Bahas Program Prioritas Beasiswa Keluarga Miskin Ekstrem, Bupati Sikka Pimpin Rapat Bersama Pimpinan Perguruan Tinggi

Pemerintah Kabupaten Sikka terus mematangkan
langkah-langkah strategis dalam upaya menanggulangi kemiskinan ekstrem melalui
sektor pendidikan. Salah satu program unggulan yang tengah dirumuskan adalah
pemberian beasiswa khusus bagi keluarga miskin ekstrem, dengan target satu
sarjana dari setiap rumah tangga. Program yang dikenal dengan nama “Satu
Keluarga Miskin Ekstrem – Satu Sarjana” ini merupakan bagian dari prioritas
pembangunan bidang sumber daya manusia dalam Rencana Pembangunan Jangka
Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Sikka Tahun 2025–2029. Program ini diarahkan
untuk menjadi instrumen pemutus rantai kemiskinan antargenerasi secara terukur
dan berkelanjutan.
Pembahasan program ini digelar pada Hari Selasa
(15/06/2025) di Aula BAPPERIDA Kabupaten Sikka, dan dihadiri langsung oleh
Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, Sekretaris Daerah Kabupaten Sikka,
Adrianus Firminus Parera, SE., M.Si, Kepala BAPPERIDA Kabupaten Sikka,
Margaretha M.D.M. Bapa, ST., M.Eng, yang juga menjabat Plt. Asisten
Administrasi Umum serta diikuti oleh Perangkat Daerah terkait dan Pimpinan Perguruan
Tinggi di Kabupaten Sikka.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sikka menegaskan
pentingnya pendekatan berbasis data dalam pelaksanaan program ini. Data
keluarga miskin ekstrem yang telah diverifikasi melalui sistem P3KE akan
menjadi dasar utama dalam menetapkan calon penerima manfaat.
“Kita ingin memastikan bahwa anak-anak dari keluarga miskin ekstrem tidak
putus sekolah dan bisa menembus perguruan tinggi hingga lulus sarjana. Ini
bukan sekadar program beasiswa, tapi investasi sosial jangka panjang untuk
membebaskan warga dari jerat kemiskinan antargenerasi,” tegas Bupati Sikka,
Juventus Prima Yoris Kago, dalam arahannya.
Beasiswa ini akan mencakup biaya pendidikan, biaya hidup,
serta kebutuhan pendukung lainnya yang dibutuhkan oleh mahasiswa dari keluarga
sasaran. Pendanaan program dirancang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan
Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Sikka, dengan potensi penguatan dari kolaborasi
lintas sektor seperti dunia usaha maupun CSR.
Sekretaris Daerah Kabupaten Sikka, Adrianus Firminus
Parera, SE., M.Si, menekankan pentingnya penyusunan sistem yang menjamin
keadilan dan transparansi dalam pelaksanaan program.
“Tugas kita adalah memastikan mekanisme berjalan adil, transparan, dan
akuntabel. Mulai dari pendataan calon penerima, proses seleksi, hingga
penyaluran beasiswa—semuanya harus tepat sasaran dan dapat
dipertanggungjawabkan. Ini adalah amanat sosial yang besar,” ujar Sekda
Adrianus.
Pemerintah Kabupaten Sikka juga tengah menyiapkan
regulasi teknis melalui Peraturan Daerah dan Peraturan Bupati untuk mengatur
alur pengusulan, seleksi, penyaluran, serta pengawasan dana beasiswa. Regulasi
ini bertujuan memastikan bahwa program dijalankan secara transparan, akuntabel,
dan tepat sasaran.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi
Daerah (BAPPERIDA) Kabupaten Sikka, Margaretha M.D.M. Bapa, ST., M.Eng,
menyampaikan bahwa pelaksanaan program ini akan dilakukan dengan pendekatan
lintas sektor dan berbasis data.
“Kami optimistis, bila satu anak dari keluarga miskin bisa menjadi sarjana,
maka itu akan membuka pintu masa depan bagi seluruh keluarga. Program ini
disusun agar benar-benar menyasar kelompok yang paling membutuhkan,” ungkapnya.
Menurut Femy Bapa, Program ini menyasar lebih dari 8.144 Kepala Keluarga miskin ekstrem yang masuk desil 1 dan tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Sikka. Selain sebagai upaya pengentasan kemiskinan, program ini diharapkan mampu mendongkrak Indeks Pembangunan Manusia (IPM) secara signifikan. Pemerintah menargetkan implementasi program dimulai pada tahun ajaran 2025, seiring dengan penyusunan sistem verifikasi dan pengawasan yang ketat, serta mekanisme koordinasi lintas sektor yang mendukung keberhasilan program (BidangRisetInovasi/SIKKA RinTA).
- 15 Juli 2025
- Solata
- Bapelitbang
