Bapelitbang laksanakan diseminasi kakao di Desa Dobo Nua Puu Kecamatan Mego

Bertempat di aula kantor Desa Dobo Nua Puu,
Bapelitbang Kabupaten Sikka pada Selasa, 5 Juli 2022 menyelenggarakan
kegiatan diseminasi Kakao di Desa Dobo
Nua Puu Kecamatan Mego. Kegiatan yang diinisiasi bidang Penelitian dan
Pengembangan ini menghadirkan peserta perwakilan kelompok tani se Kecamatan
Mego, BPP dan para PPL pertanian juga dihadiri PJ Kepala Desa Dobo Nua Puu
beserta perangkatnya.
Yanto Nara Bata Kabid Litbang dalam
arahanya mewakili Kepala Bapelitbang Kabupaten Sikka mengatakan, luas areal
perkebunan kakao sebagai salah satu dari tiga potensi unggulan di sektor
perkebunan Kabupaten Sikka semakin berkurang. Data tahun 2019, luas arel kebun
kakao 24.242 Ha dan pada tahun 2021 berkurang menjadi 22.484 Ha dengan 34.588 kk
yang bergelut sebagai petani kakao. Selain itu tanaman kakao yang rusak atau sudah
tua mencapai 2.403 Ha. Yanto juga
mengatakan bahwa tujuan kegiatan ini adalah mendorong petani kakao untuk
kembali bergairah menjadikan kakao sebagai komoditi utama, menggerakan petani
untuk melakukan fermentasi kakao guna menghasilkan biji kakao berkualitas
sesuai kebutuhan pasar global serta melindungi petani kakao dari permainan
harga para tengkulak sehingga harga kakao dapat terjaga dan pendapatan petani
dapat meningkat. Selain itu dari kegiatan diseminasi inidiharapkan mampu mengidentifikasi berbagai permasalahan
yang di hadapi para petani kakao guna di kaji lebih lanjut untuk dijadikan
rekomendasi kebijakan.
Pada kesempatan yang sama Kanis Kasih
narasumber dari Yayasan Caritas Keuskupan Maumere mengatakan, pasaran kakao
fermentasi sangat potensial dengan pembeli dari perusahan skala global yang
selama ini sudah bermitra dengan Yayasan Caritas. Yang paling penting menurut Kanis, para petani
harus menjaga kualitas kakao fermentasi sesuai persyaratan yang ditentukan.
Yayasan Caritas melalui koperasi Romeo juga siap menampung kakao petani untuk
dilakukan fermentasi terpusat. Para petani juga didorong untuk melakukan
peremajaan dengan menanam kakao jenis
unggul.
Keluhan petani yang banyak disampaikan
pada saat tersebut adalah penyakit busuk buah dan kesulitan mendapatkan pupuk yang
menyebabkan menurunnya produksi. Selain itu para petani juga mngeluhkan
soal rendahnya harga jual kakao karena
permainan tengkulak.
Kegiatan diseminasi yang dilakukan
Bapelitbang Kabupaten Sikka ini juga diikuti dengan pelatihan fermentasi kakao oleh
tim pelatih dari Yayasan Caritas dan pengolahan minuman coklat dari bungkil kakao oleh UPT SIC.
- 05 Juli 2022
- bidangrisetinovasi
- Bapelitbang
