• (0382) 2400415
  • bappeda.sikka@yahoo.co.id

Puskesmas Nanga Gagas Inovasi "JOIN DARI BUDI": Langkah Humanis Cegah Depresi dan Bunuh Diri

Sebuah terobosan dari Puskesmas Nanga di Kabupaten Sikka tengah menjadi perhatian karena keberhasilannya dalam upaya pencegahan bunuh diri dan penanganan depresi berbasis komunitas. Inovasi tersebut bernama JOIN DARI BUDI—singkatan dari "Jaga Orang Ini dari Bunuh Diri dan Depresi dengan Satu Orang Teman Curhat."

Program ini lahir dari keprihatinan tenaga kesehatan terhadap tingginya angka stres, kecemasan, dan gejala depresi yang dialami warga, terutama di kalangan remaja dan dewasa muda. Dengan pendekatan yang sederhana namun kuat—yakni menyediakan satu orang teman curhat yang akan mendampingi pasien secara rutin telah menunjukkan dampak nyata dalam mengurangi risiko bunuh diri dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesehatan mental. “Satu teman yang hadir dan mau mendengar bisa menjadi penolong kehidupan seseorang. Inilah semangat dari JOIN DARI BUDI”.

Berangkat dari keberhasilan inovasi tersebut, dilakukan kegiatan Sosialisasi dan Replikasi Inovasi pada hari Jumat, 11 Juli 2025 yang dihadiri Camat Lela, Kapolsek Lela, pejabat fungsional Dinas Kesehatan, pejabat fungsional Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah, Perwakilan Stikes St. Elisabeth Lela dan Mahasiswa Stikes St. Elisabeth Lela. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menyebarluaskan praktik baik (best practice) yang terbukti efektif, sehingga dapat memberikan manfaat yang lebih luas.

Camat Lela, Konstantius Saru menyampaikan terimakasih dan apresiasi kepada Kepala UPT. Puskesmas Nanga dan jajarannya yang telah menginisiasi kegiatan hari ini. Lebih lanjut disampaikan bahwa keberhasilan inovasi ini tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan berbagai lintas sektor. Untuk itu diharapkan dukungan lintas sektor dan kita semua yang hadir agar inovasi ini berhasil.

Kepala UPT. Puskesmas Nanga, Ibu Evenia Venitansa Sales, A.Md.Keb menyampaikan Inovasi ini diluncurkan pada tahun 2020 sebagai respons atas tingginya kasus bunuh diri dan gangguan jiwa (ODGJ) di wilayah kerja puskesmas. Program ini dirancang untuk memberikan penanganan holistik melalui pendampingan psikososial, rujukan ke rumah aman, terapi pengobatan, serta pemantauan berkelanjutan bagi individu depresi, ODGJ, dan warga dengan kecenderungan bunuh diri.

Ibu Wilfrida Ina Kaka selaku inovator Puskesmas Nanga menjelaskan bahwa dalam kurun waktu 2020 hingga 2024, program ini telah membuktikan efektivitasnya dengan menangani 20 kasus aktif dan berhasil menekan angka kejadian menjadi hanya 7 kasus pada tahun 2024. Mekanisme penanganannya meliputi pendekatan khusus sesuai karakteristik kasus: untuk ODGJ, tim melakukan intervensi berbasis keluarga disertai layanan rumah aman dan pengobatan rutin, sementara untuk kasus rencana bunuh diri, respons cepat diutamakan melalui pemberian obat darurat dan penyediaan pendamping (teman curhat) yang sesuai dengan kebutuhan korban segera setelah laporan diterima.

Keberhasilan inovasi inilah yang mendorong Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka dalam waktu dekat akan mengundang Kepala UPT. Puskesmas Nanga untuk melakukan sosialisasi kepada puskesmas lain. Hal ini sebagai bentuk dukungan terhadap inovasi ini.

”JOIN DARI BUDI telah membuktikan bahwa pendekatan sederhana asal dijalankan dengan empati dan konsistensi dapat menyelamatkan jiwa dan memperkuat ketahanan mental masyarakat” (BidangRisetdanInovasi/SIKKA RinTA).

  • 11 Juli 2025
  • Solata
  • Bapelitbang