Rembuk Stunting, Jalan Cerdas membangun Generasi Hebat

Kamis, 6
Maret 2025 diselenggarakan Musyawarah Rencana Pembangunan Rencana Kerja
Pemerintah Daerah (Musrenbang RKPD) Tahun 2026 dirangkaikan dengan Rembuk
Stunting dan Launching Pemeriksaan Kesehatan Gratis. Pada kegiatan berahmat
terkait perencanaan Pembangunan di Kabupaten Sikka tahun 2026 yang diselenggarakan di Sikka Convention Center dihadiri
oleh Bupati dan Wakil Bupati Sikka, Ketua DPRD beserta anggota DPRD Sikka,
Sekretaris Daerah, Staf Ahli Bupati dan Asisten beserta Pimpinan Perangkat
Daerah, Camat dan Lurah, Ketua TP PKK Kabupaten Sikka, Dharma Wanita, Tokoh
Perempuan, Perwakilan Anak dan Disabilitas, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Pimpinan
Lembaga Perguruan Tinggi dan UMKM.
Dalam sambutannya, Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago menyampaikan agar semua pihak mengambil peran sesuai tugas pokok dan fungsinya dalam upaya percepatan penurunan stunting. Data Prevalensi Stunting di Kabupaten Sikka 5 tahun terkakhir menunjukan perkembangan penurunan stunting yang cukup baik, walaupun pada penimbangan Agustus 2023 sempat mengalami kenaikan menjadi 15,3% dari 13,8% di Agustus 2022. Terakhir pada penimbangan Februari 2025 mencapai 11,6%.
Rembuk
Stunting menunjukan komitmen Pemerintah Kabupaten Sikka dalam menurunkan
stunting melalui intervensi Spesifik dan Sensitif. Indikator esensial dan
supply yang mendukung percepatan penurunan stunting di Kabupaten Sikka dilaksanakan
melalui program prioritas sebanyak 30 Program, 39 Kegiatan dan 66 Sub Kegiatan yang
tersebar pada 14 perangkat daerah konvergensi antara lain Bapperida, Dinas
Kesehatan, DP2KBP3A, Dinas PUPR, Dinas PerindagKop dan UKM, DPMD, Dinas
Kominfo, Dinas PKO, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Sosial, Dinas Pertanian, DPMPTSP, Dinas Perikanan,
dan Bagian Hukum pada Setda Kabupaten Sikka.
Komitmen
Pemerintah dalam Rembuk Stunting menyepakati hal-hal antara lain :
1.
Menurunkan
prevalensi stunting sampai satu (1) digit melalui elektronik Pencatatan dan Pelaporan
Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM) atau sebesar 28,5% pada Survei Kesehatan
Indonesia (SKI);
2.
Memperkuat
Tim Pendamping Keluarga beresiko stunting;
3.
Memperkuat
peran lintas sektor;
4.
Memperkuat
posyandu remaja dan pemberian makanan tambahan (PMT) bagi ibu hamil;
5.
Memperkuat
dukungan pembiayaan melalui dana desa.
Pada kesempatan ini juga diberikan penghargaan bagi 3 Kecamatan yang telah melaksanakan koordinasi percepatan penurunan stunting secara baik sehingga dapat menekan prevalensi stunting antara lain Kecamatan Nelle 1 orang (0,2%), Kecamatan Koting 5 orang (1,3%) dan Kecamatan Lela 21 orang (3,5%). Acara
Rembuk Stunting di tutup dengan penandatanganan Berita Acara Komitmen dari
Pemerintah Kabupaten Sikka dan DPRD untuk Percepatan Penurunan Stunting di
Kabupaten Sikka.
Salam
- 12 Maret 2025
- bidangppm
- Bapelitbang
