DTSEN, Asa Satu Data Perencanaan Pembangunan

MAUMERE – Badan Perencanaan Pembangunan Riset
dan Inovasi Daerah Kabupaten Sikka, saat ini tengah mempersiapkan rancangan
awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Sikka Periode
2025-2029, terkait dengan hal tersebut, maka diperlukan pemahaman lebih lanjut
terkait dengan indikator-indikator makro yang diukur oleh Badan Pusat Statistik
(BPS) dan terhadap Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sesuai
instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025, dimana DTSEN sebagai sumber data utama
dalam perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi kebijakan sosial dan ekonomi untuk
memastikan program pemerintah terlaksana secara tepat sasaran, efektif, efisien,
dan akuntabel. Bapperida Kabupaten Sikka menginisiasi kegiatan pertemuan bersama
BPS Kabupaten Sikka terkait penjelasan indikator makro BPS dan DTSEN bertempat
di Aula Bapperida Kabupaten Sikka, Kamis (13/03/2025).
Pada
pembukaan kegiatan, Kepala Bapperida, Femy Bapa sapaan akrabnya menyampaikan tujuan
dari rapat ini adalah agar peserta rapat mampu memahami
terkait indikator-indikator makro BPS dan arahan Inpres 4 tahun 2025 tentang DTSEN.
Kepala BPS Kabupaten Sikka
pada materinya menyampaikan point-point terkait peran data statistik untuk
Pembangunan, data inflasi, data PDRB dan pertumbuhan ekonomi, terkait statistik
ketenagakerjaan, statistik kemiskinan, DTSEN dan sensus ekonomi 2026. Dalam pembangunan
ada dua data yang digunakan yaitu Data Agregat (Data Makro) yang merupakan
hasil sensus, hasil survey, kompilasi dari Produk Administrasi dan Sumber Data
lainnya dan Data Mikro yaitu data by name by address hingga level individu
contohnya seperti DTSEN.
Terdapat 3 komponen pembentuk inflasi antara lain :
1.
komponen inti yaitu inflasi terjadi
karena faktor fundamental antara lain interaksi permintaan dan penawaran, nilai
tukar, harga komodisi internasional dan ekspektasi inflasi,
2.
komponen bergejolak, yaitu inflasi karena
harga bahan makanan bergejolak
3.
komponen harga yang diatur
Pemerintah yaitu inflasi yang disebabkan oleh kebijakan harga pemerintah
Faktor penyebab inflasi adalah peningkatan biaya produksi dan permintaan
konsumen melebihi penawaran yang tersedia.
“PDRB mengukur nilai tambah bruto (PDRB Produksi) dan PDRB Pengeluaran
disuatu wilayah, sedangkan PDRB per kapita merupakan kontribusi rata-rata
setiap individu terhadap ekonomi. Kontribusi terbesar PDRB Kabupaten Sikka
menurut pengeluaran yaitu dari konsumsi rumah tangga sebesar 73,77%, sedangkan
kontribusi terbesar PDRB menurut lapangan Usaha di Kabupaten Sikka yaitu dari
Sektor Pertanian sebesar 38,51%. Pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Sikka sebesar
3,95%, lebih tinggi dari dua Kabupaten Tetangga yaitu dari Kabupaten Ende
sebesar 3,88% dan Kabupaten Flores Timur sebesar 2,69% dan lebih besar dari
pertumbuhan ekonomi di NTT yaitu sebesar 3,73%”, jelas Kepala BPS Kristanto
Setyo Utomo .
Kepala BPS Kristanto melanjutkan bahwa struktur ketenagakerjaan di
Kabupaten Sikka periode Agustus 2024, Penduduk usia kerja sebanyak 243,4 ribu
orang, terdiri dari Angkatan Kerja sebanyak 180,1 ribu orang, bukan Angkatan
kerja sebanyak 63,3 ribu orang. Dari
180,1 ribu orang Angkatan kerja yang bekerja sebanyak 175,9 ribu orang dan
pengangguran sebanyak 4,2 ribu orang. Sepanjang Agustus 2023- Agustus 2024
terjadi penyerapan tenaga kerja sebanyak 3,1 ribu orang, dengan rincian dari
tenaga kerja dengan Pendidikan ? SD sebanyak 95,3 ribu orang, SMP sebanyak 9,96
ribu orang, SMA sebanyak 22,70 ribu orang dan PT sebanyak 13,42 ribu orang.
Penyerapan Tenaga Kerja paling banyak dari tenaga kerja dengan Pendidikan SD,
jadi tidak terlalu produktif dalam memberikan kontribusi pada PDRB per kapita
Kabupaten Sikka
Lebih lanjut, menurut Kristanto, statistik kemiskinan di Kabupaten Sikka
dari tahun ke tahun mengalami penurunan terakhir presentasi penduduk miskin
tahun 2024 sebesar 11,89%. Indeks kedalaman kemiskinan 1,57 dan indeks
keparahan kemiskinan 0,31. Garis Kemiskinan di Kabupaten Sikka tahun 2024
sebesar Rp434.074/Kapita/Bulan.
Amanat Inpres 4 tahun 2025 adalah DTSEN digunakan sebagai sumber data
utama dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kebijakan sosial dan ekonomi.
DTSEN menyatukan 3 data sosial ekonomi yaitu DTKS, P3KE dan Regsosek ditambah
dengan data administrasi lain untuk pemutakhiran. DTSEN divalidasi dengan data
Disdukcapil. Jumlah populasi dan keluarga telah disepakati oleh Menteri Dalam
Negeri dan Kepala BPS bersama-sama dengan Menteri PPN/Kepala Bappenas, Menko
Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Menteri Sosial. Jumlah individu dalam DTSEN
hasil rekonsiliasi sebanyak 285.579.122 terdiri dari 255.644.056 (NIK padan
dengan DTSEN) dan 29.935.066 (tambahan NIK dari DisdukCapil melengkapi DTSEN).
Jumlah Keluarga sebanyak 93.025.360 terdiri dari 86.039.840 (KK dan NIK padan
dengan DTSEN) dan 6.985.520 (tambahan KK dari DisdukCapil melengkapi DTSEN).
Pada rapat ini Kepala Dinas Sosial
Kabupaten Sikka, Rudolfus Ali menyampaikan Ground checking pada tanggal 25
Februari 2025 sampe 3 Maret 2025, Kegiatan Pemutakhiran Data dilakukan oleh
pendamping PKH sebanyak 68 orang yang bertugas untuk pemutakhiran data pada
23.974 KTM pada 194 Desa/Kelurahan melalui aplikasi sigma. Sampai tanggal 12
Maret 2025 baru sebanyak 2.482 KPM yang sudah dipadankan.
“Pertemuan-pertemuan lanjutan bersama
BPS Sikka akan terus dilakukan secara berkesinambungan, karena kerja-kerja di
Bapperida banyak memerlukan support data dari BPS dan penjelasan terkait
indikator-indikator makro yang diukur oleh BPS menjadi hal yang menarik untuk
didiskusikan” pungkas Femy Bapa menutup kegiatan rapat.
Salam
- 17 Maret 2025
- bidangppm
- Bapelitbang
