Libatkan UGM dan Lintas Sektor, Pemkab Sikka Rampungkan Draf Final Kajian Risiko Bencana

Maumere, 10 November 2025-Pemerintah
Kabupaten Sikka, melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi
Daerah (BAPPERIDA), menyelenggarakan Ekspose Akhir dan Konsultasi Publik
Penyusunan Dokumen Kajian Risiko Bencana (KRB) pada
Senin, 10 November 2025 di Kantor BAPPERIDA Kabupaten Sikka.
Kegiatan yang dihadiri oleh
beragam pemangku kepentingan, antara lain Plt. Kepala Pelaksana BPBD, Pimpinan
Perangkat Daerah, Camat, Kepala Desa/Lurah, Pimpinan Lembaga/Instansi Vertikal,
Pimpinan Perguruan Tinggi, serta perwakilan dari Yayasan dan Organisasi seperti
FREN, FORSHADIKA, Caritas Keuskupan Maumere, dan PMI bertujuan untuk menyempurnakan dan finalisasi dokumen
penting yang menjadi salah satu indikator kinerja utama Kabupaten Sikka.
Kepala BAPPERIDA Kabupaten
Sikka, Margaretha M.D.M.Bapa, ST.,M.Eng, yang juga menjabat sebagai Plt.
Asisten Administrasi Umum, dalam arahan saat membuka kegiatan menekankan bahwa
Dokumen Kajian Risiko Bencana Kabupaten Sikka terakhir disusun pada tahun 2013
oleh BPBD dan belum pernah diperbarui selama kurun waktu 2013 hingga 2024.
Sehingga harus di review karena dokumen KRB berlaku untuk jangka waktu 5 tahun.
Menurut Femmy Bapa, penyusunan
dokumen KRB yang baru ini melibatkan peran lintas sektor yang telah
berkontribusi berupa data dukung dan informasi guna menghasilkan dokumen yang
akurat dan relevan. Dokumen ini menjadi landasan konseptual sebagai dasar
perencanaan pembangunan daerah yang tangguh bencana.
Plt. Kepala Pelaksana BPBD
Kabupaten Sikka Johanes B.C. Putu Botha, ST dalam pengantar sebelum pemaparan
materi oleh Tim Penyusun menyampaikan terima kasih kasih kepada Tim Penyusun
dari UGM Yogyakarta dan seluruh stakeholder yang telah berkolaborasi dengan
Pemerintah Kabupaten Sikka dalam menyusun dokumen ini guna menghasilkan dokumen
Kajian Risiko Bencana yang berkualitas. Dengan konsultasi publik diharapakan
mendapatatkan masukan yang konstruktif untuk penyempurnaan dokumen sebeum
dilakukan asistensi terakhir dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana.
Ekspose ini menampilkan
pemaparan materi dari Tenaga Ahli Tim Penyusun Dokumen dari Fakultas Geografi
Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, yang disampaikan oleh Prof. Dr. Djati
Mardianto, S.Si., M.Si.
Sesi diskusi menghasilkan
sejumlah usulan dan masukan penting dari para peserta. Salah satu di antaranya
adalah Peserta menyoroti bahwa potensi bencana non alam seperti rabies, darah
pisang, dan lain-lain yang belum terlihat dalam hasil paparan akhir dokumen.
Beberapa juga menyampaikan Perlu adanya kolaborasi dengan Badan Geologi (Pusat
Vulkanologi dan Mitigasi Bencana), Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika,
dan Badan Pusat Statistik agar dengan data yang lebih kompleks dapat
memunculkan peta kawasan rawan bencana yang lebih kaya dan akurat.
“Meskipun potensi bencana per
kecamatan sudah ditampilkan, kondisi kesiapsiagaan yang ada di lapangan belum
terlihat. Sistem peringatan dini juga masih menjadi persoalan bersama yang
perlu diselesaikan oleh para pemangku kepentingan untuk kesiapsiagaan masyarakat,”
imbuh salah seorang peserta rapat.
Saat menutup kegiatan, Plt.
Asisten Administrasi Umum memberikan apresiasi kepada Tim Penyusun dan
mengharapakan agar Tim Penyusun segera melakukan perbaikan dan penyempurnaan
terhadap peta dan tabel analisis berdasarkan masukan yang diberikan.
Hasil perbaikan dan penyempurnaan ini, dan setelah dilakukan asistensi oleh BNPB akan dijadikan Dokumen Final KRB Kabupaten Sikka. (Bidang Riset dan Inovasi-BAPPERIDA Sikka)
- 14 November 2025
- Solata
- Bapelitbang
