• (0382) 2400415
  • bappeda.sikka@yahoo.co.id

Workshop dan Selebrasi Program Learning: Memperkuat Komitmen Perlindungan dan Pemenuhan Hak Anak di Kabupaten Sikka

Maumere, Kamis, 7 Mei 2026, Suasana penuh semangat, refleksi, dan harapan mewarnai pelaksanaan kegiatan Workshop dan Selebrasi Program Learning bertajuk “Refleksi, Pembelajaran, dan Pengembangan Berkelanjutan dalam Upaya Perlindungan dan Pemenuhan Hak Anak” digelar di Aula Hotel Permatasari Kabupaten Sikka, yang diselenggaran oleh Yayasan Flores Children Development atau yang biasa dikenal dengan Yayasan FREN yang didukung oleh ChildFund Internasional di Indonesia. 

Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan yang aman, ramah, dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. Hadir dalam kegiatan tersebut keterwakilan dari Pemerintah, Tenaga Pendidik dan Fasilitator serta anak-anak.

Kegiatan yang diawali dengan Sambutan dari Ketua Yayasan FREN, Bona Kowan menitikberatkan pada Workshop Learning tidak hanya fokus pada hard skill akan tetapi pada soft skill dari peserta didik. Program Learning harus berkelanjutan dan menjadi tanggungjawab kita yang hadir. “Pengasuhan responsif dan pengasuhan sensitif perlu merespon kebutuhan anak tanpa kekerasan” ujarnya. Sedangkan sambutan dari Plt. Kepala Dinas PKO Kabupaten Sikka, Patris Pederiko menginformasikan bahwa Program Learning ini sangat bermanfaat dan selaras dengan salah satu kegiatan yang masuk dalam kurikulum tahun 2026 yaitu deep learning yang adalah pendekatan pembelajaran yang mendalam yang berpusat pada siswa, untuk meningkatkan pemahaman dan kompetensi, bukan sekedar menghafal . Pada sambutannya dan sekaligus membuka kegiatan mewakili Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah, Ika Yuplina, Fungsional Perencana Ahli Muda  menyampaikan apresiasi dan penghargaan bagi Yayasan FREN yang selalu bergandengan tangan dengan Pemerintah dalam upaya Perlindungan dan Pemenuhan Hak Anak di Kabupaten Sikka, melalui selebrasi program Learning yang meliputi Pengasuhan responsif dan Pendidikan Kecakapan Hidup serta Literasi Keuangan diharapkan agar para orang tua dan pendidik serta anak-anak mendapatkan pemahaman dan keterampilan praktis yang dapat langsung diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Replikasi praktik baik dari program learning dapat dirasakan manfaatnya secara luas dan berkelanjutan.

“Anak-anak hadir dengan rasa bahagia mengikuti kegiatan, dan dalam keadaan yang sehat dari rumah serta mampu memilah antara keinginan dan kebutuhan adalah contoh keberhasilan program pengasuhan responsif dan literasi keuangan sejak dini bagi anak ,” ujarnya.

Kegiatan workshop ini tidak hanya menjadi ruang evaluasi terhadap berbagai praktik dan program yang telah berjalan, tetapi juga wadah berbagi pengalaman, tantangan, serta inovasi dalam mendukung perlindungan anak di daerah. Menariknya, kegiatan ini juga menghadirkan sesi selebrasi program learning sebagai bentuk apresiasi terhadap berbagai praktik baik yang telah dilakukan oleh komunitas, sekolah, maupun lembaga dalam mendukung tumbuh kembang anak. Berbagai praktik baik Program Learning yang meliputi pengasuhan responsif, pengasuhan positif, pengasuhan kelas ayah, serta pengasuhan goes to school serta peran multi pihak dalam tumbuh kembang anak turut dibahas, mulai dari integrasi program learning dalam sistem pendidikan dan pengembangan anak, pentingnya pengasuhan dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak, peran strategis keluarga dan satuan PAUD dalam memastikan pengasuhan yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal serta peluang dan pemanfaatan Dana Desa dalam mendukung program yang berkontribusi pada tumbuh kembang anak.

Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir rekomendasi dan langkah tindak lanjut yang lebih konkret untuk memperkuat sistem perlindungan anak di daerah, sekaligus memastikan setiap anak memperoleh haknya untuk hidup, tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi secara optimal.

Salam. (Tim PPM)

  • 07 Mei 2026
  • bidangppm
  • Umum