Sikka Berlaga di Panggung Inovasi NTT: KOIN YANLIK BERDASI 2025

MAUMERE, (10/12/2025) – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) secara resmi melaksanakan
ajang bergengsi Kompetisi Inovasi
Pelayanan Publik Berdasarkan Kategori dan Terintegrasi Innovation
Government Award (IGA) atau (KOIN
YANLIK BERDASI) Tahun 2025 dan memasuki
tahap presentasi dan wawancara. Presentasi dan
wawancara berlangsung di Ruang Rapat Kantor Gubernur Provinsi NTT dengan tim
juri dari Ombudsman NTT, Akademisi dari Universitas Nusa Cendana Kupang dan
Universitas Katolik Widya Mandira Kupang, Pemimpin Redaksi Pos Kupang dan
Kepala Biro Organisasi Sekretariat Daerah Provinsi NTT.
Kompetisi tahunan ini menjadi barometer bagi pemerintah daerah se-NTT untuk
menunjukkan terobosan-terobosan kreatif dalam meningkatkan kualitas layanan
kepada masyarakat. Kabupaten Sikka tidak ketinggalan, menunjukkan
komitmen kuat dengan mengikutsertakan inovasi terbaiknya.
Total ada 24 Inovasi yang masuk pada
tahap presentasi dan wawancara yakni dari 5 inovasi dari Pemerintah Provinsi
NTT dan 19 lainnya dari Kabupaten/Kota di Provinsi NTT termasuk 2 Inovasi dari
Kabupaten Sikka.
Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida)
Kabupaten Sikka mengirimkan dua inovasi unggulan
untuk bersaing di tingkat provinsi. Keikutsertaan ini merupakan tindak
lanjut dari Lomba Inovasi Daerah Tingkat Kabupaten Sikka Tahun 2025 yang telah
menghasilkan sejumlah ide solutif bagi permasalahan di Kabupaten Sikka. Dua
inovasi tersebut adalah PI KOPI SAHIT (Pergi Ketuk Pintu Pada Sahabat
Hipertensi) yang adalah inovasi dari UPT. Puskesmas Hewokloang dan GELI HATI
(Gerakan Peduli Ibu Hamil Risiko Tinggi) inovasi dari UPT. Puskesmas Tanarawa
Dalam paparannya, Margaretha M.D.M Bapa,
ST. M.Eng selaku Plt. Asisten 3 Sekretariat Daerah Kabupaten Sikka mengatakan;
“kami masih konsentrasi di kesehatan untuk penguatan SDM karena merupakan salah
satu program prioritas RPJMD 2025-2029 Kabupaten Sikka. “Dua inovasi ini, PI-KOPI
SAHIT dan GELI HATI lahir dari 2 Puskesmas dengan aksesibilitas yang sangat
terbatas. Teman-teman disana sangat perlu melakukan inovasi dalam pelaksanaan
tugasnya,” ujarnya.
"Kedua inovasi ini telah memberikan
dampak yang signifikan dimana di Heweokloang tingkat deteksi dan pengobatan
hipertensi mencapai 90 % sedangkan di
Puskesmas Tanarawa nihil angka kematian ibu dan bayi selama 3 tahun terakhir. Kami
berharap ada wadah yang diakomodir oleh Pemerintah Provinsi agar inovasi yang ada ini tidak hanya dilombakan,
tetapi juga dapat direplikasi oleh
daerah lain untuk dampak yang lebih luas" imbuh Femmy Bapa.
Dalam kesempatan tersebut para inovator,
Laurensius Nong Obet, S.Kep. Ns dari UPT. Puskesmas Hewokloang dan Hilarius
Emanuel Minggus, S.Kep.Ns dari UPT. Puskesmas Tanarawa turut memaparkan
keunggulan inovasi masing-masing serta rencana replikasinya. Inovasi tersebut
untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik di Kabupaten Sikka.
Kita berharap bahwa kedua inovasi ini dapat memperoleh hasil terbaik baik di tingkat propinsi maupun di tingkat nasional. (Bidang Riset dan Inovasi-BAPPERIDA).
- 10 Desember 2025
- Solata
- Bapelitbang
