FGD Peran Perempuan dan Generasi Muda dalam Perhutanan Sosial Digelar di Kabupaten Sikka

Forum Group Discussion (FGD) bertajuk “Peran
dan Kontribusi Perempuan serta Generasi Muda dalam Perhutanan Sosial”
digelar pada Jumat, 25 Juli 2025, di aula Badan Perencanaan Pembangunan Riset
dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Sikka. Kegiatan ini merupakan bagian
dari rangkaian implementasi Program Forest
Programme V (FP V) yang saat ini tengah berlangsung di wilayah Kabupaten
Sikka.
FGD ini menjadi wadah strategis untuk memperkuat
kolaborasi lintas sektor, menggali potensi, dan merumuskan langkah konkret demi
pemberdayaan perempuan dan generasi muda dalam pengelolaan hutan yang
berkelanjutan dan inklusif. Tujuannya adalah untuk berbagi serta memvalidasi
temuan awal terkait peran kelompok ini dalam perhutanan sosial, menggali
wawasan dari para pemangku kepentingan, serta menjajaki sinergi menuju
penguatan inklusi dan pemberdayaan.
Acara resmi dibuka oleh Kepala Bapperida
Kabupaten Sikka, Ibu Margaretha Movaldes Da Maga Bapa, ST., M.Eng. Dalam
sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak atas kontribusi
dan kerja sama dalam pelaksanaan FP V. Ia menegaskan bahwa kemitraan yang
terbangun antara pemerintah pusat, provinsi, daerah, dan masyarakat telah
memberikan dampak positif, khususnya dalam pengurangan angka kemiskinan melalui
pemberian akses kelola hutan kepada masyarakat dalam skema perhutanan sosial.
"Peran lintas sektor sangat penting untuk
terus mendorong perempuan sebagai penggerak ekonomi keluarga," ujar
Margaretha. Ia berharap kegiatan ini mampu melahirkan rekomendasi yang relevan
dan aplikatif bagi seluruh pemangku kepentingan.
Peserta yang hadir dalam FGD ini mencakup
perwakilan dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kelompok Usaha Perhutanan
Sosial (KUPS) dari Desa Wairbleler, Werang, dan Wolokoli, pelaku UMKM, serta
akademisi dari perguruan tinggi di Kabupaten Sikka.
Kegiatan juga dihadiri oleh sejumlah tokoh
penting dari tim pelaksana FP V, antara lain Ibu Emanuelle Andaya selaku Tenaga
Ahli Internasional untuk Peran Perempuan dalam Pengelolaan Hutan, Bapak Deni
Darmawan dari National Project Management Unit, Bapak Aku Dulu Semuel S. Sabu
selaku Koordinator Provinsi FP V, serta Bapak Alfons Hery, Koordinator
Pendamping Perhutanan Sosial.
Dalam sesi paparan utama, Ibu Emanuelle Andaya
memaparkan hasil kunjungan dan diskusi yang telah dilakukannya bersama kelompok
perhutanan sosial, kelompok perempuan, serta pemuda di Kabupaten Sikka. Ia
menyoroti pentingnya menciptakan ruang yang inklusif dan setara dalam
pengambilan keputusan serta akses terhadap sumber daya. Menurutnya, potensi
yang dimiliki perempuan dan generasi muda merupakan aset besar yang dapat
mendorong keberhasilan jangka panjang perhutanan sosial.
Sesi diskusi berlangsung dinamis, dengan
peserta aktif menyampaikan pandangan, masukan, dan usulan kegiatan yang dapat
memperkuat usaha kelompok perempuan, termasuk pelatihan kewirausahaan, akses
pasar, dan pendampingan berkelanjutan.
FGD ini menjadi momentum penting untuk
menyatukan visi dan komitmen bersama demi menciptakan pengelolaan hutan yang
tidak hanya lestari, tetapi juga adil dan inklusif bagi seluruh lapisan
masyarakat, terutama perempuan dan generasi muda sebagai agen perubahan masa
depan.
- 28 Juli 2025
- bidangpsda
- Bapelitbang
