Percepatan Eliminasi AIDS, Tuberkulosis dan Malaria, Adinkes Provinsi NTT Gelar Workshop Petunjuk Teknis Integrasi AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria serta Kebijakan Nasional ATM

Asosiasi Dinas Kesehatan
(Adinkes) Provinsi NTT menyelenggarakan Workshop Petunjuk Teknis Integrasi
AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria (ATM) serta Kebijakan Nasional ATM selama 2
hari yaitu Senin dan selasa (25 –26 Agustus 2025) bertempat di Aula Cendana
Wangi Poltekes Kemenkes Provinsi NTT. Kegiatan ini diikuti oleh Perwakilan
Asosiasi Dinas Kesehatan Seluruh Indonesia (ADINKES) pusat, Kepala Bapperida,
Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia,
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, dan Pengelolah Program
Tuberculosis (TB) di 8 kabupaten yang hadir secara luring yaitu Kabupaten
Kupang, Kabupaten TTS, Kabupaten Belu, Kabupaten Lembata, Kabupaten Sikka Kabupaten
Sumba Timur, Kabupaten Sumba Tengah, Kabupaten Sumba Barat, dan Kabupaten Sumba
Barat Daya.
Workshop ini bertujuan untuk
memperkuat pemahaman daerah terhadap kebijakan nasional penanggulangan AIDS,
Tuberkulosis, dan Malaria sekaligus menyusun langkah strategis dalam
mengintegrasikan ketiga program prioritas kesehatan tersebut. Dalam sambutannya, Perwakilan RSSH Adinkes Pusat
menegaskan bahwa integrasi program ATM
sangat penting untuk menjawab tantangan kesehatan masyarakat sekaligus
mendukung pencapaian target pembangunan kesehatan nasional. “Kolaborasi
lintas sektor menjadi kunci agar penanggulangan AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria
dapat dilakukan secara lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan,”
ungkapnya.
Materi workshop meliputi:
1. Rekapan
capaian RSSH Provinsi NTT Tahun 2022-2024 oleh Perwakilan Adinkes Pusat
2. Integrasi
Kebijakan terkait AIDS, Tuberkulosis dan Malaria dalam RPJMD Provinsi Nusa
Tenggara Timur Tahun 2025-2029 oleh Bapperida Provinsi NTT
3. Petunjuk
Teknis Integrasi Aids- Tuberkulosis-Malaria Dalam Dokumen Perencanaan Daerah NTT
oleh Direktur SUPD III Ditjen Bina Pembangunan Daerah
4.
Program Pencegahan Dan Pengendalian Penyakit
Oleh Dinas Kesehatan Provinsi oleh Dinas Kesehatan Provinsi NTT
5.
Panduan penggunaan Dana Desa untuk untuk
integrasi Aids, Tuberkulosis dan Malaria oleh Dinas PMD Provinsi NTT
Selain paparan narasumber, peserta juga berdiskusi secara
berkelompok mengenai implementasi ATM di setiap Kabupaten/Kota, integrasi berbagai program/kegiatan dan sub kegiatan dan
indikatornya dalam beberapa dokumen perencanaan seperti, RPJMD Tahun 2025-2029,
Renstra Dinas Kesehatan 2025-2029, RKPD tahun berjalan dan tahun rencana 2026,
Renja Dinas kesehatan, dan dana desa yang mengakomodir penanggulangan AIds,
Tuberculosis dan Malaria.
Kabupaten Sikka menjadi salah satu kabupaten yang
menampilkan hasil integrasi dalam upaya penanggulangan ATM didalam dokumen perencanan daerah. Dalam RPJMD Kabupaten
SIkka Tahun 2025-2029 telah mengakomodir indicator cakupan penemuan dan pengobatan kasus tuberculosis yang menjadi indicator
kinerja daerah, sedangkan indicator persentase orang dengan HIV/AIDS (ODHIV)
dan angka kesakitan malaria akan masuk ke dalam dokumen Rencana Strtaegis
(Renstra )Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka 2025-2029.
Dengan terselenggaranya workshop ini, Adinkes berharap daerah memiliki panduan yang lebih jelas dalam mengintegrasikan program ATM ke dalam perencanaan pembangunan kesehatan, sehingga dapat menekan angka kesakitan dan kematian serta mempercepat pencapaian target Ending AIDS, Eliminasi TB, dan Eliminasi Malaria sesuai agenda pembangunan nasional dan komitmen global.
- 27 Agustus 2025
- bidangppm
- Bapelitbang
