• (0382) 2400415
  • bappeda.sikka@yahoo.co.id

Pemkab Sikka Bahas Digitalisasi Retribusi Jasa Umum untuk Tingkatkan PAD

Pemerintah Kabupaten Sikka menggelar Rapat Pembahasan Kajian dan Rencana Digitalisasi Retribusi Jasa Umum, Kamis (7/8/2025), di ruang Sekretaris Daerah.

Rapat ini dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sikka, Adrianus Firminus Parera, SE, M.Si., dan dihadiri oleh sejumlah pejabat strategis lintas perangkat daerah, antara lain Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat; Plt Asisten Administrasi Umum yang sekaligus Kepala Bapperida; Kepala Badan Pendapatan Daerah; Kepala Dinas Perhubungan; Sekretaris Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan UKM; Kepala Bidang Aset pada BPKAD; serta para pejabat eselon dan pejabat fungsional yang membidangi.

Fokus utama rapat adalah peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui kerja sama dengan pihak ketiga, khususnya dalam mengatasi kebocoran retribusi di sektor pasar dan parkir tepi jalan umum guna mengoptimalkan penerimaan daerah secara lebih transparan dan efisien.

Kepala Bapenda Kabupaten Sikka, Yosef Benyamin, SH., memaparkan hasil kajian awal yang menunjukkan potensi retribusi parkir jauh lebih tinggi dibanding realisasi saat ini. Uji petik retribusi parkir di Pasar Senja menunjukkan potensi tahunan Rp76 juta, sementara realisasi hanya sekitar Rp24 juta per tahun.

Salah satu opsi yang ditawarkan adalah kerja sama dengan PT FTF Globalindo, yang menyediakan sistem e-retribusi berbasis digital. Perusahaan ini siap membiayai infrastruktur teknis dan menawarkan skema bagi hasil 50%. Sistem ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi, transparansi, serta menekan kebocoran retribusi.

Plt. Asisten Administrasi Umum yang juga Kepala Bapperida Kabupaten Sikka, Margaretha M.D.M. Bapa, S.T, M. Eng., menekankan pentingnya strategi mitigasi untuk menghadapi resistensi dari kelompok masyarakat yang selama ini bergantung pada sistem lama, seperti karang taruna dan juru parkir. Beliau menegaskan bahwa perubahan sistem tidak boleh menyingkirkan peran masyarakat lokal, dengan mencontohkan pendekatan di Pasar Alok, di mana petugas lama tetap dilibatkan melalui pelatihan dan pembekalan sesuai sistem baru.

Menanggapi hal tersebut, Sekda Kabupaten Sikka menegaskan perlunya perencanaan yang matang sebelum menjalin kerja sama. Ia juga menekankan pentingnya pelibatan masyarakat lokal, seperti juru parkir, dalam proses transformasi, serta perlunya strategi sosialisasi yang efektif guna meminimalkan resistensi dari masyarakat.

Rapat ditutup dengan kesepakatan untuk memfinalisasi dokumen kajian dan menindaklanjuti tawaran kerja sama melalui presentasi resmi dari PT FTF Globalindo. Langkah ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Daerah Kabupaten Sikka dalam mendorong PAD yang lebih optimal melalui inovasi dan digitalisasi layanan publik.

 

Tim PSDA Bapperida Sikka

  • 12 Agustus 2025
  • bidangpsda
  • Bapelitbang