Workshop dan Selebrasi Program Learning: Memperkuat Komitmen Perlindungan dan Pemenuhan Hak Anak di Kabupaten Sikka

Maumere,
Kamis, 7 Mei 2026, Suasana penuh semangat, refleksi, dan harapan mewarnai
pelaksanaan kegiatan Workshop dan Selebrasi Program Learning bertajuk
“Refleksi, Pembelajaran, dan Pengembangan Berkelanjutan dalam Upaya
Perlindungan dan Pemenuhan Hak Anak” digelar di Aula Hotel Permatasari
Kabupaten Sikka, yang diselenggaran oleh Yayasan Flores Children Development
atau yang biasa dikenal dengan Yayasan FREN yang didukung oleh ChildFund
Internasional di Indonesia.
Kegiatan
ini menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen bersama dalam
menciptakan lingkungan yang aman, ramah, dan mendukung tumbuh kembang anak
secara optimal. Hadir dalam kegiatan tersebut keterwakilan dari Pemerintah,
Tenaga Pendidik dan Fasilitator serta anak-anak.
Kegiatan
yang diawali dengan Sambutan dari Ketua Yayasan FREN, Bona Kowan
menitikberatkan pada Workshop Learning tidak hanya fokus pada hard
skill akan tetapi pada soft skill dari peserta didik. Program Learning
harus berkelanjutan dan menjadi tanggungjawab kita yang hadir. “Pengasuhan
responsif dan pengasuhan sensitif perlu merespon kebutuhan anak tanpa
kekerasan” ujarnya. Sedangkan sambutan dari Plt. Kepala Dinas PKO Kabupaten
Sikka, Patris Pederiko menginformasikan bahwa Program Learning ini
sangat bermanfaat dan selaras dengan salah satu kegiatan yang masuk dalam
kurikulum tahun 2026 yaitu deep learning yang adalah pendekatan
pembelajaran yang mendalam yang berpusat pada siswa, untuk meningkatkan
pemahaman dan kompetensi, bukan sekedar menghafal . Pada sambutannya dan
sekaligus membuka kegiatan mewakili Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Riset
dan Inovasi Daerah, Ika Yuplina, Fungsional Perencana Ahli Muda menyampaikan apresiasi dan penghargaan bagi
Yayasan FREN yang selalu bergandengan tangan dengan Pemerintah dalam upaya
Perlindungan dan Pemenuhan Hak Anak di Kabupaten Sikka, melalui selebrasi
program Learning yang meliputi Pengasuhan responsif dan Pendidikan
Kecakapan Hidup serta Literasi Keuangan diharapkan agar para orang tua dan
pendidik serta anak-anak mendapatkan pemahaman dan keterampilan praktis yang
dapat langsung diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Replikasi praktik baik
dari program learning dapat dirasakan manfaatnya secara luas dan berkelanjutan.
“Anak-anak
hadir dengan rasa bahagia mengikuti kegiatan, dan dalam keadaan yang sehat dari
rumah serta mampu memilah antara keinginan dan kebutuhan adalah contoh
keberhasilan program pengasuhan responsif dan literasi keuangan sejak dini bagi
anak ,” ujarnya.
Kegiatan
workshop ini tidak hanya menjadi ruang evaluasi terhadap berbagai
praktik dan program yang telah berjalan, tetapi juga wadah berbagi pengalaman,
tantangan, serta inovasi dalam mendukung perlindungan anak di daerah.
Menariknya, kegiatan ini juga menghadirkan sesi selebrasi program learning
sebagai bentuk apresiasi terhadap berbagai praktik baik yang telah dilakukan
oleh komunitas, sekolah, maupun lembaga dalam mendukung tumbuh kembang anak.
Berbagai praktik baik Program Learning yang meliputi pengasuhan
responsif, pengasuhan positif, pengasuhan kelas ayah, serta pengasuhan goes
to school serta peran multi pihak dalam tumbuh kembang anak turut dibahas,
mulai dari integrasi program learning dalam sistem pendidikan dan pengembangan
anak, pentingnya pengasuhan dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak,
peran strategis keluarga dan satuan PAUD dalam memastikan pengasuhan yang
mendukung tumbuh kembang anak secara optimal serta peluang dan pemanfaatan Dana
Desa dalam mendukung program yang berkontribusi pada tumbuh kembang anak.
Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir rekomendasi dan langkah tindak lanjut yang lebih konkret untuk memperkuat sistem perlindungan anak di daerah, sekaligus memastikan setiap anak memperoleh haknya untuk hidup, tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi secara optimal.
Salam. (Tim PPM)
- 07 Mei 2026
- bidangppm
- Umum
