Gencarkan Aksi Penurunan Stunting, Wakil Bupati Sikka ikut Rakor Percepatan Penurunan Stunting

Upaya penanggulangan stunting di Kabupaten Sikka terus diperbaiki, digalakan dan dikoordinasikan agar pencapaian target sesuai yang ditetapkan. Salah satu instrumen percepatan adalah koordinasi untuk pemaduserasian arah dan kebijakan penanggulangan stunting dimaksud. Untuk itu, Pada hari Selasa (1/11) Wakil Bupati Sikka Romanus Woga, memimpin tim Kabupaten Sikka bersama Kepala Bapelitbang dan staf, Kepala Dinas Kesehatan dan Staf, serta Kepala DP2KBP3A beserta staf telah turut serta mengikuti Rapat Koordinasi Percepatan Penurunan Stunting yang dipimpin oleh Gubernur Nusa Tenggara Timur, Victor Bungtilu Laiskodat, S.H, dan dihadiri oleh Bupati atau Wakil Bupati dari 22 Kabupaten Kota Se-NTT di Aula Kantor Bupati Timor Tengah Selatan.
Dalam arahannya, Gubernur NTT menyampaikan bahwa apresiasi dan terima kasih terhadap para kepala daerah yang telah berupaya untuk menurunkan angka stunting hingga turun sebesar 4,3% menjadi 17,71%. Secara garis besar, capaian target dan upaya penurunan stunting yang kita lakukan selama ini dan jika dicermati dalam e-PPGBM per Agustus 2021 dengan target sebesar 20 % dan realisasi sebesar 20,9% serta target Agustus tahun 2022 sebesar 16% dan realisasi sebesar 17,7 % maka kita sudah di jalur yang benar atau sudah on the track. Hanya terdapat beberapa Kabupaten dan Kota Kupang yang prevalensinya masih diatas 20%, tegas beliau. Gubernur juga mendorong para Bupati, Pejabat Bupati/Wakil Bupati dan Wali Kota untuk mengidentifikasi sebenar-benarnya penyebab masih tingginya prevalensi stunting dan tak perlu malu untuk belajar pada daerah-daerah yang telah berhasil menurunkan angka stunting dimaksud. Beliau juga mendesak para Bupati, pejabat Bupati/Wali Kota untuk mengambil Langkah-langkah percepatan penurunan stunting melalui upaya preventif misalnya dengan cara para camat, kepala desa dan lurah harus mengenali ibu hamil yang terdapat di dalam wilayahnya serta perlu membuat laporan secara berkala. Ini penting supaya mereka bisa ikuti secara baik perkembangan ibu hamil, apakah dia hamil dengan resiko atau normal termasuk persiapan-persiapan calon pengantin pengukuran indikator-indikator Kesehatan. Selain itu, beliau juga menegaskan bahwa perlu mendata anak stunting dan ibu hamil yang beresiko dan didokumentasikan dalam bentuk foto ataupun video.
Disamping itu, Gubernur Laiskodat juga menegaskan bahwa para kepala desa, lurah dan camat untuk memastikan alat ukur antropometri yang sesuai standar untuk semua posyandu serta tetap fokus untuk intervensi lainnya seperti sanitasi, air bersih dan ketersediaan pangan yang cukup. Beliau juga menambahkan bahwa Bapeda harus memastikan anggaran untuk pengadaan alat ukur antropometri yang diadakan harus sesuai standar. Selain memberikan arahan, pada kesempatan itu juga dilakukan dialog antara Gubernur serta Bupati/Wakil Bupati serta Wali Kota terkait strategi dan praktek baik serta komitmen lanjutan untuk pencapaian target penurunan angka stunting di tahun berikutnya. Dalam dialog tersebut, Wakil Bupati Sikka menyampaikan bahwa capaian Kabupaten Sikka diperoleh melalui kerja sama lintas sektor baik melalui pendekatan spesifik, maupun sensitif. Kami mempunyai motto, BMB. “ Bersama Membangun……..Bisa! imbuhnya.
Dalam acara tersebut juga berlangsung pemberian penghargaan berupa laptop dan piagam kepada 10 Kabupaten kota terbaik dengan hasil kinerja aksi penanggulangan stunting Tahun 2022 se-NTT. Kabupaten Sikka juga merupakan salah satu kabupaten yang menerima penghargaan tersebut atas pencapaian hasil kinerja penanggulangan stunting terbaik dalam Konvergensi stunting di NTT.
Rakor ini ditutup dengan komitmen bersama oleh, Pemerintah Provinsi NTT beserta Pemerintah Kabupaten Kota untuk tetap menjaga kesepakatan rakor di Labuhan Bajo dan Waingapu untuk mempercepat penanggulangan stunting hingga mencapai target Provinsi NTT yang ditentukan pada Tahun 2023 yaitu sebesar 10-12 persen.
(MH)
- 04 November 2022
- bidangppm
- Bapelitbang
