• (0382) 2400415
  • bappeda.sikka@yahoo.co.id

BAPPERIDA SIKKA PERKUAT SINERGI LINTAS SEKTOR UNTUK PERCEPATAN PENGEMBANGAN PERHUTANAN SOSIAL

Pemerintah Kabupaten Sikka melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) bekerja sama dengan Lembaga Alam Tropika Indonesia (LATIN) menggelar Focus Group Discussion (FGD) Forum Perangkat Daerah dalam Pengelolaan Perhutanan Sosial Kabupaten Sikka di Aula BAPPERIDA Kabupaten Sikka, Rabu (10/6). Kegiatan yang dihadiri oleh berbagai perangkat daerah, UPT KPH Kabupaten Sikka, Yayasan Bambu Lingkungan Lestari (YBLL), serta Forest Programme V (FPV) ini bertujuan memperkuat sinergi lintas sektor dalam mendukung implementasi Perhutanan Sosial yang berkelanjutan di Kabupaten Sikka.

Dalam forum tersebut, Sekretaris BPKAD Kabupaten Sikka memaparkan kondisi fiskal daerah sebagai dasar dalam merancang strategi pendanaan pembangunan yang efektif dan tepat sasaran. Selanjutnya, Kepala BAPPERIDA memaparkan integrasi Masterplan Integrated Area Development (IAD) Berbasis Perhutanan Sosial dalam Formasi RPJMD yang dilanjutkan dengan pemaparan program-program Perangkat Daerah yang berpotensi diintegrasikan dengan pengembangan Perhutanan Sosial.

Dalam diskusi kelompok, peserta berhasil mengidentifikasi berbagai potensi yang dapat dikembangkan, mulai dari komoditas hortikultura dan perkebunan, hasil hutan bukan kayu, usaha mikro dan industri rumah tangga, hingga wisata alam, wisata budaya, dan pengelolaan sumber daya air. Namun demikian, forum juga mengidentifikasi sejumlah tantangan yang masih dihadapi, antara lain keterbatasan akses infrastruktur, rendahnya kapasitas sumber daya manusia, keterbatasan sarana produksi, legalitas usaha, keterbatasan pembiayaan, serta belum selesainya proses perizinan pada beberapa lokasi Perhutanan Sosial.

Menanggapi hasil diskusi tersebut, FP V menyatakan kesiapan untuk mendukung berbagai kebutuhan yang telah teridentifikasi dan berharap program-program yang telah direncanakan dapat menjangkau seluruh kelompok Perhutanan Sosial di Kabupaten Sikka. Sementara itu, YBLL menekankan pentingnya optimalisasi peran Pokja IAD sebagai wadah koordinasi dan aksi nyata lintas sektor. LATIN menyampaikan komitmennya untuk terus mendukung pengintegrasian program IAD ke dalam dokumen perencanaan dan penganggaran daerah, sekaligus mendorong agar isu pemberdayaan perempuan dalam Perhutanan Sosial memperoleh perhatian yang lebih besar dalam implementasi program pembangunan.

FGD menghasilkan sejumlah kesepakatan penting, di antaranya komitmen seluruh perangkat daerah untuk mendukung pengembangan Perhutanan Sosial sesuai tugas dan fungsi masing-masing, penyusunan matriks rencana aksi lintas sektor, penyempurnaan Masterplan IAD Kabupaten Sikka, serta penguatan peran Pokja IAD sebagai wadah koordinasi dan kolaborasi dalam implementasi Perhutanan Sosial.

  • 11 Juni 2026
  • bidangpsda
  • Bapelitbang