari identifikasi inovasi, konsultasi, penyempurnaan proposal
dan profil inovasi, penguatan bukti serta data capaian, hingga pengembangan
inovasi agar semakin matang, berkelanjutan dan berpotensi direplikasi.
Melalui Lomba dan Penjaringan Inovasi Daerah Tahun 2026,
Pemerintah Kabupaten Sikka berharap inovasi semakin tumbuh sebagai budaya kerja
dan gerakan bersama, bukan sekadar untuk memenuhi kebutuhan kompetisi. Dengan
kepemimpinan yang kuat, dukungan terhadap inovator, keterlibatan perguruan
tinggi serta kolaborasi pemerintah dan masyarakat, berbagai potensi yang
dimiliki Sikka diharapkan dapat berkembang menjadi terobosan nyata yang
meningkatkan kualitas pelayanan publik dan mempercepat pembangunan daerah.
Kegiatan ditutup dengan komitmen bersama untuk terus menumbuhkan semangat berinovasi dan menghadirkan terobosan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dalam mendukung terwujudnya Sikka yang Kreatif, Unggul dan Mandiri. _Bidang Riset dan Inovasi - BAPPERIDA Kabupaten Sikka_
- 03 Oktober 2026
- bidangrisetinovasi
- Bapelitbang
