Dorong Akses Air Bersih, Pemerintah Provinsi NTT dan Kabupaten Sikka Kolaborasi Bahas DED SPAM Kangae

Sikka, 13 November 2025 —
Pemerintah Provinsi NTT yang diwakili oleh Dinas PUPR Provinsi NTT dan Tim
Konsultan Perencana dari CV. Sumba Satu Group bersama Pemerintah Kabupaten
Sikka yang diwakili oleh Bapperida Kab. Sikka, Dinas PUPR Kab. Sikka dan
Perumda Air Minum Wair Puan menggelar Rapat Koordinasi Penyusunan Detail
Engineering Design (DED) Prasarana Sarana dan Utilitas (PSU) Sistem
Penyediaan Air Minum (SPAM) jaringan perpipaan di lokasi prioritas penanganan
stunting Kecamatan Kangae. Rapat berlangsung secara daring maupun luring yang
bertempat di Ruang Meeting I Bapperida Kab. Sikka.
Dalam Rapat Koordinasi ini, Kepala
Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Provinsi NTT menjelaskan bahwa penyusunan DED ini
merupakan program tahun 2025 sebagai bagian dari upaya penyediaan jaringan
perpipaan di kawasan prioritas stunting dan kemiskinan, khususnya Kecamatan
Kangae. Kondisi minimnya sumber air menyebabkan wilayah tersebut masuk dalam SK
Stunting dan SK Kemiskinan.
Menurutnya, pembangunan
infrastruktur jaringan perpipaan dijadwalkan mulai dilaksanakan pada tahun
2026, sehingga tahun ini dilakukan penyusunan DED untuk mengidentifikasi sumber
air maupun tahapan yang diperlukan dalam pemenuhan kebutuhan air bersih. Dinas
PUPR Provinsi NTT meminta masukan dari Pemkab Sikka terkait sumber mata air
serta hal teknis lainnya agar perencanaan lebih tepat sasaran.
Kepala Seksi Perencanaan Tata
Ruang Dinas PUPR Provinsi NTT menyampaikan bahwa tim perencana telah mulai
bergerak ke lapangan. Tim Konsultan Perencana dari Kupang akan turun langsung
ke Kabupaten Sikka untuk melakukan koordinasi intensif serta mengumpulkan data
awal dari Dinas PUPR Kabupaten Sikka, Bapperida Kabupaten Sikka, Kecamatan
Kangae, dan Perumda Air Minum Wair Puan. Ia juga menekankan pentingnya
memastikan sumber mata air berada di lahan bebas sengketa untuk menghindari
potensi konflik ke depan.
Kepala Bapperida Kabupaten
Sikka mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi NTT yang telah mengalokasikan
anggaran perencanaan bagi Kecamatan Kangae—aspirasi yang juga didorong oleh
Wakil Ketua DPRD Provinsi NTT. Ia menyebutkan bahwa 9 desa di Kecamatan Kangae
tidak semuanya memiliki akses air karena ketiadaan sumber mata air, terutama di
wilayah perbukitan. Kondisi ini turut memengaruhi tingginya kasus stunting dan
tingginya angka kemiskinan.
Dari sisi teknis, Tim
Konsultan Perencana menegaskan bahwa Kecamatan Kangae merupakan wilayah dengan
minim atau bahkan tanpa sumber mata air. Kondisi topografi yang tinggi juga
menjadi tantangan, terutama di lima desa stunting, yaitu Desa Kokowahor, Desa
Watumilok, Desa Watuliwung, Desa Tanaduen dan Desa Blatatatin. Karena sumber
mata air hampir tidak tersedia, konsultan mengusulkan agar perencanaan lebih
difokuskan pada pemanfaatan sumur bor P2AT yang sudah ada.
Direktur Perumda Air Minum
Wair Puan mengkonfirmasi bahwa dua unit sumur bor P2AT telah diserahterimakan,
namun hingga kini belum dimanfaatkan untuk pelayanan air. Dinas PUPR Kabupaten
Sikka juga menambahkan bahwa beberapa desa, seperti Desa Tanaduen dan Desa Habi,
telah memperoleh intervensi berupa jaringan air bersih dan bak reservoir.
Pemkab Sikka berkomitmen menyediakan seluruh data yang diperlukan tim konsultan perencanaan, namun menekankan perlunya penyamaan persepsi sebelum survei lapangan agar identifikasi masalah menjadi fokus dan tepat sasaran. Selain itu, pemerintah daerah berharap Bendungan Napun Gete dapat segera dioperasikan karena berpotensi menjadi sumber air baku bagi sejumlah kecamatan, termasuk Kangae.
Kontributor Bidang IW
- 20 November 2025
- bidangiw
- Bapelitbang
