• (0382) 2400415
  • bappeda.sikka@yahoo.co.id

Bangun Budaya Inovasi, Pemkab Sikka Jaring Terobosan Kreatif untuk Pelayanan dan Pembangunan

Pemerintah Kabupaten Sikka melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) menggelar Sosialisasi Lomba dan Penjaringan Inovasi Daerah Tingkat Kabupaten Sikka Tahun 2026, Rabu (30/9/2026). Mengusung tema “Inovasi untuk Pelayanan dan Pembangunan: Mewujudkan Sikka yang Kreatif, Unggul dan Mandiri”, kegiatan ini menjadi langkah Pemerintah Kabupaten Sikka untuk menjaring, mendokumentasikan, membina dan mengembangkan berbagai inovasi yang telah diterapkan di daerah.

Kegiatan sosialisasi diikuti oleh perwakilan Perangkat Daerah, para Camat, Perguruan Tinggi serta Kepala UPT Puskesmas bersama para inovator. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa inovasi daerah tidak hanya menjadi tanggung jawab satu Perangkat Daerah, tetapi membutuhkan keterlibatan dan kolaborasi berbagai pihak.

Dalam arahannya, Plt. Sekretaris Daerah Kabupaten Sikka, Dr. Margaretha M.D.M. Bapa, S.T., M.Eng., menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta sekaligus menegaskan bahwa Kabupaten Sikka memiliki banyak potensi yang dapat dikembangkan melalui inovasi. Menurutnya, ruang yang dibuka melalui lomba dan penjaringan inovasi sangat bermanfaat untuk terus membangun dan memelihara semangat berinovasi dari tahun ke tahun.

Plt. Sekda menekankan bahwa inovasi tidak harus selalu dipahami sebagai sesuatu yang sulit atau rumit. Inovasi dapat berangkat dari hal-hal sederhana yang memberikan manfaat bagi peningkatan pelayanan kepada masyarakat maupun menjadi terobosan untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi daerah.

Di tengah tantangan pembangunan yang semakin kompleks, inovasi menurutnya telah menjadi sebuah kebutuhan. Keterbatasan sumber daya, tuntutan peningkatan kualitas pelayanan publik, perkembangan teknologi, perubahan kebutuhan masyarakat serta tuntutan penyelenggaraan pemerintahan yang semakin efektif dan efisien mengharuskan pemerintah terus mencari cara baru dalam menyelesaikan persoalan pembangunan. Karena itu, inovasi tidak boleh hanya muncul ketika ada perlombaan, tetapi perlu tumbuh menjadi bagian dari budaya kerja pemerintahan.

Untuk membangun budaya tersebut, kepemimpinan yang kuat menjadi salah satu faktor penting. Plt. Sekda mendorong para pimpinan Perangkat Daerah dan unit kerja untuk memberikan ruang kepada aparatur dalam menyampaikan gagasan, berdiskusi, mencoba pendekatan baru dan mengembangkan solusi atas permasalahan yang ditemui dalam pelaksanaan tugas.

Plt. Sekda juga menyoroti bahwa inovasi yang berkembang selama ini masih banyak terkonsentrasi pada bidang kesehatan. Ke depan, semangat inovasi perlu semakin diperluas ke berbagai urusan pemerintahan dan sektor pembangunan lainnya. Setiap Perangkat Daerah diharapkan mampu melihat persoalan, kebutuhan maupun potensi di lingkungan kerjanya sebagai peluang untuk melahirkan terobosan baru.

Potensi inovasi juga dapat digali dari berbagai gagasan yang telah dikembangkan aparatur, termasuk proyek perubahan maupun proyek aktualisasi CASN. Para pimpinan didorong untuk mengajak CASN berdiskusi dan melihat kembali gagasan-gagasan yang telah disusun agar tidak berhenti sebagai bagian dari proses pelatihan, tetapi dapat dikembangkan menjadi inovasi yang diterapkan secara nyata dan memberikan manfaat bagi organisasi maupun masyarakat.

Dukungan terhadap inovasi juga perlu diwujudkan secara konkret. Plt. Sekda mendorong agar Perangkat Daerah dapat memberikan ruang dukungan bagi pengembangan inovasi, termasuk dengan menyisihkan sebagian kecil biaya operasional sesuai kemampuan anggaran dan ketentuan yang berlaku. Pada saat yang sama, inovator yang mampu menghasilkan terobosan dan memberikan manfaat perlu memperoleh apresiasi atau penghargaan (reward) untuk menjaga motivasi dan menumbuhkan semangat berinovasi.

Penjaringan inovasi juga diharapkan semakin diperluas. Plt. Sekda mendorong agar sosialisasi dilakukan hingga ke kampus-kampus, sehingga dosen, mahasiswa, akademisi dan komunitas perguruan tinggi memperoleh ruang yang lebih luas untuk menyumbangkan ide, hasil riset, maupun inovasi yang dapat dikembangkan untuk menjawab persoalan pembangunan Kabupaten Sikka.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris BAPPERIDA Kabupaten Sikka, dr. Clara Yosefina Francis, M.P.H., memaparkan gambaran umum Lomba dan Penjaringan Inovasi Daerah Tahun 2026. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi teknis penginputan profil inovasi daerah oleh Fungsional Analis Data Ilmiah Ahli Muda.

