Pemkab Sikka Gelar Ekspose Awal Penyusunan Dokumen Kajian Risiko Bencana 2025

Pemerintah
Kabupaten Sikka melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah
(BAPPERIDA) menggelar Ekspose Awal Penyusunan Dokumen Kajian Risiko Bencana
(KRB) pada Selasa, 5 Agustus 2025 di Aula BAPPERIDA Kabupaten SIkka.
Kegiatan
dipimpin oleh Kepala BAPPERIDA Kabupaten Sikka, Margaretha M.D.M. Bapa, ST.,
M.Eng, dan dihadiri Plt. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah
(BPBD) Kabupaten Sikka, Pimpinan Perangkat Daerah, Kepala Desa, Tenaga Ahli
dari Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, serta Perwakilan
Lembaga Mitra seperti Yayasan Flores Children Development (FREN), Forum
Pengurangan Risiko Bencana (PRB), dan Palang Merah Indonesia (PMI).
Dalam
sambutannya, Kepala BAPPERIDA menyampaikan bahwa dokumen KRB terakhir disusun
pada tahun 2013 dan belum pernah diperbarui hingga 2024. Padahal, KRB merupakan
salah satu indikator kinerja utama daerah. “Penyusunan dokumen ini melibatkan
lintas sektor dengan kontribusi data dan informasi yang akurat agar hasilnya
relevan dan dapat digunakan untuk perencanaan penanggulangan bencana,”
jelasnya.
Plt.
Kepala Pelaksana BPBD menegaskan bahwa pengambilan data akan difokuskan pada 24
Desa/Kelurahan di 21 Kecamatan yang berpotensi mengalami 10 jenis bencana,
antara lain gempa bumi, tsunami, banjir, tanah longsor, letusan gunung api,
kekeringan, gelombang ekstrem dan abrasi, cuaca ekstrem, kebakaran hutan dan
lahan, epidemi/wabah penyakit, serta kegagalan teknologi dan konflik sosial.
Data yang dikumpulkan mencakup potensi dan kerugian finansial akibat bencana,
sebagai dasar penyusunan Rencana Penanggulangan Bencana hingga Rencana Aksi
Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Renaksi RB).
Beberapa
masukan penting dari peserta rapat antara lain, Kepala Desa Manubura, Kecamatan
Nelle menambahkan kajian dampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores
Timur terhadap wilayah Sikka. Dari Forum PRB menyampaikan perlunya keterlibatan
penyandang disabilitas dalam penanggulangan bencana dan penyusunan data pilah
di tingkat desa. Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran memberikan
memasukkan bencana sosial dan kebakaran permukiman padat kota dalam kajian,
serta dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang memberikan catatan terhadap
instrumen survei yang digunakan sudah baku atau dapat disesuaikan dengan
kondisi desa.
Pemerintah Kabupaten Sikka menargetkan dokumen KRB ini menjadi panduan utama dalam perencanaan penanggulangan bencana yang lebih tepat sasaran, responsif, dan inklusif (BidangRisetInovasi/SIKKA RinTA).
- 13 Agustus 2025
- Solata
- Bapelitbang
