Sosialisasi PAMSIMAS 2022 dalam Pemenuhan Air Bersih di Lima Desa Sasaran

Sosialisasi Kegiatan PAMSIMAS pada hari Rabu pagi (22/06/2022) berlangsung di Aula Bapelitbang Sikka. Kegiatan dibuka langsung oleh Kepala Bapelitbang Ibu Margaretha Maria Da Maga Bapa, ST, M. Eng.
Kita patut bersyukur karena kegiatan PAMSIMAS kembali hadir di Kabupaten Sikka untuk melanjutkan pemenuhan dasar kebutuhan air bersih dengan pagu anggaran sebesar dua miliar pada lokasi sasaran lima desa yakni Desa Pemana, Desa Paga, Desa Reroroja, Desa Kolisia dan Desa Nangatobong.
Tampak dalam kegiatan dihadiri oleh Dinas PUPR, Dinas Kesehatan, Dinas PMD, Camat Alok, Camat Paga, Camat Magepanda, Camat Waigete, Kepala Desa Pemana, Kepala Desa Paga, Kepala Desa Nangatobong, BPD Desa Kolisia dan Kepala Desa Reroroja dan perwakilan dari masing-masing Sanitarian Puskesmas Kecamatan.
Dalam pemaparan materi Sosialisasi oleh PC PAMSIMAS Provinsi NTT, Robert Anin memaparkan bahwa untuk PAMSIMAS tahun 2008 sampai dengan tahun 2021 sebutannya Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat. Namun di tahun 2022 sebutannya sudah berganti menjadi Kegiatan Penyediaan Air Minum Berbasis Masyarakat dengan sumber dana rupiah murni.
Kepala Bapelitbang memberikan arahan bahwa kegiatan PAMSIMAS Tahun 2022 ini harus mendukung penurunan angka stunting. "Ini merupakan kolaborasi yang bagus sekali, jadi ketika ada program yang masuk dari pusat harusnya ada anggaran khusus untuk pencapaian target-target kita, meskipun stunting sudah merupakan target nasional", kata Ibu Femmy Bapa dalam arahannya.
Bapak Nong Buyung Dekresano, ST selaku Kabid Cipta Karya pada Dinas PUPR juga menambahkan, "Dana sharing APBD Kabupaten untuk kegiatan Tahun 2022 tidak ada, namun penganggaran untuk sektor air bersih melalui dana pinjaman daerah atau PEN (Pemulihan Ekonomi Nasional) cukup banyak".
"Air minum harus menjadi prioritas oleh para kepala desa karena perencanaan di desa untuk air minum itu open menu, bisa di program pembangunan atau bisa juga di program pemberdayaan, desa juga harus melakukan pemeliharaan dan perlindungan daerah mata air untuk menjaga kecukupan debit air dari sumber mata air tersebut", ujar Bapak Mustari Ipir dari Dinas PMD menegaskan dalam sesi tanya jawab.
Rencana tindak lanjut dari sosialisasi ini, akan dilanjutkan lagi di desa-desa sasaran untuk sosialisasi teknis. Sehingga, identifikasi sesuai kondisi eksisting dapat menjawab persoalan. (Adhie)
- 25 Juni 2022
- bidangiw
- Bapelitbang
