Perkuat kerangka PAUD HI , Sinergi Pemerintah Kabupaten Sikka dan Yayasan PAPHA lakukan revisi Dokumen RAD

Pemerintah Kabupaten Sikka melalui Badan
Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) bekerja sama
dengan Yayasan PAPHA menggelar rapat penting selama dua hari untuk memperkuat
layanan Pendidikan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUD HI). Kegiatan ini dilaksanakan
pada Selasa, 11 November 2025 dan Rabu, 12 November 2025.
Rapat yang dipimpin oleh Kepala Bapperida Kabupaten dan menghadirkan OPD lintas
sektor serta mitra pembangunan untuk memperkuat implementasi layanan PAUD
Holistik Integratif (PAUD HI). Kepala BAPPERIDA, Ibu Margaretha Movaldes D.M Bapa
dalam arahannya menegaskan bahwa penguatan layanan PAUD HI tidak dapat berjalan
tanpa sinergi lintas sektor. “PAUD HI membutuhkan kolaborasi berkelanjutan
antar-instansi, terutama dalam harmonisasi data dan penyusunan program yang
terpadu agar layanan untuk anak usia dini berjalan lebih terarah dan berdampak,".
Pembahasan
difokuskan pada penyelarasan data, evaluasi pelaksanaan program, serta
identifikasi kegiatan dan anggaran yang akan mendukung penyempurnaan RAD PAUD
HI 2024–2028.
Dalam
diskusi, Bapperida menyampaikan bahwa kegiatan parenting belum berjalan
rutin karena keterbatasan SDM yang masih terserap pada pekerjaan administrasi. Yayasan
FREN melaporkan bahwa intervensi parenting dan pengasuhan responsif sejak
2017 baru menjangkau 21 lembaga PAUD, dengan tantangan utama berupa rendahnya
partisipasi orang tua dan minimnya pemahaman guru terhadap kegiatan parenting.
Dari Dinas
PKO, disampaikan bahwa dokumen SPJ telah tersedia meski pelaksanaan di
lapangan masih perlu pemantauan lebih lanjut. Dinas Kesehatan memaparkan kondisi kelompok BKB sejumlah 190
kelompok, di mana 147 aktif dan 143 belum berstatus. Sementara itu, Yayasan
PAPHA menekankan pentingnya penguatan 35 layanan PAUD HI terutama dalam
integrasi dengan Posyandu dan lintas sektor terkait.
DPMD menyampaikan bahwa hampir seluruh
desa telah menganggarkan program dan subkegiatan yang mendukung layanan PAUD
HI, sedangkan BPBD menyoroti pentingnya monitoring sekolah/PAUD dalam
hal Siaga Bencana dan akan melaksanakan monev untuk menentukan kategori sekolah
rawan bencana.
Selain
harmonisasi data, rapat juga memetakan secara rinci program, kegiatan, dan
anggaran dari setiap OPD yang berkontribusi pada layanan PAUD HI. Adapun peran
OPD meliputi:
- Dinas PKO dalam pengelolaan layanan
PAUD,
- Dinas Kesehatan dalam pelayanan balita,
imunisasi, pemantauan tumbuh kembang, dan perlindungan anak,
- BP2KBP3A dalam penguatan pengasuhan dan
perlindungan khusus anak,
- Dinas Sosial dalam pendataan kemiskinan,
jaminan sosial, dan penanganan anak terlantar,
- Disdukcapil dalam pemenuhan identitas
dasar anak,
- BPBD dalam edukasi mitigasi bencana
dan pelatihan,
- DPMD dalam dukungan penganggaran
desa untuk PAUD HI,
- serta peran Yayasan PAPHA
dan Yayasan FREN dalam mendukung parenting, layanan dasar anak, dan
penguatan lembaga PAUD.
Keseluruhan
kegiatan ini menghasilkan komitmen bersama untuk memperbaiki kualitas data,
memperkuat kolaborasi lintas sektor, dan memastikan bahwa setiap OPD
menjalankan perannya secara optimal dalam mendukung layanan PAUD HI di
Kabupaten Sikka.
- 14 November 2025
- bidangppm
- Bapelitbang
