Menuju Sanitasi Aman, Pemerintah Kabupaten Sikka Gandeng UGM Susun Dokumen RISPAL-D

Target SDGs, pada
tahun 2030 mencapai akses terhadap sanitasi (Air Limbah Domestik) dan
kebersihan yang memadai dan merata bagi semua, dan menghentikan praktik buang
air besar ditempat terbuka, memberikan perhatian khusus. Data menunjukan
capaian Sanitasi Total Berbasis Masyarakat Kabupaten Sikka baru mencapai 60% di
96 desa. Guna menuju capaian sanitasi aman, Pemerintah Kabupaten Sikka melalui
Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) Kabupaten
Sikka bekerjasama dengan Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada menyusun
Rencana Induk Sistim Pengolahan Air Limbah Domestik (RISPALD) Kabupaten Sikka
yang ekspose akhirnya dilaksanakan pada
Jumad, 4 Oktober 2024 di Aula Rokatenda Kantor Bupati Sikka.
Penjabat Sekretaris
Daerah Kabupaten Sikka Margaretha Movaldes Da Maga Bapa, atau lebih akrab
dipanggil Femmy Bapa dalam arahanya saat
membuka kegiatan menyatakan bahwa seiring dengan perkembangan Kota Maumere,
sangat perlu sekali kita menjaga kualitas lingkungan termasuk juga didalam
pengelolaan air limbah. Kita sekarang lebih fokus pada pelayanan air bersih
padahal air bersih itu tidak bisa terlepas dari pengelolaan air limbah domestik
ini, sehingga kita bisa menghasilkan satu pengelolaan yang terstruktur, sistematis
dan mengikuti standar kualitas lingkungan. Menurut Femy Bapa, sanitasi sangat
erat kaitanya dengan prevalensi stunting. Sehingga upaya penurunan stunting
juga harus dibarengi dengan perbaikan sanitasi.
Sedangkan Ni Nyoman
Marleni sebagai Ketua Tim Penyusun Dokumen RISPAL dalam paparanya menggambarkan
kondisi sanitasi Kabupaten Sikka saat ini disertai target dan strategi untuk
tercapainya sanitasi aman sampai tahun 2044. Ni Nyoman Marleni juga
menyampaikan bahwa Sistem Pengelolaan
Air Limbah sangat penting untuk melindungi lingkungan, kesehatan
manusia dan meningkatkan kualitas hidup. Dengan mengelola air
limbah, kita dapat mengurangi pencemaran lingkungan,
menjaga kesehatan masyarakat dan memanfaatkan sumberdaya
air secara berkelanjutan, dengan melakukan pembangunan infrastruktur berupa
MCK, Toilet Umum, Tangki Septik Komunal yang dilakukan melalui
Program Sanitasi Lingkungan Masyarakat
(SLBM) di beberapa kawasan, termasuk daerah rawan
agar dapat mengurangi pencemaran lingkungan.
Kegiatan ekspose akhir Dokumen
RISPALD dihadiri oleh Plt. Kepala BAPPERIDA Paulus Bangkur, Para Kepala Dinas, Dekan Fakultas Teknik
Universitas Nusa Nipa, Para Camat dan Lurah. Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan diskusi yang
dimoderatori Plt. Kepala BAPPERIDA untuk mendapatkan
masukan guna penyempurnaan dokumen
Laporan Akhir. Laporan akhir ini diharapkan akan menjadi dasar pengambilan kebijakan bagi Pemerintah
Daerah Kabupaten Sikka ke depannya
serta pemenuhan persyaratan Dana Alokasi Khusus Sanitasi.
Kepala Bidang Riset dan Inovasi pada BAPPERIDA Kabupaten Sikka Yanto Nara Bata mengatakan, tujuan penyusunan Dokumen RISPALD agar Kabupaten Sikka memiliki Rencana Induk penyelenggaraan SPAL yang terarah, terpadu, sistematis sesuai karakteristik lingkungan dan sosial ekonomi masyarakat serta tanggap terhadap kebutuhan pemangku kepentingan. Menurut Yanto, anggaran untuk penyusunan Dokumen RISPAL bersumber dari DAU Spesific Grand yang merupakan bagian dari kegiatan riset. (bidangriset&inovasi)
- 04 Oktober 2024
- bidangrisetinovasi
- Bapelitbang
