• (0382) 2400415
  • bappeda.sikka@yahoo.co.id

Libatkan UGM dan Lintas Sektor, Pemkab Sikka Rampungkan Draf Final Kajian Risiko Bencana

Maumere, 10 November 2025-Pemerintah Kabupaten Sikka, melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA), menyelenggarakan Ekspose Akhir dan Konsultasi Publik Penyusunan Dokumen Kajian Risiko Bencana (KRB) pada Senin, 10 November 2025 di Kantor BAPPERIDA Kabupaten Sikka.

 

Kegiatan yang dihadiri oleh beragam pemangku kepentingan, antara lain Plt. Kepala Pelaksana BPBD, Pimpinan Perangkat Daerah, Camat, Kepala Desa/Lurah, Pimpinan Lembaga/Instansi Vertikal, Pimpinan Perguruan Tinggi, serta perwakilan dari Yayasan dan Organisasi seperti FREN, FORSHADIKA, Caritas Keuskupan Maumere, dan PMI bertujuan untuk menyempurnakan dan finalisasi dokumen penting yang menjadi salah satu indikator kinerja utama Kabupaten Sikka.

 

Kepala BAPPERIDA Kabupaten Sikka, Margaretha M.D.M.Bapa, ST.,M.Eng, yang juga menjabat sebagai Plt. Asisten Administrasi Umum, dalam arahan saat membuka kegiatan menekankan bahwa Dokumen Kajian Risiko Bencana Kabupaten Sikka terakhir disusun pada tahun 2013 oleh BPBD dan belum pernah diperbarui selama kurun waktu 2013 hingga 2024. Sehingga harus di review karena dokumen KRB berlaku untuk jangka waktu 5 tahun.

 

Menurut Femmy Bapa, penyusunan dokumen KRB yang baru ini melibatkan peran lintas sektor yang telah berkontribusi berupa data dukung dan informasi guna menghasilkan dokumen yang akurat dan relevan. Dokumen ini menjadi landasan konseptual sebagai dasar perencanaan pembangunan daerah yang tangguh bencana.

 

Plt. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sikka Johanes B.C. Putu Botha, ST dalam pengantar sebelum pemaparan materi oleh Tim Penyusun menyampaikan terima kasih kasih kepada Tim Penyusun dari UGM Yogyakarta dan seluruh stakeholder yang telah berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Sikka dalam menyusun dokumen ini guna menghasilkan dokumen Kajian Risiko Bencana yang berkualitas. Dengan konsultasi publik diharapakan mendapatatkan masukan yang konstruktif untuk penyempurnaan dokumen sebeum dilakukan asistensi terakhir dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana.

 

Ekspose ini menampilkan pemaparan materi dari Tenaga Ahli Tim Penyusun Dokumen dari Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, yang disampaikan oleh Prof. Dr. Djati Mardianto, S.Si., M.Si.

 

Sesi diskusi menghasilkan sejumlah usulan dan masukan penting dari para peserta. Salah satu di antaranya adalah Peserta menyoroti bahwa potensi bencana non alam seperti rabies, darah pisang, dan lain-lain yang belum terlihat dalam hasil paparan akhir dokumen. Beberapa juga menyampaikan Perlu adanya kolaborasi dengan Badan Geologi (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana), Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, dan Badan Pusat Statistik agar dengan data yang lebih kompleks dapat memunculkan peta kawasan rawan bencana yang lebih kaya dan akurat.

 

“Meskipun potensi bencana per kecamatan sudah ditampilkan, kondisi kesiapsiagaan yang ada di lapangan belum terlihat. Sistem peringatan dini juga masih menjadi persoalan bersama yang perlu diselesaikan oleh para pemangku kepentingan untuk kesiapsiagaan masyarakat,” imbuh salah seorang peserta rapat.

 

Saat menutup kegiatan, Plt. Asisten Administrasi Umum memberikan apresiasi kepada Tim Penyusun dan mengharapakan agar Tim Penyusun segera melakukan perbaikan dan penyempurnaan terhadap peta dan tabel analisis berdasarkan masukan yang diberikan.

 

Hasil perbaikan dan penyempurnaan ini, dan setelah dilakukan asistensi oleh BNPB akan dijadikan Dokumen Final KRB Kabupaten Sikka. (Bidang Riset dan Inovasi-BAPPERIDA Sikka)

  • 14 November 2025
  • Solata
  • Bapelitbang