Pelatihan Pengasuhan Responsif, Komitmen Pemenuhan Standar Layanan PAUD HI

Gugus Tugas PAUD HI bekerjasama dengan Yayasan Flores Children
Development (FREN) mitra ChildFund Internasional di Indonesia melaksanakan Pelatihan Pengasuhan Responsif berbasis
PAUD, sebagai komitmen pemenuhan standar penyelenggaraan layanan PAUD HI di Kabupaten
Sikka. Pengasuhan responsif juga merupakan salah satu poin dari delapan indikator
esensial, bagian dari kurikulum yang wajib dipenuhi oleh setiap satuan PAUD. Berdasarkan
hasil monitoring dan evaluasi Tim Gugus Tugas dan penjajakan Yayasan FREN di
Satuan PAUD pada Tahun 2024, masih ditemukan permasalahan pemahaman terkait konsep dan teknis
operasional pengasuhan responsif atau parenting. Data dan fakta yang menjadi salah
satu faktor determinan dari masalah tersebut adalah proporsi guru PAUD
berijazah D4/S1 baru mencapai 56.43% sedangkan proporsi Pendidik dan Tenaga
Kependidikan bersertifikasi baru mencapai 29.16%. Melihat data kapasitas dan kompetensi
sumber daya guru yang ada, maka Gugus Tugas PAUD HI bersama Yayasan FREN berinisiasi
menyelenggarakan Pelatihan Pengasuhan Responsif Berbasis PAUD bagi PAUD HI dan
PAUD dampingan Yayasan FREN (Calon PAUD HI) selama tiga hari mulai dari Hari Kamis
tanggal 27 sd Sabtu 29 Maret 2025 di Aula BAPPERIDA Kabupaten Sikka.
Dalam sambutannya, pada saat membuka acara, Kepala BAPPERIDA Sikka Ibu
Margaretha M.D.M Bapa, S.T.,M.Eng menekankan bahwa usia emas atau golden age
adalah investasi sumber daya manusia yang merupakan kunci kesuksesan membangun
Nian Tana Sikka, Femmy Bapa sapaan akrabnya juga menyampaikan bahwa
Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif merupakan salah satu Prioritas Pembangunan
Nasional yang mengacu pada Asta Cita dengan strategi percepatan wajib belajar
13 tahun (1 tahun pra sekolah/ PAUD) 12 tahun pendidikan dasar dan menengah dan
peningkatan kualitas pengajaran dan pembelajaran melalui layanan PAUD HI. Sebelum
mengakhiri sambutannya wanita yang memiliki hobby travelling dan kuliner ini menitipkan
pesan kepada para peserta pelatihan untuk tidak lupa berfokus pada pembentukan
karakter anak sesuai profil pelajar pancasila, sedangkan untuk Gugus Tugas PAUD
HI diharapkan melakukan evaluasi implementasi kebijakan sesuai Perbup Nomor 51
tahun 2022. ”Kita perlu meningkatkan kualitas layanan PAUD dan jadikan asesmen
sebagai motivasi untuk perbaikan dari hari ke hari untuk wujudkan generasi emas
di Nian Tana Sikka”, ungkapnya mengakhiri.
Dalam kesempatan yang sama, Frumensius Wegu selaku Penanggungjawab Program
Learning Yayasan FREN, menyampaikan bahwa kegiatan pelatihan ini merupakan
bukti dukungan FREN kepada Pemda Kabupaten Sikka melalui Gugus Tugas PAUD HI. ’’Harapan
kami, semoga kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini, dapat dimanfaatkan
semaksimal mungkin untuk perbaikan layanan pengasuhan responsif di satuan PAUD,
ungkap pria asal kelahiran Nagekeo ini.
Kontributor PPM Crew - CLS
- 28 Maret 2025
- bidangppm
- Bapelitbang
