• (0382) 2400415
  • bappeda.sikka@yahoo.co.id

Bapelitbang dan Universitas Brawijaya Gelar FGD untuk Dua Kajian di Bidang Ekonomi

 

Bapelitbang Kabupaten Sikka bersama Pusat Kajian Dinamika Sistem Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya Malang menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Laporan Akhir terhadap penyusunan 2 (dua) Kajian yang di bidang Ekonomi pada Tahun 2023 ini. Kedua Kajian tersebut yakni Kajian Stategis Pengembangan Ekonomi Kreatif Yang Inklusif Dan Berkelanjutan Di Kabupaten Sikka dan Kajian Penyusunan Grand Desain Pengembangan Potensi Ekonomi Desa-Desa Di Kabupaten Sikka Menuju Desa Sejahtera Dan Mandiri.

FGD ini diperuntukkan sebagai pendalaman kajian analisis untuk mendapatkan masukan dari berbagai stakeholders terkait pengembangan potensi ekonomi di setiap desa. Selain itu, FGD ini akan memberikan gambaran pengembangan Ekonomi Kreatif Yang Inklusif Dan Berkelanjutan di Kabupaten Sikka.

Agenda ini diselenggarakan secara offline dan daring pada Pada Kamis (16/11/2023) menghadirkan narasumber dari Universitas Brawijaya, Prof. Maryunani selaku Ketua Tim Peneliti dan anggota Tim Peneliti lainnya. Peserta yang hadir adalah Perangkat Daerah terkait, Para Camat dan perwakilan Kades dan Lurah. Kegiatan dibuka oleh Kepala Bapelitbang Kabupaten Sikka, Margaretha M. Da Maga Bapa.

Dalam Penyusunan Grand Desain Pengembangan Potensi Ekonomi Desa-Desa Di Kabupaten Sikka Menuju Desa Sejahtera Dan Mandiri melahirkan beberapa rekomendasi strategis. Strategi pengembangan desa menuju desa sejahtera dan mandiri adalah melalui One Village One Product (OVOP). Adapun tujuan OVOP adalah untuk menggali dan mempromosikan produk inovatif dan kreatif di Sikka, berasal dari sumber daya yang bersifat unik khas Sikka, bernilai tambah tinggi, dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan, memiliki citra dan daya saing yang tinggi. Dengan demikian, potensi ekonomi desa dengan pendekatan OVOP adalah produk yang memiliki keunikan dan mencirikan Kabupaten Sikka. Hasil identifikasi penelitian produk tersebut adalah kain tenun ikat Sikka dan moke. Semua desa telah memiliki komoditas unggulan. Namun tidak semua produk memiliki keunikan. Produk unggulan berkategori:  produk unggulan pasar tradisional, pemasaran produk masih bersifat lokal kecuali tenun ikat Sikka. Pendekatan OVOP dapat diterapkan di Kabupaten Sikka dengan dimulai dari penetapan satu produk yang memiliki keunikan untuk dikembangkan sehingga produk tersebut bisa dipasarkan hingga ke kancah global yang nantinya memberikan kontribusi pendapatan bagi daerah sehingga memberikan kontribusi pada peningkatan kapasitas fiskal.

Kajian Stategis Pengembangan Ekonomi Kreatif Yang Inklusif Dan Berkelanjutan Di Kabupaten Sikka menganalisis Faktor-faktor yang Berpengaruh terhadap Pengembangan Ekonomi Kreatif yang Inklusif dan Berkelanjutan di Kabupaten Sikka diantaranya Akses modal, Dukungan pemerintah, Keterampilan dan pengetahuan, infrastruktur, dan Komunitas ekonomi kreatif. Kajian ini melahirkan rekomendasi bagaimana Mengembangkan Model Strategi Pengembangan Ekonomi Kreatif yang Inklusif dan Berkelanjutan di Kabupaten Sikka yakni dengan Mengoptimalkan BUM Desa dan Koperasi sebagai sarana penyediaan modal, Pembentukan Inkubator Bisnis, Program Pendidikan dan Pelatihan, Kemudahan Perizinan dan Regulasi yang Mendukung, Pengembangan Infrastruktur Digital, Kolaborasi dan Jaringan, serta Pengembangan Infrastruktur Digital.

Hasil FGD digunakan untuk penyempurnaan Laporan Akhir dari 2 (dua) kajian yang dilaksanakan.Harapannya, dokumen hasil kajian bisa memberikan rekomendasi yang akan digunakan oleh Pemerintah daerah Kabupaten Sikka dalam pengambilan kebijakan.

 

  • 16 November 2023
  • bidangrisetinovasi
  • Bapelitbang