• (0382) 2400415
  • bappeda.sikka@yahoo.co.id

FGD Peran Perempuan dan Generasi Muda dalam Perhutanan Sosial Digelar di Kabupaten Sikka

Forum Group Discussion (FGD) bertajuk “Peran dan Kontribusi Perempuan serta Generasi Muda dalam Perhutanan Sosial” digelar pada Jumat, 25 Juli 2025, di aula Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Sikka. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian implementasi Program Forest Programme V (FP V) yang saat ini tengah berlangsung di wilayah Kabupaten Sikka.

FGD ini menjadi wadah strategis untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor, menggali potensi, dan merumuskan langkah konkret demi pemberdayaan perempuan dan generasi muda dalam pengelolaan hutan yang berkelanjutan dan inklusif. Tujuannya adalah untuk berbagi serta memvalidasi temuan awal terkait peran kelompok ini dalam perhutanan sosial, menggali wawasan dari para pemangku kepentingan, serta menjajaki sinergi menuju penguatan inklusi dan pemberdayaan.

Acara resmi dibuka oleh Kepala Bapperida Kabupaten Sikka, Ibu Margaretha Movaldes Da Maga Bapa, ST., M.Eng. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak atas kontribusi dan kerja sama dalam pelaksanaan FP V. Ia menegaskan bahwa kemitraan yang terbangun antara pemerintah pusat, provinsi, daerah, dan masyarakat telah memberikan dampak positif, khususnya dalam pengurangan angka kemiskinan melalui pemberian akses kelola hutan kepada masyarakat dalam skema perhutanan sosial.

"Peran lintas sektor sangat penting untuk terus mendorong perempuan sebagai penggerak ekonomi keluarga," ujar Margaretha. Ia berharap kegiatan ini mampu melahirkan rekomendasi yang relevan dan aplikatif bagi seluruh pemangku kepentingan.

Peserta yang hadir dalam FGD ini mencakup perwakilan dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) dari Desa Wairbleler, Werang, dan Wolokoli, pelaku UMKM, serta akademisi dari perguruan tinggi di Kabupaten Sikka.

Kegiatan juga dihadiri oleh sejumlah tokoh penting dari tim pelaksana FP V, antara lain Ibu Emanuelle Andaya selaku Tenaga Ahli Internasional untuk Peran Perempuan dalam Pengelolaan Hutan, Bapak Deni Darmawan dari National Project Management Unit, Bapak Aku Dulu Semuel S. Sabu selaku Koordinator Provinsi FP V, serta Bapak Alfons Hery, Koordinator Pendamping Perhutanan Sosial.

Dalam sesi paparan utama, Ibu Emanuelle Andaya memaparkan hasil kunjungan dan diskusi yang telah dilakukannya bersama kelompok perhutanan sosial, kelompok perempuan, serta pemuda di Kabupaten Sikka. Ia menyoroti pentingnya menciptakan ruang yang inklusif dan setara dalam pengambilan keputusan serta akses terhadap sumber daya. Menurutnya, potensi yang dimiliki perempuan dan generasi muda merupakan aset besar yang dapat mendorong keberhasilan jangka panjang perhutanan sosial.

Sesi diskusi berlangsung dinamis, dengan peserta aktif menyampaikan pandangan, masukan, dan usulan kegiatan yang dapat memperkuat usaha kelompok perempuan, termasuk pelatihan kewirausahaan, akses pasar, dan pendampingan berkelanjutan.

FGD ini menjadi momentum penting untuk menyatukan visi dan komitmen bersama demi menciptakan pengelolaan hutan yang tidak hanya lestari, tetapi juga adil dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat, terutama perempuan dan generasi muda sebagai agen perubahan masa depan.

  • 28 Juli 2025
  • bidangpsda
  • Bapelitbang