• (0382) 2400415
  • bappeda.sikka@yahoo.co.id

Stunting Kabupaten Sikka: Tantangan dan Peluang Menuju Nol Persen

Hari ini tanggal 28 Maret 2022 dilaksanakan Musyawarah Prencanaan Pembangunan Tematik Stunting di Kabupaten Sikka. Tentu bukan tanpa alasan Pemerintah Kabupaten Sikka menjadikan stunting sebagai Tema. 

Penurunan stunting menjadi isu nasional dengan terbitnya Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stuting yang bersinergi dengan  kebijakan Nasional Generasi Emas Indonesia Tahun 2045 “jangan sampai pertumbuhan generasi muda Indonesia menjadi bencana demografi karena tidak sehat, sehingga menjadi SDM yang kurang unggul, kurang kompetitif, kurang terdidik dan terlatih dan menjadi beban negara”. 

Stunting merupakan kondisi gagal pertumbuhan pada anak (pertumbuhan tubuh dan otak ) sehingga anak lebih pendek dari anak normal dan memiliki keterlambatan dalam berpikir. Beberapa faktor penyebab stunting antara lain:  rendahnya akses terhadap makanan bergizi yang terjadi dalam waktu lama sejak anak dalam kandungan hingga awal kehidupan anak (1000 hari pertama kelahiran), rendahnya asupan vitamin dan mineral, buruknya keragaman pangan dan sumber protein hewani (meski potensi yang dimiliki sangat mencukupi), pola asuh yang kurang baik terutama pada prilaku dan praktek pemberian makan pada anak (masih ada kalangan masyarakat yang memberi makan langsung dari mulut, kebersihan yang kurang terjaga), infeksi pada kehamilan, kehamilan remaja, masa remaja ibu yang kurang nutrisi juga dimasa kehamilan dan menyusui, jarak kelahiran anak yang terlalu pendek serta rendahmya akses terhadap pelayanan kesehatan juga akses terhadap sanitasi dan air bersih.  

Komunikasi perubahan prilaku dan pemberdayaan masyarakat, konvergensi intervensi spesifik dan intervensi sensitif di tingkat kementrian/lembaga sampai ke tingkat Pemerintahan Desa, peningkatan ketahanan pangan dan gizi pada tingkat individu, keluarga dan masyarakat serta penguatan dan pengembangan sistem, data, informasi, riset dan inovasi merupakan strategi nasional penurunan stunting yang harus dilaksanakan secara kolaboratif. 


Kondisi stunting Kabupaten Sikka


Jumlah balita penderita stunting Kabupaten Sikka pengukuran bulan Pebruari Tahun 2022  tergolong tinggi mencapai 3.984 balita atau 17,2 % yang tersebar  di 26 Desa dalam 10 Kecamatan dengan status sangat pendek 844 balita (21%) dan pendek 3103 balita (78,6%). Kondisi ini mengalami penurunan jika dibandingkan tahun 2019 mencapai 25,1%, tahun 2020  19,1% serta di tahun 2021 18,2% namun  masih jauh dari target RPJMD Kabupaten Sikka tahun 2018-2023 yang 0% stunting di Tahun 2023. Menjadi sangat ironi bahwa dari jumlah penderita stunting tersebut, 957 balita berasal dari latar belakang keluarga yang mampu secara ekonomi.  

Dibalik itu semua menyeruak khabar menggembirakan bahwa Desa Paubekor  Kecamatan Koting kondisi stunting dari keadaan 7 balita pengukuran Februari 2021 menurun menjadi 2  balita stunting pada pengukuran bulan Agustus 2021 dan kondisi terkini 0%. Secara kesuluruhan kasus stunting di Kecamatan Koting menurun dari 72 kasus catatan bulan Februari tahun 2021 menjadi 11 kasus pada bulan Februari tahun 2022. Cerita sukses juga berasal dari Desa Baopaat Kecamatan Lela. Kondisi ini tentunya memberikan optimisme bahwa stunting dapat dihilangkan di Kabupaten Sikka. 

Menurunkan stunting menjadi 0% di Tahun 2023 sesuai Target RPJMD bukan merupakan pekerjaan mudah. Diperlukan strategi jitu dan penanganan yang tepat. Permasalahan penurunan angka stunting di Kabupaten Sikka masih sangat kompleks. Ketersediaan data pendukung pencegahan stunting lintas sektor belum dilengkapi oleh beberapa Perangkat Daerah, proses perencanaan yang belum melibatkan semua sektor/Perangkat Daerah terkait penanggulangan stunting, proses pemantauan dan pengawasan belum berjalan secara kolaboratif, penganggaran terkait pencegahan stunting belum maksimal, belum optimalnya pengawasan layanan anak stunting pada desa lokus, belum ada desain intervensi program stunting yang melibatkan Perangkat Daerah terkait, belum optimalnya peningkatan kapasitas tenaga kesehatan dan kader serta masih terdapat masyarakat yang belum dapat mengakses pelayanan penerima manfaat menjadi contoh beberapa permasalahan  yang harus segera diatasi. Salah satu rencana aksi daerah dalam upaya penurunan stunting yakni pemberian makanan tambahan yang akan dilaksanakan serentak bagi seluruh balita stunting di Kabupaten Sikka mulai 1 April 2022 sampai 180 hari ke depan. Tentunya kita berharap bahwa Pemerintah tidak sekedar jadi pemadam kebakaran. Upaya Penurunan stunting harus dilakukan dengan kajian serta kebijakan yang komprehensif dari hulu sampai ke hilir,  kerja kolaboratif lintas sektor serta ditangani sesuai penyebab. Paradigma pemberdayaan masyarakat membangun berbasis potensi lokal serta filosofi memberi kail agar bisa mendapatkan ikan lebih banyak daripada memberi ikan yang bisa dihabiskan dalam sehari terus didorong. Kearifan lokal dengan semangat gotong royong harus terus digalakan. Masyarakat harus dimotivasi untuk menanam buah dan sayur di pekarangan serta memelihara ayam petelur. Dengan produksi perikanan  Kabupaten Sikka yang sangat besar semisal tahun 2021 mencapai 21.450,31 ton menjadi potensi guna mendukung gerakan kampanya makan ikan. 

Musrenbang Tematik Stunting tahun 2022 telah menyepakati program dan kegiatan prioritas yang akan masuk dalam RKPD Kabupaten Sikka Tahun 2023. Namun perlu disadari bahwa upaya penurunan stunting bukan tugas pemerintah semata. Menggerakan masyarakat untuk sadar dan mau berbuat sesuatu dengan tujuan yang sama menjadi tugas yang paling berat. Kampanye penyadaran masyarakat bahwa masalah stunting menjadi tanggungjawab bersama harus terus didorong serta melatih masyarakat untuk paham penyebab dan bersama sama  menangani masalah stunting harus terus digiatkan. Masyarakat harus mampu memanfaatkan potensi lokal. Menggandeng Perguruan Tinggi untuk melaksanakan Kuliah Kerja Nyata Tematik Stunting juga perlu dilakukan. Dengan semangat kebersamaan, kerja keras dan kerja cerdas serta solusi penanganan yang tepat berbasis data, kita optimis target penurunan stunting ke 0% tahun 2023 sesuai RPJMD Kabupaten Sikka 2018 -2023 akan terwujud.


Epan Gawan

FRANS. SURYANTO NARA BATA, ST.M.Sc

(PNS Bapelitbang Kabupaten Sikka)

  • 28 Maret 2022
  • Solata
  • Bapelitbang