• (0382) 2400415
  • bappeda.sikka@yahoo.co.id

Rembuk Stunting, Jalan Cerdas membangun Generasi Hebat

Kamis, 6 Maret 2025 diselenggarakan Musyawarah Rencana Pembangunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (Musrenbang RKPD) Tahun 2026 dirangkaikan dengan Rembuk Stunting dan Launching Pemeriksaan Kesehatan Gratis. Pada kegiatan berahmat terkait perencanaan Pembangunan di Kabupaten Sikka tahun 2026 yang diselenggarakan di Sikka Convention Center dihadiri oleh Bupati dan Wakil Bupati Sikka, Ketua DPRD beserta anggota DPRD Sikka, Sekretaris Daerah, Staf Ahli Bupati dan Asisten beserta Pimpinan Perangkat Daerah, Camat dan Lurah, Ketua TP PKK Kabupaten Sikka, Dharma Wanita, Tokoh Perempuan, Perwakilan Anak dan Disabilitas, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Pimpinan Lembaga Perguruan Tinggi dan UMKM.

Dalam sambutannya, Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago menyampaikan agar semua pihak mengambil peran sesuai tugas pokok dan fungsinya dalam upaya percepatan penurunan stunting. Data Prevalensi Stunting di Kabupaten Sikka 5 tahun terkakhir menunjukan perkembangan penurunan stunting yang cukup baik, walaupun pada penimbangan Agustus 2023 sempat mengalami kenaikan menjadi 15,3% dari 13,8% di Agustus 2022. Terakhir pada penimbangan Februari 2025 mencapai 11,6%. 

Rembuk Stunting menunjukan komitmen Pemerintah Kabupaten Sikka dalam menurunkan stunting melalui intervensi Spesifik dan Sensitif. Indikator esensial dan supply yang mendukung percepatan penurunan stunting di Kabupaten Sikka dilaksanakan melalui program prioritas sebanyak 30 Program, 39 Kegiatan dan 66 Sub Kegiatan yang tersebar pada 14 perangkat daerah konvergensi antara lain Bapperida, Dinas Kesehatan, DP2KBP3A, Dinas PUPR, Dinas PerindagKop dan UKM, DPMD, Dinas Kominfo, Dinas PKO, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Sosial, Dinas Pertanian, DPMPTSP, Dinas Perikanan, dan Bagian Hukum pada Setda Kabupaten Sikka.

Komitmen Pemerintah dalam Rembuk Stunting menyepakati hal-hal antara lain :

1.    Menurunkan prevalensi stunting sampai satu (1) digit melalui elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM) atau sebesar 28,5% pada Survei Kesehatan Indonesia (SKI);

2.    Memperkuat Tim Pendamping Keluarga beresiko stunting;

3.    Memperkuat peran lintas sektor;

4.    Memperkuat posyandu remaja dan pemberian makanan tambahan (PMT) bagi ibu hamil;

5.    Memperkuat dukungan pembiayaan melalui dana desa.

Pada kesempatan ini juga diberikan penghargaan bagi 3 Kecamatan yang telah melaksanakan koordinasi percepatan penurunan stunting secara baik sehingga dapat menekan prevalensi stunting antara lain Kecamatan Nelle 1 orang (0,2%), Kecamatan Koting 5 orang (1,3%) dan Kecamatan Lela 21 orang (3,5%). Acara Rembuk Stunting di tutup dengan penandatanganan Berita Acara Komitmen dari Pemerintah Kabupaten Sikka dan DPRD untuk Percepatan Penurunan Stunting di Kabupaten Sikka.

 

Salam

  • 12 Maret 2025
  • bidangppm
  • Bapelitbang