Puskesmas Nanga Gagas Inovasi "JOIN DARI BUDI": Langkah Humanis Cegah Depresi dan Bunuh Diri

Sebuah terobosan dari
Puskesmas Nanga di Kabupaten Sikka tengah menjadi perhatian karena
keberhasilannya dalam upaya pencegahan bunuh diri dan penanganan depresi
berbasis komunitas. Inovasi tersebut bernama JOIN DARI BUDI—singkatan
dari "Jaga Orang Ini dari Bunuh Diri dan Depresi dengan Satu Orang
Teman Curhat."
Program ini lahir dari
keprihatinan tenaga kesehatan terhadap tingginya angka stres, kecemasan, dan
gejala depresi yang dialami warga, terutama di kalangan remaja dan dewasa muda.
Dengan pendekatan yang sederhana namun kuat—yakni menyediakan satu orang
teman curhat yang akan mendampingi pasien secara rutin telah menunjukkan
dampak nyata dalam mengurangi risiko bunuh diri dan meningkatkan kesadaran
masyarakat tentang pentingnya kesehatan mental. “Satu teman yang hadir dan mau
mendengar bisa menjadi penolong kehidupan seseorang. Inilah semangat dari JOIN
DARI BUDI”.
Berangkat dari keberhasilan inovasi tersebut, dilakukan kegiatan Sosialisasi dan Replikasi Inovasi pada hari Jumat, 11 Juli 2025 yang dihadiri Camat Lela, Kapolsek Lela, pejabat fungsional Dinas Kesehatan, pejabat fungsional Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah, Perwakilan Stikes St. Elisabeth Lela dan Mahasiswa Stikes St. Elisabeth Lela. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menyebarluaskan praktik baik (best practice) yang terbukti efektif, sehingga dapat memberikan manfaat yang lebih luas.
Camat Lela, Konstantius
Saru menyampaikan terimakasih dan apresiasi kepada Kepala UPT. Puskesmas Nanga
dan jajarannya yang telah menginisiasi kegiatan hari ini. Lebih lanjut
disampaikan bahwa keberhasilan inovasi ini tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan
berbagai lintas sektor. Untuk itu diharapkan dukungan lintas sektor dan kita
semua yang hadir agar inovasi ini berhasil.
Kepala UPT. Puskesmas
Nanga, Ibu Evenia Venitansa Sales, A.Md.Keb menyampaikan Inovasi ini
diluncurkan pada tahun 2020 sebagai respons atas tingginya kasus bunuh diri dan
gangguan jiwa (ODGJ) di wilayah kerja puskesmas. Program ini dirancang untuk memberikan
penanganan holistik melalui pendampingan psikososial, rujukan ke rumah aman,
terapi pengobatan, serta pemantauan berkelanjutan bagi individu depresi, ODGJ,
dan warga dengan kecenderungan bunuh diri.
Ibu Wilfrida Ina Kaka
selaku inovator Puskesmas Nanga menjelaskan bahwa dalam kurun waktu 2020 hingga
2024, program ini telah membuktikan efektivitasnya dengan menangani 20 kasus
aktif dan berhasil menekan angka kejadian menjadi hanya 7 kasus pada tahun
2024. Mekanisme penanganannya meliputi pendekatan khusus sesuai karakteristik
kasus: untuk ODGJ, tim melakukan intervensi berbasis keluarga disertai layanan
rumah aman dan pengobatan rutin, sementara untuk kasus rencana bunuh diri,
respons cepat diutamakan melalui pemberian obat darurat dan penyediaan
pendamping (teman curhat) yang sesuai dengan kebutuhan korban segera setelah
laporan diterima.
Keberhasilan inovasi inilah
yang mendorong Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka dalam waktu dekat akan
mengundang Kepala UPT. Puskesmas Nanga untuk melakukan sosialisasi kepada
puskesmas lain. Hal ini sebagai bentuk dukungan terhadap inovasi ini.
”JOIN DARI BUDI telah membuktikan bahwa pendekatan sederhana asal dijalankan dengan empati dan konsistensi dapat menyelamatkan jiwa dan memperkuat ketahanan mental masyarakat” (BidangRisetdanInovasi/SIKKA RinTA).
- 11 Juli 2025
- Solata
- Bapelitbang
