TRAKTAT LISABON - Dokumen Perjanjian yang Menentukan Masa Depan Flores Saat Ini

Lisabon April 1859, 163 tahun lalu. Melalui perundingan alot yang dimulai beberapa tahun sebelumnya, Portugal dan Belanda akhirnya menandatangani Traktat Lisabon. Salah satu point besarnya adalah Belanda memperoleh hak jajahan Portugal di kepualuan Flores.
Boleh dianggap bahwa seandainya perjanjian itu tidak pernah dilakukan maka mungkin saja Flores adalah sebuah negara sendiri, ataupun bersama Timor Leste tergabung dalam satu negara berdaulat.
Majalah militer Belanda yang terbit pada Juli 1893 ikut mengulas hal ini. Disana ikut diberitakan soal proses penetapan raja kerajaan Sikka dan Nita.

Isi lain dari perjanjian diatas adalah Belanda wajib memberi jaminan kebebasan beragama pada bekas jajahan Portugal, termasuk di Pulau Flores. Hal yang menarik adalah, devosi kepada Bunda Maria adalah hal yang melekat pada masyarakat Flores. Salah satu bukti kuat adalah prosesi Jumad Agung di Larantuka.
Jika melihat perjalanan Gereja Katolik, tahun 1858 atau setahun sebelum Flores diserahkan kepada Belanda, terjadi peristiwa Penampakan di Lourdes, Perancis. Masa itu, Gereja Katolik dipimpin oleh Paus Pius IX, Paus yang memberikan pengertian dogma Dikandung Tanpa Noda pada Perawan Maria, yang berarti bahwa Perawan Maria dikandung tanpa dosa asal. Paus Pius IX juga tercatat sebagai Paus yang menyelenggarakan Konsili Vatikan I tahun 1869-1870.
Entah berkaitan, sepertinya gaya pemerintahan kolonial Belanda ikut berpengaruh pada keberadaan Ordo Jesuit (SJ) yang ‘hanya mampu bertahan’ selama 50 tahun di Flores (1863 - 1913) yang lalu digantikan oleh Ordo SVD. Sebelumnya, Ordo Dominikan lah yang pertama kali menjalankan misi di Flores. Sejarah mencatat bahwa Ordo yang mengemban misi di Asia termasuk Flores adalah Fransiskan, Dominikan dan Jesuit. SVD yang mulai berkarya di Flores tahun 1913 adalah Ordo yang saat itu ‘baru’ berumur 38 tahun, bandingkan dengan Ordo Dominikan yang pada tahun itu sudah berusia 697 tahun dan Ordo SJ yang sudah berusia 379 tahun.
Jika berpatokan pada tulisan tahun 1607 pada mahkota Raja Sikka, dapat dikatakan bahwa agama Katolik di Kabupaten Sikka telah berusia 415 tahun dan telah mengalami masa kepemimpinan 34 orang Paus. Tahun 2107 nanti Katolik di Sikka genap berusia 500 tahun. (sumber: https://ilimedia.net/a/3/traktat-lisabon-dokumen--perjanjian-yang-menentukan-masa-depan-flores-saat-ini).
- 30 Maret 2022
- Solata
- Umum
