• (0382) 2400415
  • bappeda.sikka@yahoo.co.id

Kolaborasi Ditengah Efisiensi, Strategi Pemenuhan Hak Anak

Komitmen dalam upaya pemenuhan hak-hak anak terus dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Sikka ditengah keterbatasan anggaran, dampak diterbitkannya Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 Tentang Efisiensi Belanja Dalam Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2025.  Strategi yang dilakukan oleh Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) Kabupaten Sikka adalah melalui optimalisasi kolaborasi dan sinergitas peran lintas sektor baik perangkat daerah maupun mitra NGO.

Selasa, 18 Maret 2025 bertempat di Aula BAPPERIDA berlangsung rapat koordinasi dalam rangka keberlanjutan kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Sikka dengan Yayasan Flores Children Development (FREN) dengan output kegiatan yang pertama, adanya sinergitas program antara Pemerintah dan mitra pembangunan  di Kabupaten Sikka. Kedua teridentifikasinya Rencana Kerja Perangkat Daerah Tahun 2025 yang beririsan dengan core business Yayasan FREN.

Dalam sambutannya Kepala BAPPERIDA Sikka, Margaretha M.D.M Bapa, S.T.,M.Eng menyampaikan apresiasi atas kerjasama dan kolaborasi yang sudah dibangun selama ini bersama Yayasan FREN dan dukungan funding ChildFund Internasional Indonesia. Femmy Bapa sapaan akrabnya juga menyampaikan bahwa hasil diskusi pada momen ini dapat menjadi salah satu referensi penyusunan Dokumen RPJMD periode Tahun 2025-2029 dan Ia kembali menegaskan bahwa ditengah efisiensi, pemerintah tetap hadir untuk membuka ruang kolaborasi, pemerintah tidak dapat berjalan sendiri dan butuh dukungan dan kontribusi dari berbagai pihak dalam kerangka Pentahelix, ungkapnya mengakhiri sambutan. Senada dengan sambutan Ketua Yayasan FREN, Bona Kowan Kornelis, yang mengajak semua pihak untuk turut serta memerangi kemiskinan melalui semangat pemerintahan ”Maumere Baru”, Ayo bangkitkan semangat Maumere baru dalam diri kita semua, Ita Newan(g) /kita bisa, mari bekerja dengan hati, jiwa dan raga kita, sehingga masyarakat yang dilayani menerima layanan dengan senyuman tuturnya.

Hasil diskusi dan evaluasi pelaksanaan program/kegiatan Perangkat Daerah yang beririsan dengan Yayasan FREN yang menjadi Rencana Tindak Lanjut sebagai berikut :

  • 1.   Fasilitasi penyusunan Peraturan Desa tentang Penanggulangan Bencana 2025 di Kecamatan Kewapante dan Hewokloang;
  • 2.   Kerjasama dengan Puskesmas terkait pemberian tablet tambah darah bagi remaja putri diluar institusi/ satuan pendidikan sebagai upaya preventif pencegahan stunting;
  • 3.  Mereview terkait Program Kecakapan Hidup dan Literasi Keuangan (PKHLK) dan membuat komitmen untuk implementasi PKHLK dengan melakukan pertemuan dengan kepala sekolah;
  • 4.   Berkolaborasi dengan UPT. Perlindungan Perempuan dan Anak Kabupaten Sikka serta Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Sikka terkait peningakatan kapasitas Tim Pencegahan Penanggulangan Kekerasan  (TPPK) pada setiap satuan pendidikan untuk pencegahan segala bentuk kekerasan di satuan pendidikan;
  • 5.    Optimalisasi standar layanan PAUD HI  terkait pengasuhan rensponsif dengan melibatkan orang tua;
  • 6.     Kerjasama pemanfaatan aplikasi ASANTT bagi seluruh desa untuk pemenuhan akta sipil;
  • 7.     Mendukung pencapaian indikator Kabupaten Layak Anak;
  • 8.     Mendukung kegiatan konservasi mata air.

Kontributor CLS Bidang PPM.

  • 18 Maret 2025
  • bidangppm
  • Bapelitbang