• (0382) 2400415
  • bappeda.sikka@yahoo.co.id

Perkuat kerangka PAUD HI , Sinergi Pemerintah Kabupaten Sikka dan Yayasan PAPHA lakukan revisi Dokumen RAD

Pemerintah Kabupaten Sikka melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) bekerja sama dengan Yayasan PAPHA menggelar rapat penting selama dua hari untuk memperkuat layanan Pendidikan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUD HI). Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 11 November 2025 dan Rabu, 12 November 2025.

Rapat yang dipimpin oleh Kepala Bapperida Kabupaten dan menghadirkan OPD lintas sektor serta mitra pembangunan untuk memperkuat implementasi layanan PAUD Holistik Integratif (PAUD HI). Kepala BAPPERIDA, Ibu Margaretha Movaldes D.M Bapa dalam arahannya menegaskan bahwa penguatan layanan PAUD HI tidak dapat berjalan tanpa sinergi lintas sektor. “PAUD HI membutuhkan kolaborasi berkelanjutan antar-instansi, terutama dalam harmonisasi data dan penyusunan program yang terpadu agar layanan untuk anak usia dini berjalan lebih terarah dan berdampak,".

Pembahasan difokuskan pada penyelarasan data, evaluasi pelaksanaan program, serta identifikasi kegiatan dan anggaran yang akan mendukung penyempurnaan RAD PAUD HI 2024–2028.

Dalam diskusi, Bapperida menyampaikan bahwa kegiatan parenting belum berjalan rutin karena keterbatasan SDM yang masih terserap pada pekerjaan administrasi. Yayasan FREN melaporkan bahwa intervensi parenting dan pengasuhan responsif sejak 2017 baru menjangkau 21 lembaga PAUD, dengan tantangan utama berupa rendahnya partisipasi orang tua dan minimnya pemahaman guru terhadap kegiatan parenting.

Dari Dinas PKO, disampaikan bahwa dokumen SPJ telah tersedia meski pelaksanaan di lapangan masih perlu pemantauan lebih lanjut. Dinas Kesehatan memaparkan kondisi kelompok BKB sejumlah 190 kelompok, di mana 147 aktif dan 143 belum berstatus. Sementara itu, Yayasan PAPHA menekankan pentingnya penguatan 35 layanan PAUD HI terutama dalam integrasi dengan Posyandu dan lintas sektor terkait.

DPMD menyampaikan bahwa hampir seluruh desa telah menganggarkan program dan subkegiatan yang mendukung layanan PAUD HI, sedangkan BPBD menyoroti pentingnya monitoring sekolah/PAUD dalam hal Siaga Bencana dan akan melaksanakan monev untuk menentukan kategori sekolah rawan bencana.

Selain harmonisasi data, rapat juga memetakan secara rinci program, kegiatan, dan anggaran dari setiap OPD yang berkontribusi pada layanan PAUD HI. Adapun peran OPD meliputi:

  • Dinas PKO dalam pengelolaan layanan PAUD,
  • Dinas Kesehatan dalam pelayanan balita, imunisasi, pemantauan tumbuh kembang, dan perlindungan anak,
  • BP2KBP3A dalam penguatan pengasuhan dan perlindungan khusus anak,
  • Dinas Sosial dalam pendataan kemiskinan, jaminan sosial, dan penanganan anak terlantar,
  • Disdukcapil dalam pemenuhan identitas dasar anak,
  • BPBD dalam edukasi mitigasi bencana dan pelatihan,
  • DPMD dalam dukungan penganggaran desa untuk PAUD HI,
  • serta peran Yayasan PAPHA dan Yayasan FREN dalam mendukung parenting, layanan dasar anak, dan penguatan lembaga PAUD.

Keseluruhan kegiatan ini menghasilkan komitmen bersama untuk memperbaiki kualitas data, memperkuat kolaborasi lintas sektor, dan memastikan bahwa setiap OPD menjalankan perannya secara optimal dalam mendukung layanan PAUD HI di Kabupaten Sikka.

  • 14 November 2025
  • bidangppm
  • Bapelitbang