Bapelitbang dan Universitas Brawijaya Gelar FGD untuk Dua Kajian di Bidang Ekonomi

Bapelitbang
Kabupaten Sikka bersama Pusat Kajian Dinamika Sistem Pembangunan Fakultas
Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya Malang menyelenggarakan Focus Group
Discussion (FGD) Laporan Akhir terhadap penyusunan 2 (dua) Kajian yang di
bidang Ekonomi pada Tahun 2023 ini. Kedua Kajian tersebut yakni Kajian Stategis
Pengembangan Ekonomi Kreatif Yang Inklusif Dan Berkelanjutan Di Kabupaten Sikka
dan Kajian Penyusunan Grand Desain Pengembangan Potensi Ekonomi Desa-Desa Di
Kabupaten Sikka Menuju Desa Sejahtera Dan Mandiri.
FGD
ini diperuntukkan sebagai pendalaman kajian analisis untuk mendapatkan masukan
dari berbagai stakeholders terkait pengembangan potensi ekonomi di
setiap desa. Selain itu, FGD ini akan memberikan gambaran
pengembangan Ekonomi Kreatif Yang Inklusif Dan Berkelanjutan di Kabupaten
Sikka.
Agenda
ini diselenggarakan secara offline dan daring pada Pada Kamis
(16/11/2023) menghadirkan narasumber dari Universitas Brawijaya, Prof.
Maryunani selaku Ketua Tim Peneliti dan anggota Tim Peneliti lainnya.
Peserta yang hadir adalah Perangkat Daerah terkait, Para Camat dan perwakilan
Kades dan Lurah. Kegiatan dibuka oleh Kepala Bapelitbang Kabupaten
Sikka, Margaretha M. Da Maga Bapa.
Dalam
Penyusunan Grand Desain Pengembangan Potensi Ekonomi Desa-Desa Di Kabupaten
Sikka Menuju Desa Sejahtera Dan Mandiri melahirkan beberapa rekomendasi
strategis. Strategi pengembangan desa menuju desa sejahtera dan mandiri
adalah melalui One Village One Product (OVOP). Adapun tujuan OVOP adalah
untuk menggali dan mempromosikan produk inovatif dan kreatif di Sikka,
berasal dari sumber daya yang bersifat unik khas Sikka, bernilai
tambah tinggi, dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan, memiliki citra dan
daya saing yang tinggi. Dengan demikian, potensi ekonomi desa dengan
pendekatan OVOP adalah produk yang memiliki keunikan dan mencirikan Kabupaten
Sikka. Hasil identifikasi penelitian produk tersebut adalah kain tenun ikat
Sikka dan moke. Semua desa telah memiliki komoditas unggulan. Namun tidak semua
produk memiliki keunikan. Produk unggulan berkategori: produk unggulan
pasar tradisional, pemasaran produk masih bersifat lokal kecuali tenun ikat
Sikka. Pendekatan OVOP dapat diterapkan di Kabupaten Sikka dengan
dimulai dari penetapan satu produk yang memiliki keunikan untuk
dikembangkan sehingga produk tersebut bisa dipasarkan hingga ke kancah global
yang nantinya memberikan kontribusi pendapatan bagi daerah sehingga memberikan
kontribusi pada peningkatan kapasitas fiskal.
Kajian
Stategis Pengembangan Ekonomi Kreatif Yang Inklusif Dan Berkelanjutan Di
Kabupaten Sikka menganalisis Faktor-faktor yang Berpengaruh terhadap
Pengembangan Ekonomi Kreatif yang Inklusif dan Berkelanjutan di Kabupaten Sikka
diantaranya Akses modal, Dukungan pemerintah, Keterampilan dan pengetahuan,
infrastruktur, dan Komunitas ekonomi kreatif. Kajian ini melahirkan rekomendasi
bagaimana Mengembangkan Model Strategi Pengembangan Ekonomi Kreatif yang
Inklusif dan Berkelanjutan di Kabupaten Sikka yakni dengan Mengoptimalkan BUM
Desa dan Koperasi sebagai sarana penyediaan modal, Pembentukan Inkubator
Bisnis, Program Pendidikan dan Pelatihan, Kemudahan Perizinan dan
Regulasi yang Mendukung, Pengembangan Infrastruktur Digital, Kolaborasi
dan Jaringan, serta Pengembangan Infrastruktur Digital.
Hasil
FGD digunakan untuk penyempurnaan Laporan Akhir dari 2 (dua) kajian yang
dilaksanakan.Harapannya, dokumen hasil kajian bisa memberikan rekomendasi yang
akan digunakan oleh Pemerintah daerah Kabupaten Sikka dalam pengambilan
kebijakan.
- 16 November 2023
- bidangrisetinovasi
- Bapelitbang
