BAPPERIDA SIKKA PERKUAT SINERGI LINTAS SEKTOR UNTUK PERCEPATAN PENGEMBANGAN PERHUTANAN SOSIAL
.png)
Pemerintah Kabupaten Sikka
melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) bekerja
sama dengan Lembaga Alam Tropika Indonesia (LATIN) menggelar Focus Group
Discussion (FGD) Forum Perangkat Daerah dalam Pengelolaan Perhutanan Sosial
Kabupaten Sikka di Aula BAPPERIDA Kabupaten Sikka, Rabu (10/6). Kegiatan
yang dihadiri oleh berbagai perangkat daerah, UPT KPH Kabupaten Sikka, Yayasan
Bambu Lingkungan Lestari (YBLL), serta Forest Programme V (FPV) ini bertujuan
memperkuat sinergi lintas sektor dalam mendukung implementasi Perhutanan Sosial
yang berkelanjutan di Kabupaten Sikka.
Dalam forum tersebut, Sekretaris
BPKAD Kabupaten Sikka memaparkan kondisi fiskal daerah sebagai dasar dalam
merancang strategi pendanaan pembangunan yang efektif dan tepat sasaran.
Selanjutnya, Kepala BAPPERIDA memaparkan integrasi Masterplan Integrated
Area Development (IAD) Berbasis Perhutanan Sosial dalam Formasi RPJMD yang
dilanjutkan dengan pemaparan program-program Perangkat Daerah yang berpotensi
diintegrasikan dengan pengembangan Perhutanan Sosial.
Dalam diskusi kelompok,
peserta berhasil mengidentifikasi berbagai potensi yang dapat dikembangkan,
mulai dari komoditas hortikultura dan perkebunan, hasil hutan bukan kayu, usaha
mikro dan industri rumah tangga, hingga wisata alam, wisata budaya, dan
pengelolaan sumber daya air. Namun demikian, forum juga mengidentifikasi
sejumlah tantangan yang masih dihadapi, antara lain keterbatasan akses
infrastruktur, rendahnya kapasitas sumber daya manusia, keterbatasan sarana
produksi, legalitas usaha, keterbatasan pembiayaan, serta belum selesainya
proses perizinan pada beberapa lokasi Perhutanan Sosial.
Menanggapi hasil diskusi
tersebut, FP V menyatakan kesiapan untuk mendukung berbagai
kebutuhan yang telah teridentifikasi dan berharap program-program yang telah
direncanakan dapat menjangkau seluruh kelompok Perhutanan Sosial di Kabupaten Sikka.
Sementara itu, YBLL menekankan pentingnya
optimalisasi peran Pokja
IAD sebagai wadah koordinasi dan aksi nyata lintas sektor. LATIN menyampaikan
komitmennya untuk terus mendukung pengintegrasian program IAD ke dalam dokumen
perencanaan dan penganggaran daerah, sekaligus mendorong agar isu pemberdayaan
perempuan dalam Perhutanan Sosial memperoleh perhatian yang lebih besar dalam
implementasi program pembangunan.
FGD menghasilkan sejumlah
kesepakatan penting, di antaranya komitmen seluruh perangkat daerah untuk
mendukung pengembangan Perhutanan Sosial sesuai tugas dan fungsi masing-masing,
penyusunan matriks rencana aksi lintas sektor, penyempurnaan Masterplan IAD
Kabupaten Sikka, serta penguatan peran Pokja IAD sebagai wadah koordinasi dan
kolaborasi dalam implementasi Perhutanan Sosial.
- 11 Juni 2026
- bidangpsda
- Bapelitbang
