• (0382) 2400415
  • bappeda.sikka@yahoo.co.id

Sikka Berlaga di Panggung Inovasi NTT: KOIN YANLIK BERDASI 2025

MAUMERE, (10/12/2025) – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) secara resmi melaksanakan ajang bergengsi Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Berdasarkan Kategori dan Terintegrasi Innovation Government Award (IGA) atau (KOIN YANLIK BERDASI) Tahun 2025  dan memasuki tahap presentasi dan wawancara. Presentasi dan wawancara berlangsung di Ruang Rapat Kantor Gubernur Provinsi NTT dengan tim juri dari Ombudsman NTT, Akademisi dari Universitas Nusa Cendana Kupang dan Universitas Katolik Widya Mandira Kupang, Pemimpin Redaksi Pos Kupang dan Kepala Biro Organisasi Sekretariat Daerah Provinsi NTT.

Kompetisi tahunan ini menjadi barometer bagi pemerintah daerah se-NTT untuk menunjukkan terobosan-terobosan kreatif dalam meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat. Kabupaten Sikka tidak ketinggalan, menunjukkan komitmen kuat dengan mengikutsertakan inovasi terbaiknya.

Total ada 24 Inovasi yang masuk pada tahap presentasi dan wawancara yakni dari 5 inovasi dari Pemerintah Provinsi NTT dan 19 lainnya dari Kabupaten/Kota di Provinsi NTT termasuk 2 Inovasi dari Kabupaten Sikka.

Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Sikka mengirimkan dua inovasi unggulan untuk bersaing di tingkat provinsi. Keikutsertaan ini merupakan tindak lanjut dari Lomba Inovasi Daerah Tingkat Kabupaten Sikka Tahun 2025 yang telah menghasilkan sejumlah ide solutif bagi permasalahan di Kabupaten Sikka. Dua inovasi tersebut adalah PI KOPI SAHIT (Pergi Ketuk Pintu Pada Sahabat Hipertensi) yang adalah inovasi dari UPT. Puskesmas Hewokloang dan GELI HATI (Gerakan Peduli Ibu Hamil Risiko Tinggi) inovasi dari UPT. Puskesmas Tanarawa

Dalam paparannya, Margaretha M.D.M Bapa, ST. M.Eng selaku Plt. Asisten 3 Sekretariat Daerah Kabupaten Sikka mengatakan; “kami masih konsentrasi di kesehatan untuk penguatan SDM karena merupakan salah satu program prioritas RPJMD 2025-2029 Kabupaten Sikka. “Dua inovasi ini, PI-KOPI SAHIT dan GELI HATI lahir dari 2 Puskesmas dengan aksesibilitas yang sangat terbatas. Teman-teman disana sangat perlu melakukan inovasi dalam pelaksanaan tugasnya,” ujarnya.

"Kedua inovasi ini telah memberikan dampak yang signifikan dimana di Heweokloang tingkat deteksi dan pengobatan hipertensi mencapai 90 %  sedangkan di Puskesmas Tanarawa nihil angka kematian ibu dan bayi selama 3 tahun terakhir. Kami berharap ada wadah yang diakomodir oleh Pemerintah Provinsi agar  inovasi yang ada ini tidak hanya dilombakan, tetapi juga dapat direplikasi oleh daerah lain untuk dampak yang lebih luas" imbuh Femmy Bapa.

Dalam kesempatan tersebut para inovator, Laurensius Nong Obet, S.Kep. Ns dari UPT. Puskesmas Hewokloang dan Hilarius Emanuel Minggus, S.Kep.Ns dari UPT. Puskesmas Tanarawa turut memaparkan keunggulan inovasi masing-masing serta rencana replikasinya. Inovasi tersebut untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik di Kabupaten Sikka.

Kita berharap bahwa kedua inovasi ini dapat memperoleh hasil terbaik baik di tingkat propinsi maupun di tingkat nasional. (Bidang Riset dan Inovasi-BAPPERIDA).

  • 10 Desember 2025
  • Solata
  • Bapelitbang