• (0382) 2400415
  • bappeda.sikka@yahoo.co.id

Menuju Sanitasi Aman, Pemerintah Kabupaten Sikka Gandeng UGM Susun Dokumen RISPAL-D

Target SDGs, pada tahun 2030 mencapai akses terhadap sanitasi (Air Limbah Domestik) dan kebersihan yang memadai dan merata bagi semua, dan menghentikan praktik buang air besar ditempat terbuka, memberikan perhatian khusus. Data menunjukan capaian Sanitasi Total Berbasis Masyarakat Kabupaten Sikka baru mencapai 60% di 96 desa. Guna menuju capaian sanitasi aman, Pemerintah Kabupaten Sikka melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) Kabupaten Sikka bekerjasama dengan Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada menyusun Rencana Induk Sistim Pengolahan Air Limbah Domestik (RISPALD) Kabupaten Sikka yang ekspose akhirnya dilaksanakan  pada Jumad, 4 Oktober 2024 di Aula Rokatenda Kantor Bupati Sikka.

Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Sikka Margaretha Movaldes Da Maga Bapa, atau lebih akrab dipanggil  Femmy Bapa dalam arahanya saat membuka kegiatan menyatakan bahwa seiring dengan perkembangan Kota Maumere, sangat perlu sekali kita menjaga kualitas lingkungan termasuk juga didalam pengelolaan air limbah. Kita sekarang lebih fokus pada pelayanan air bersih padahal air bersih itu tidak bisa terlepas dari pengelolaan air limbah domestik ini, sehingga kita bisa menghasilkan satu pengelolaan yang terstruktur, sistematis dan mengikuti standar kualitas lingkungan. Menurut Femy Bapa, sanitasi sangat erat kaitanya dengan prevalensi stunting. Sehingga upaya penurunan stunting juga harus dibarengi dengan perbaikan sanitasi.

Sedangkan Ni Nyoman Marleni sebagai Ketua Tim Penyusun Dokumen RISPAL dalam paparanya menggambarkan kondisi sanitasi Kabupaten Sikka saat ini disertai target dan strategi untuk tercapainya sanitasi aman sampai tahun 2044. Ni Nyoman Marleni juga menyampaikan bahwa Sistem Pengelolaan Air Limbah sangat penting untuk melindungi lingkungan, kesehatan manusia dan meningkatkan kualitas hidup. Dengan mengelola air limbah, kita dapat mengurangi pencemaran lingkungan, menjaga kesehatan masyarakat dan memanfaatkan sumberdaya air secara berkelanjutan, dengan melakukan pembangunan infrastruktur berupa MCK, Toilet Umum, Tangki Septik Komunal yang dilakukan melalui Program Sanitasi Lingkungan Masyarakat (SLBM) di beberapa kawasan, termasuk daerah rawan agar dapat mengurangi pencemaran lingkungan.

Kegiatan ekspose  akhir  Dokumen RISPALD dihadiri oleh Plt. Kepala BAPPERIDA Paulus Bangkur,  Para Kepala Dinas, Dekan Fakultas Teknik Universitas Nusa Nipa,  Para Camat dan  Lurah. Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan diskusi yang dimoderatori Plt. Kepala BAPPERIDA untuk mendapatkan masukan guna penyempurnaan  dokumen  Laporan Akhir. Laporan akhir ini diharapkan akan menjadi dasar pengambilan kebijakan bagi Pemerintah Daerah Kabupaten Sikka ke depannya serta pemenuhan persyaratan Dana Alokasi Khusus Sanitasi.

Kepala Bidang Riset dan Inovasi pada BAPPERIDA Kabupaten Sikka  Yanto Nara Bata mengatakan, tujuan penyusunan Dokumen RISPALD agar Kabupaten Sikka memiliki Rencana Induk penyelenggaraan SPAL yang terarah, terpadu, sistematis sesuai karakteristik lingkungan dan sosial ekonomi masyarakat serta tanggap terhadap kebutuhan pemangku kepentingan. Menurut Yanto, anggaran untuk penyusunan Dokumen RISPAL bersumber dari DAU Spesific Grand yang merupakan bagian dari kegiatan riset. (bidangriset&inovasi)

  • 04 Oktober 2024
  • bidangrisetinovasi
  • Bapelitbang