Pelaksanaan lomba tidak semata-mata ditujukan untuk mencari pemenang. Kegiatan ini menjadi bagian dari proses penjaringan, pembinaan dan penyiapan inovasi unggulan Kabupaten Sikka. BAPPERIDA berupaya menemukan inovasi yang telah diterapkan, memperkuat dokumentasi proses, hasil, manfaat dan dampaknya serta mendampingi inovator untuk meningkatkan kualitas, kematangan, keberlanjutan dan potensi replikasi. Inovasi unggulan yang terjaring juga dipersiapkan untuk mengikuti KIPP Tingkat Provinsi NTT, kompetisi inovasi tingkat nasional serta mendukung persiapan Indeks Inovasi Daerah (IID)/IGA Tahun 2027.

Lomba Inovasi Daerah Tahun 2026 terbuka bagi Perangkat Daerah, Kecamatan, UPT Puskesmas, Perguruan Tinggi, Sekolah serta masyarakat atau kelompok masyarakat yang memiliki dan mengembangkan inovasi sesuai ketentuan. Seluruh peserta mengikuti mekanisme dan prinsip penilaian yang sama serta berkesempatan memperoleh penghargaan Juara I sampai dengan Juara VI.

Inovasi yang diikutsertakan bukan sekadar ide atau gagasan, tetapi harus telah diterapkan dan dapat dibuktikan. Inovasi tersebut diterapkan pada periode 2024–2026, memiliki unsur pembaruan atau pengembangan yang memberikan nilai tambah, memberikan manfaat bagi masyarakat, pelayanan, pemerintahan atau pembangunan, berkaitan dengan urusan yang menjadi kewenangan daerah serta memiliki potensi untuk dikembangkan dan direplikasi.

Antusiasme peserta terlihat dalam sesi diskusi. Berbagai pertanyaan dan masukan disampaikan, mulai dari persyaratan replikasi inovasi, kemungkinan mengikutsertakan kembali inovasi yang telah dikembangkan dan memiliki unsur kebaruan, pemberian sertifikat atau piagam bagi inovator, parameter penilaian, penyusunan SOP inovasi, hingga penggunaan video sebagai media petunjuk pelaksanaan inovasi.

Salah satu gagasan yang mengemuka adalah perlunya Expo Inovasi Kabupaten Sikka sebagai ruang untuk memperkenalkan berbagai inovasi kepada masyarakat. Menanggapi gagasan tersebut, Plt. Sekretaris Daerah mendorong BAPPERIDA untuk merancang kegiatan atau event inovasi yang dapat menjadi wadah publikasi sekaligus memperluas ruang apresiasi terhadap inovator daerah.

Hasil penggalian selama kegiatan juga menunjukkan bahwa sebagian besar peserta yang hadir telah memiliki inovasi dan berencana mengikutsertakannya dalam lomba. Para inovator mengharapkan pendampingan BAPPERIDA, khususnya dalam penyusunan proposal, pembuatan video serta pemenuhan persyaratan dan dokumen pendukung.

Pendaftaran dan pendampingan Lomba Inovasi Daerah Tahun 2026 berlangsung pada 1-26 Oktober 2026, dilanjutkan verifikasi administrasi pada 27-30 Oktober 2026, presentasi dan wawancara pada 2-6 November 2026, validasi lapangan pada 9-13 November 2026, penilaian akhir pada 16 November 2026 dan pengumuman pemenang pada 17 November 2026. Jadwal tersebut dapat disesuaikan berdasarkan perkembangan pelaksanaan lomba dan akan diinformasikan oleh Panitia/BAPPERIDA Kabupaten Sikka.

BAPPERIDA menegaskan bahwa perannya tidak hanya menerima pendaftaran, tetapi juga memberikan fasilitasi dan pendampingan kepada para inovator, mulai dari identifikasi inovasi, konsultasi, penyempurnaan proposal dan profil inovasi, penguatan bukti serta data capaian, hingga pengembangan inovasi agar semakin matang, berkelanjutan dan berpotensi direplikasi.

Melalui Lomba dan Penjaringan Inovasi Daerah Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Sikka berharap inovasi semakin tumbuh sebagai budaya kerja dan gerakan bersama, bukan sekadar untuk memenuhi kebutuhan kompetisi. Dengan kepemimpinan yang kuat, dukungan terhadap inovator, keterlibatan perguruan tinggi serta kolaborasi pemerintah dan masyarakat, berbagai potensi yang dimiliki Sikka diharapkan dapat berkembang menjadi terobosan nyata yang meningkatkan kualitas pelayanan publik dan mempercepat pembangunan daerah.

Kegiatan ditutup dengan komitmen bersama untuk terus menumbuhkan semangat berinovasi dan menghadirkan terobosan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dalam mendukung terwujudnya Sikka yang Kreatif, Unggul dan Mandiri. _Bidang Riset dan Inovasi - BAPPERIDA Kabupaten Sikka_

  • 03 Oktober 2026
  • bidangrisetinovasi
  • Bapelitbang