Inovasi GEMA SEJIWAKU yang diinisiasi Puskesmas
Tanarawa menerima penghargaan Top 10 Terbaik pada Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik
(KOIN-YANLIK) Provinsi NTT pada Tahun 2024 lalu. Penyerahan Piagam penghargaan kepada Inovator dilaksanakan
bertepatan dengan Musrenbang RKPD Kabupaten Sikka Tahun 2026 di Sikka
Convention Centre pada Kamis, 6 Maret 2025. Sekda Sikka, Adrianus Firminus
Parera menyerahkan piagam penghargaan yang diterima langsung Kepala Puskesmas
Tanarawa, Herman Mado.
Inovasi GEMA SEJIWAKU
(Gerakan Masyarakat Sehat Jiwaku) dinisiasi oleh dr. Maria Sunvratys dan diterapkan di Puskesmas Tanarawa pada Tahun 2022. Dilatarbelakangi
banyaknya kasus ODGJ di Kecamatan
Waiblama yang merupakan wilayah kerja Puskesmas Tanarawa. Di Tahun 2021
dan 2022, masalah kesehatan jiwa masih menjadi persoalan yang besar di
kecamatan Waiblama. Kasus ODGJ di Waiblama sebagian besar merupakan kasus
ODGJ Berat, berperilaku agresif, tanpa ada pengawasan dari keluarga,
diterlantarkan, dan tidak mendapat pengobatan. Bahkan di tahun 2021, terjadi kasus pembunuhan yang
dilakukan ODGJ di Desa Werang menyebabkan 2 orang warga meninggal dan 3 lainnya
luka-luka. Dari sisi pengetahuan masyarakat, masih ada pemahaman atau stigma masyarakat bahwa gangguan jiwa adalah akibat terkena guna-guna/sihir atau "salah adat" (konsekuensi mistis karena tidak
mengikuti adat istiadat setempat) dan biasanya pengobatan ditangani oleh dukun kampung. Adanya stigma tersebut menyebabkan perlakuan dan
kepedulian keluarga serta masyarakat terhadap ODGJ menjadi sangat rendah sehingga
ODGJ menjadi terlantar bahkan dipasung oleh keluarga sendiri untuk menghindari mengganggu
masyarakat sekitarnya.
GEMA
SEJIWAKU mengajak semua lapisan masyarakat untuk berpartisipasi aktif, sehingga
masalah kesehatan jiwa bukan hanya menjadi tanggung jawab individu atau
profesional kesehatan, tetapi juga tanggung jawab bersama yang harus
diselesaikan. GEMA SEJIWAKU berhasil menurunkan jumlah kasus pasung di
Kecamatan Waiblama dari 6 kasus di tahun 2022 menjadi 1 kasus pada tahun 2024 dan
ditargetkan di akhir tahun 2024 sebagai Kecamatan bebas pasung. Hingga
Oktober 2024 dari 45 ODGJ yang terdata, semuanya rutin minum obat yang sudah dinyatakan sembuh 25 orang dan 20
pasien dalam rutin pengobatan. Menurut Herman Mado, keberhasilan inovasi GEMA SEJIWAKU dikarenakan partisipasi aktif
masyarakat yang tinggi, menciptakan jaringan dukungan yang saling membantu, yang penting
bagi ODGJ dan keluarganya.
- 12 Maret 2025
- bidangppm
-
Bapelitbang