Kolaborasi Ditengah Efisiensi, Strategi Pemenuhan Hak Anak

Komitmen dalam upaya pemenuhan hak-hak anak terus dilakukan oleh Pemerintah
Kabupaten Sikka ditengah keterbatasan anggaran, dampak diterbitkannya Instruksi
Presiden Nomor 1 Tahun 2025 Tentang Efisiensi Belanja Dalam Pelaksanaan
Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah
Tahun Anggaran 2025. Strategi yang
dilakukan oleh Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah
(BAPPERIDA) Kabupaten Sikka adalah melalui optimalisasi kolaborasi dan
sinergitas peran lintas sektor baik perangkat daerah maupun mitra NGO.
Selasa, 18 Maret 2025 bertempat di Aula BAPPERIDA berlangsung rapat
koordinasi dalam rangka keberlanjutan kerjasama antara Pemerintah Kabupaten
Sikka dengan Yayasan Flores Children Development (FREN) dengan output kegiatan yang
pertama, adanya sinergitas program antara Pemerintah dan mitra pembangunan di Kabupaten Sikka. Kedua teridentifikasinya
Rencana Kerja Perangkat Daerah Tahun 2025 yang beririsan dengan core business Yayasan
FREN.
Dalam sambutannya Kepala BAPPERIDA
Sikka, Margaretha M.D.M Bapa, S.T.,M.Eng menyampaikan apresiasi atas kerjasama
dan kolaborasi yang sudah dibangun selama ini bersama Yayasan FREN dan dukungan
funding ChildFund Internasional Indonesia. Femmy Bapa sapaan akrabnya
juga menyampaikan bahwa hasil diskusi pada momen ini dapat menjadi salah satu
referensi penyusunan Dokumen RPJMD periode Tahun 2025-2029 dan Ia kembali menegaskan
bahwa ditengah efisiensi, pemerintah tetap hadir untuk membuka ruang kolaborasi,
pemerintah tidak dapat berjalan sendiri dan butuh dukungan dan kontribusi dari berbagai
pihak dalam kerangka Pentahelix, ungkapnya mengakhiri sambutan. Senada dengan
sambutan Ketua Yayasan FREN, Bona Kowan Kornelis, yang mengajak semua pihak
untuk turut serta memerangi kemiskinan melalui semangat pemerintahan ”Maumere
Baru”, Ayo bangkitkan semangat Maumere baru dalam diri kita semua, Ita
Newan(g) /kita bisa, mari bekerja dengan hati, jiwa dan raga kita, sehingga masyarakat
yang dilayani menerima layanan dengan senyuman tuturnya.
Hasil diskusi dan evaluasi pelaksanaan program/kegiatan Perangkat Daerah yang
beririsan dengan Yayasan FREN yang menjadi Rencana Tindak Lanjut sebagai
berikut :
- 1. Fasilitasi penyusunan Peraturan
Desa tentang Penanggulangan Bencana 2025 di Kecamatan Kewapante dan Hewokloang;
- 2. Kerjasama
dengan Puskesmas terkait pemberian tablet tambah darah bagi remaja putri diluar
institusi/ satuan pendidikan sebagai upaya preventif pencegahan stunting;
- 3. Mereview
terkait Program Kecakapan Hidup dan Literasi Keuangan (PKHLK) dan membuat
komitmen untuk implementasi PKHLK dengan melakukan pertemuan dengan kepala sekolah;
- 4. Berkolaborasi
dengan UPT. Perlindungan Perempuan dan Anak Kabupaten Sikka serta Dinas
Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Sikka terkait peningakatan kapasitas
Tim Pencegahan Penanggulangan Kekerasan (TPPK)
pada setiap satuan pendidikan untuk pencegahan segala bentuk kekerasan di
satuan pendidikan;
- 5. Optimalisasi standar layanan PAUD HI terkait pengasuhan rensponsif dengan
melibatkan orang tua;
- 6. Kerjasama
pemanfaatan aplikasi ASANTT bagi seluruh desa untuk pemenuhan akta sipil;
- 7. Mendukung
pencapaian indikator Kabupaten Layak Anak;
- 8. Mendukung
kegiatan konservasi mata air.
Kontributor CLS Bidang PPM.
- 18 Maret 2025
- bidangppm
- Bapelitbang
