Perkuat Perencanaan Penanggulangan AIDS, TBC, dan Malaria, Bapperida Sikka Gelar Lokakarya Penyusunan Dokumen Penanggulangan ATM bersama Adinkes

Maumere (27/11) - Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Sikka (Bapperida) bersama Asosiasi Dinas Kesehatan Seluruh Indonesia (Adinkes) melaksanakan Lokakarya Penyusunan Dokumen Perencanaan Penanggulangan AIDS, Tuberkulosis (TBC), dan Malaria yang berlangsung selama dua hari di Kabupaten Sikka. Kegiatan ini melibatkan sejumlah perangkat daerah terkait yang memiliki peran strategis dalam upaya percepatan pengendalian penyakit menular di daerah. Kegiatan lokakarya ini bertujuan untuk memperkuat integrasi penanggulangan AIDS, TBC, dan malaria ke dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah, sehingga arah kebijakan dan program penanganan dapat lebih terstruktur, terukur, dan berbasis data. Upaya ini juga menjadi bagian dari peningkatan kualitas perencanaan daerah menuju pembangunan kesehatan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Kepala Bapperida dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan rapat kesekian kalinya Adinkes hadir di Sikka khususnya kali ini pembahasan terkait perencanaan. Dalam pembukaannya, Kepala Bapperida menegaskan pentingnya koordinasi lintas sektor dalam upaya penanggulangan AIDS, Tuberkulosis dan Malaria. Beliau juga menekankan bahwa perlu mendorong adanya inovasi khususnya tingkat puskesmas dengan mempertimbangkan ketersediaan data karena HIV/AIDS kemarin masuk 10 besar dalam kategori Inovasi di tingkat Provinsi. Pemerintah pusat pun juga memfokuskan terhadap penanganan AIDS, Tuberkulosis dan Malaria (ATM) yang ditetapkan dengan regulasi-regulasi yang ada.
Sementara itu , perwakilan RSSH Adinkes , Dr.dr. Hyronimus Fernandez menyampaikan apresiasi atas komitmen Kabupaten Sikka dalam memperkuat perencanaan berbasis evidens. “Melalui lokakarya ini, kita berupaya memastikan setiap strategi dan program penanggulangan penyakit menular masuk dalam dokumen perencanaan dengan indikator yang jelas dan dapat diukur,” ungkapnya. Adinkes memotret perencanaan untuk penanggulangan ATM dari perencanaan yaitu dokumen RPJMD, Renstra, RKPD hingga Renja untuk memastikan bahwa ATM terekam di setiap tahunnya. Terdapat tambahan 2 indikator dalam SIPD ketika advokasi ke Kemendagri untuk penanganan ATM sehingga tidak digabung dalam satu program yaitu program pencegahan dan pengendalian penyakit, juga advokasi ke Kemenkes untuk memunculkan 1 menu penganggaran dalam dana desa. Ia melanjutkan Sikka mendapat apresiasi karena menjadi kabupaten pertama yang lakukan penganggaran dari dana desa untuk penanganan ATM yang dmelalui Surat Edaran Bupati; Rencana Aksi Daerah penanganan ATM dan Peraturan Bupati Nomor 12 Tahun 2024 tentang penanganan ATM.
Lokakarya diikuti oleh berbagai perangkat daerah seperti Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Pertanahan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, RSUD Tc Hillers Maumere serta lintas sektor yang memiliki keterkaitan dengan upaya pencegahan, penanganan, dan mitigasi dampak penyakit ATM.
Selama dua hari pelaksanaan, peserta terlibat dalam penelahaan dokumen-dokumen perencanaan yaitu RPJMD Tahun 2025-2029, Renstra Dinas Kesehatan 2025-2029, serta data-data lintas sektor dari dinas terkait yang disinkronkan dengan data penderita ATM.
hasil lokakarya ini dapat memperkuat koordinasi, sinkronisasi, dan integrasi program lintas sektor, sekaligus mempercepat pencapaian target pengendalian AIDS, TBC, dan malaria di daerah.
- 03 Desember 2025
- bidangppm
- Bapelitbang
