• (0382) 2400415
  • bappeda.sikka@yahoo.co.id

Bapelitbang laksanakan diseminasi kakao di Desa Dobo Nua Puu Kecamatan Mego

Bertempat di aula kantor Desa Dobo Nua Puu, Bapelitbang Kabupaten Sikka pada Selasa, 5 Juli 2022 menyelenggarakan kegiatan  diseminasi Kakao di Desa Dobo Nua Puu Kecamatan Mego. Kegiatan yang diinisiasi bidang Penelitian dan Pengembangan ini menghadirkan peserta perwakilan kelompok tani se Kecamatan Mego, BPP dan para PPL pertanian juga dihadiri PJ Kepala Desa Dobo Nua Puu beserta perangkatnya.

Yanto Nara Bata Kabid Litbang dalam arahanya mewakili Kepala Bapelitbang Kabupaten Sikka mengatakan, luas areal perkebunan kakao sebagai salah satu dari tiga potensi unggulan di sektor perkebunan Kabupaten Sikka semakin berkurang. Data tahun 2019, luas arel kebun kakao 24.242 Ha dan pada tahun 2021  berkurang menjadi 22.484 Ha dengan 34.588 kk yang bergelut sebagai petani kakao.  Selain itu tanaman kakao yang rusak atau sudah tua mencapai 2.403 Ha. Yanto  juga mengatakan bahwa tujuan kegiatan ini adalah mendorong petani kakao untuk kembali bergairah menjadikan kakao sebagai komoditi utama, menggerakan petani untuk melakukan fermentasi kakao guna menghasilkan biji kakao berkualitas sesuai kebutuhan pasar global serta melindungi petani kakao dari permainan harga para tengkulak sehingga harga kakao dapat terjaga dan pendapatan petani dapat meningkat. Selain itu dari kegiatan diseminasi inidiharapkan  mampu mengidentifikasi berbagai permasalahan yang di hadapi para petani kakao guna di kaji lebih lanjut untuk dijadikan rekomendasi kebijakan.

Pada kesempatan yang sama Kanis Kasih narasumber dari Yayasan Caritas Keuskupan Maumere mengatakan, pasaran kakao fermentasi sangat potensial dengan pembeli dari perusahan skala global yang selama ini sudah bermitra dengan Yayasan Caritas.  Yang paling penting menurut Kanis, para petani harus menjaga kualitas kakao fermentasi sesuai persyaratan yang ditentukan. Yayasan Caritas melalui koperasi Romeo juga siap menampung kakao petani untuk dilakukan fermentasi terpusat. Para petani juga didorong untuk melakukan peremajaan  dengan menanam kakao jenis unggul.

Keluhan petani yang banyak disampaikan pada saat tersebut adalah penyakit busuk buah dan kesulitan mendapatkan pupuk yang menyebabkan menurunnya produksi. Selain itu para petani juga mngeluhkan soal  rendahnya harga jual kakao karena permainan tengkulak.   

Kegiatan diseminasi yang dilakukan Bapelitbang Kabupaten Sikka ini juga diikuti dengan pelatihan fermentasi kakao oleh tim pelatih dari Yayasan Caritas dan pengolahan minuman coklat  dari bungkil kakao oleh UPT SIC.

  • 05 Juli 2022
  • bidangrisetinovasi
  • Bapelitbang