Kajian Risiko Bencana Sebagai Upaya Meningkatkan Ketangguhan Daerah

Dalam rangka memperkuat ketangguhan wilayah terhadap
berbagai potensi bencana, Pemerintah Kabupaten Sikka melalui Badan Perencanaan Pembangunan,
Riset dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) mengadakan Rapat Koordinasi Sosialisasi
dan Internalisasi Penyusunan Kajian Risiko Bencana (KRB) bertempat di Aula
Kantor BAPPERIDA, Jalan Mawar No. 24, Maumere.
Kegiatan yang berlangsung pada Rabu, 16 Juli 2025 pukul
14.00 WITA ini dihadiri oleh para pemangku kepentingan yakni Perangkat Daerah,
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Kepala Basarnas Sikka, ATR/BPN, serta
perwakilan dari Caritas, Forum PRB, FORSADIKA, Yayasan FREN, dan Pejabat Fungsional
BAPPERIDA.
Dalam arahan saat membuka kegiatan, Margaretha M. D. M.
Bapa, ST., M.Eng., menyatakan bahwa penyusunan Kajian Risiko Bencana (KRB)
merupakan salah satu prioritas pembangunan daerah, mengingat Kabupaten Sikka
merupakan wilayah yang rawan terhadap berbagai jenis bencana, baik geologis,
hidrometeorologis, maupun non-alam. “Penyusunan KRB ini sangat strategis untuk
mendukung perencanaan pembangunan yang lebih aman dan berkelanjutan. Dokumen
ini akan menjadi dasar dalam pengambilan keputusan di sektor infrastruktur,
tata ruang, serta perlindungan masyarakat. Kita juga didampingi oleh tim ahli
dari Universitas Gadjah Mada, dan kami mengharapkan dukungan penuh dalam bentuk
data dari seluruh stakeholder,” ungkapnya.
Dalam paparannya, Plt. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten
Sikka menegaskan urgensi penyusunan dokumen KRB dalam rangka membangun sistem
penanggulangan bencana yang terencana dan terpadu.
”Pemerintah Kabupaten Sikka berkomitmen untuk menjadikan
dokumen KRB sebagai acuan utama dalam penyusunan berbagai rencana pembangunan
daerah yang berwawasan risiko. Dengan keterlibatan seluruh pemangku
kepentingan, diharapkan Kabupaten Sikka dapat menjadi daerah yang lebih siap,
tangguh, dan aman dalam menghadapi ancaman bencana di masa mendatang,” tegas
Margaretha.
Menutup kegiatan, peserta rapat menyepakati pentingnya kolaborasi dalam penyusunan KRB, khususnya dalam hal penyediaan data sesuai dengan pendekatan ilmiah dan metodologi yang dirancang dalam Kerangka Acuan Kerja (KAK). Kegiatan ini menjadi tonggak awal dalam menyusun dokumen risiko bencana yang lebih komprehensif, adaptif, dan berbasis data (BidangRisetInovasi/SIKKA RinTA).
- 17 Juli 2025
- Solata
- Bapelitbang
