BAPELITBANG KABUPATEN SIKKA GELAR WORKSHOP PENGEMBANGAN DAN PENDAMPINGAN KOMUNITAS TENUN IKAT SIKKA

Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan (Bapelitbang) Kabupaten Sikka bertempat di Aula Kantor Bapelitbang Kabupaten Sikka Jl. Mawar Nomor 24 Maumere pada Selasa, 21 Juni 2022 memfasilitasi pelaksanaan Workshop Pengembangan dan Pendampingan Komunitas Tenun Ikat Sikkayang mengusung tema “Menggali Potensi dan Motivasi SDM”. Peserta workshop terdiri dari 25 orang pegiat/pengrajin tenun ikat Sikka yang berasal dari sembilan Komunitas Tenun Ikat Sikka, yakni Remaja Flores Creative, Tati Nahing, Nani House, Bliran Sina, Wegog, Akusikka, Unitas, LPK Cristine dan Sentra Jata Kapa, dan peserta dari Organisasi Perangkat Daerah terkait.
Kegiatan yang diselenggarakan atas kerjasama Bapelitbang Kabupaten Sikka dengan retailer penyedia produk fashion dan home living(Pendopo) yang merupakan anggota dari kelompok unit bisnis multi sektor(Kawan Lama Group/KLG) dibuka oleh Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo, S.Sos.,M.Si, menghadirkan pembicara dan pemateri utama Didiet Maulana, Perancang Busana kondang Indonesia. Sementara tim dari pihak Pendopo yang hadir diantaranya Tasya Widia Krisnadi (Managing Director Pendopo), Nina Febrina (General Manajer Merchandise and Operation Pendopo), Beatrice, Sr. (Manager Corporate Communication& Sustainability Kawan Lama Group), dan Dollaris Riauaty Suhadi (Direktur Eksekutif Yayasan Sahabat Cipta).
Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, S.Sos.,M.Si., yang
didampingi oleh Kepala Bapelitbang Margaretha Movaldes Da Maga
Bapa,ST.,M.Eng. dalam arahan pembukaan
acara memberikan apresiasi atas pelaksanaan workshop dan kepada Pendopo atas
kerja sama yang dilakukan untuk memberdayakan UMKM tenun ikat Sikka. “Ini merupakan peluang yang mesti
dimanfaatkan dan pemerintah memberikan dukungan sepenuhnya. Seluruh sektor mesti digerakkan kembali untuk
recovery ekonomi dan salah satu diantaranya yang potensial adalah tenun
ikat Sikka. Produk tenun ikat Sikka
memiliki keunikan karena memiliki nilai historis, dengan corak yang beragam dan
cara pengerjaannya yang membutuhkan keahlian khusus. Ini merupakan sisi-sisi keunikan yang bisa
dikemas untuk meningkatkan nilai jualnya”, ujar Bupati Sikka.
Tampak hadir pada acara pembukaan beberapa pimpinan
organisasi perangkat daerah terkait dalam lingkup Pemerintah Kabupaten Sikka,
diantaranya Kepala Dinas Pariwisata, Petrus Polling Wairmahing, ST.,MT, Kepala
Dinas Perdagangan, Perindustrian dan Usaha Kecil dan Menengah, Yoseph Benyamin,
SH, dan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Unit Pelayanan Terpadu Satu Pintu,
Drs. Lukman, M.Si.
Rangkaian Kegiatan Workshop didahului dengan audiens
dengan Bupati Sikka di Ruang Kerja Kepala Bapelitbang Kabupaten Sikka. Pada
kesempatan audiens tersebut Tasya Widia Krisnadi selaku Managing Director
Pendopo menyampaikan profile Pendopo sebagai retailer penyedia
produk fashion dan home livingyang mengusung dan mengedepankan berbagai
ragam kebudayaan khas asli Indonesia, telah
memfasilitasi 4.363 produk dari 107 UMKM di Indonesia.“Kami menyampaikan
terimakasih atas penerimaan dan kerjasama pelaksanaan workshop ini karena
sesungguhnya kami bermaksud menjadikan pendopo sebagai rumah bagi UMKM termasuk
UMKM tenun ikat Sikka”,ujar Tasya Widia kepada Bupati Sikka yang dalam
kesempatan audiens tersebut didampingi oleh Kepala Bapelitbang, Kepala Dinas
Pariwisata, Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian dan Usaha Kecil dan
Menengah, dan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Unit Pelayanan Terpadu Satu
Pintu. Sementara itu Didiet Maulana dalam kesempatan tersebut menyatakan bahwa
tenun ikat sikka merupakan salah satu produk tenun ikat yang terindah sehingga
memerlukan kolaborasi antara pemerintah dengan multi stakeholder agar tenun
ikat sikka memiliki branding khusus dan dapat mendunia.
Workshop Pengembangan dan Pendampingan Komunitas Tenun Ikat Sikka ini bertujuan untuk mengopmalkan produk dan eksplorasi produk turunan tenun ikat Sikka, serta meningkatkan inovasi tenun Sikka dari segi motif dan warna. Para peserta workshop tampak antusias mendengarkan tips-tips yang disampaikan oleh Didiet Maulana ketika pembicara utama ini menyampaikan materinya. “Kami banyak mendapatkan ilmu dan pembelajaran dari Pak Didiet Maulana, ini sangat berguna untuk kami dalam meningkatkan kualitas produk tenun kami maupun dalam berinovasi untuk menciptakan produk turunan”, ujar Ibu Kristin salah seorang peserta workshop.
Workshop ditutup oleh Kepala Bapelitbang Kabupaten
Sikka. Dalam sambutan penutupan workshop
Kepala Bapelitbang Margaretha Movaldes Da Maga Bapamenyampaikan terimakasih
kepada Tim Pendopo dan pemateri utama Didiet Maulana atas terselenggaranya
Workshop. Kepada Komunitas Tenun Ikat
Sikka, Femmy Bapa, demikian Kepala Bapelitbang Sikka ini biasa disapa, memberikan semangat kepada Komunitas Tenun Ikat
Sikka untuk selalu meningkatkan inovasi dan kreativitas menciptakan produk
turunan tenun ikat Sikka sesuai tips dari Didiet Maulana, serta terus belajar
dan meningkatkan kapasitas. Pemerintah akan selalu hadir memberikan dukungan
dan membuka jejaring dengan berbagai elemenuntuk peningkatan potensi yang ada
ujar Femmy Bapa.
Psda
- 22 Juni 2022
- bidangpsda
- Bapelitbang
