Menuju Eliminasi ATM, Pemda Sikka gandeng ADINKES dan unsur Pentahelix

Kamis,
12 September 2024, bertempat di Aula Egon, Lt.3 Kantor Bupati Sikka
diselenggarakan Pertemuan Kemitraan Lintas Sektor dalam Upaya Pencegahan dan
Pengendalian AIDS, Tuberkulosis dan Malaria (ATM) yang merupakan Kerjasama
Pemerintah Kabupaten Sikka dengan Asosiasi Dinas Kesehatan (ADINKES), kegiatan
ini merupakan lanjutan Lokakarya Penyusunan Dokumen Perencanaan dan Dokumen
Pengganggaran terkait program ATM yang telah diselenggarakan selama dua hari
yaitu di hari Selasa dan Rabu, 10-11 September 2024 di Hotel Permatasari
Maumere. Kegiatan pertemuan kemitraan di hadiri oleh Pj. Bupati Sikka, Adrianus
Firminus Parera, S.E., M.Si, Pj. Sekretaris Daerah Kabupaten Sikka, Ibu
Margaretha M. da Maga Bapa, S.T., M.Eng, Koordinator RSSH Adinkes Propinsi
Bapak Dr. dr. H.A. Fernandez., M. Kes, hadir melalui zoom, Manager Program RSSH
Adinkes Pusat, Bapak Halik, S.T., ME, Pimpinan Perangkat Daerah Konvergensi
Percepatan Pencegahan dan Pengendalian ATM serta mitra pentahelix.
Indonesia dan Sikka berupaya untuk
mencapai fase berakhirnya AIDS,
Tuberkulosis dan Malaria ( ATM) pada tahun 2030 sejalan dengan komitmen dengan
negara lainnya di tingkat global. Pemerintah Kabupaten Sikka turut serta
berkomitmen untuk penanganan ATM ini melalui reduksi dan eliminasi. Reduksi dimaksudkan upaya pengurangan angka
kesakitan dan/atau kematian terhadap penyakit infeksi ATM agar secara bertahap
penyakit tersebut menurun sesuai dengan sasaran atau target operasionalnya.
Sedangkan eliminasi merupakan upaya pengurangan
terhadap penyakit infeksi ATM secara berkesinambungan di wilayah daerah
sehingga angka kesakitan penyakit tersebut dapat ditekan serendah mungkin agar
tidak menjadi masalah kesehatan di
wilayah daerah yang bersangkutan. Data memperlihatkan bahwa jumlah AIDS di
Kabupaten Sikka pada tahun 2023 sebanyak 68
kasus menurun menjadi 33 kasus per Juni 2024 tapi secara kumulatif,
jumlahnya menaik dan telah mencapai 1149 penderita hingga Juni 2024 dan total
penderita yang telah meninggal menjadi 228 orang. Jumlah kasus TBC pada tahun 2023 sebanyak 539
kasus dan pada tahun 2024 per Agustus sebanyak 325 kasus. Sedangkan untuk kasus
Malaria, Kabupaten Sikka memang belum merupakan kabupaten bebas malaria,
terbukti, beberapa waktu yang lalu, muncul kasus di Tana Ai maupun di Waigete.
Artinya, bahwa kerja ekstra untuk menangani masalah tersebut secara bersinergi
dengan semua unsur pentahelix karena penanganan kasus ATM bukan hanya semata
jadi tugasnya Dinas Kesehatan dan mengakhiri Epidemi ATM merupakan target
penting dalam tujuan Pembangunan berkelanjutan.
Pada pembukaan kegiatan pertemuan kemitraan oleh Koordinator
RSSH Adinkes Propinsi Bapak Dr. dr. H.A. Fernandez., M. Kes menyampaikan bahwa
dari data yang ada Indonesia menempati urutan ke 2 didunia setelah India
diikuti oleh Cina yang menempati posisi ke tiga kasus Tuberkulosis dan Malaria.
Dr. Hiron, sapaan akrabnya menyampaikan bahwa untuk wilayah NTT, Global Fun
memberikan dukungan penganggaran untuk percepatan penanggulangan ATM di 9
Kabupaten, salah satunya di Kabupaten Sikka. Dukungan Global Fund untuk
kemitraan penanggulangan ATM di Indonesia mencakup 38 Provinsi di Indonesia,
hal ini dikarenakan upaya yang dilakukan belum menggembirakan dan belum benar2
menekan kasus ATM di Indonesia.
Tingginya penyakit ATM di Indonesia
dan juga Sikka masih menjadi tantangan
bagi Pemerintah untuk melakukan upaya-upaya percepatan dalam
penanganannya. ATM ini, tidak hanya menjadi beban bagi negara tetapi penyakit
ini menjadi ancaman serius bagi Masyarakat. Oleh sebab itu harus menjadi
perhatian bersama saat ini adalah meningkatkan pemahaman dan kesadaran
masyarakat terhadap ketiga penyakit AIDS, Tuberkulosis dan Malaria dengan terus
tekun dan telaten memberikan edukasi bahwa penyakit ini berdampak negatif bagi
Masyarakat.
Pertemuan
kemitraan ini sekaligus dirangkaikan dengan launching Peraturan Bupati tentang
Percepatan Penanggulangan Penyakit Menular Infeksi HIV, Tuberkulosis dan
Malaria oleh Pj. Bupati Sikka, Adrianus Firminus Parera, S.E., M.Si. Dalam
sambutannya, Adrianus Parera menyampaikan bahwa ada dua dukungan pemerintah
Kabupaten Sikka dalam upaya penanggulangan ATM yaitu dukungan kebijakan dan
fasilitasi, Launching Perbub Percepatan Penanggulangan ATM merupakan bentuk
dukungan kebijakan pemerintah daerah, dukungan kebijakan lainnya berupa
anggaran yang berpihak pada penanggulangan ATM, sementara dukungan fasilitasi adalah
dengan menggerakan tim percepatan penanggulangan yang ada untuk mengatasi ATM. Pada
kesempatan ini, Adrianus Parera juga menyampaikan bahwa dukungan dari semua
sektor pentahelix dapat meminimalisir penyakit ATM ini karena pemerintah
memiliki keterbatasan anggaran. Pada akhir sambutannya, Adrianus Parera
mengajak tim percepatan penanggulangan ATM Sikka agar menggunakan Motto ATM
yang berarti Amati, Tiru dan Modifikasi praktek-praktek baik yang telah
dilakukan oleh wilayah contoh penanggulangan ATM yang telah berhasil melakukan
percepatan penanggulangan ATM.
SALAM Bidang PPM Bapperida Sikka
- 13 September 2024
- bidangppm
- Bapelitbang
