• (0382) 2400415
  • bappeda.sikka@yahoo.co.id

Tingkatkan Sinergi Percepatan Penanggulangan ATM, Pemkab Sikka & Adinkes Gelar evaluasi

Pada Rabu(23/4) bertempat di Kantor Bapperida Kabupaten Sikka diselenggarakan kegiatan evaluasi penanggulangan penyakit AIDS, Tuberkulosis dan Malaria atau biasa disebut ATM. Hadir dalam kegiatan ini Koordinator Program RSSH Asosiasi Dinas Kesehatan (Adinkes) Provinsi NTT, Dr.dr.Hironimus A.Fernandez, M.Kes sebagai leading coordinator kegiatan ATM di Kabupaten SIkka, para Kepala Bidang dan fungsional dari Perangkat Daerah terkait seperti Dinas Kesehatan, Dinas Pemerberdayaan Masyarakat Desa, Dinas Komunikasi dan Informatika, serta lintas sector terkait seperti BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan, para kepala prodi kesehatan kampus UNipa dan Muhhamadiyah, organisasi KPAD serta pihak lintas agama.

Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan inovasi Daerah Kab.Sikka, ibu Margaretha Movaldes Da Maga Bapa, ST,M.Eng dan dalam arahannya beliau menyampaikan bahwa kegiatan ini sudah tahun yang ketiga yang diselenggarakan di Kabupaten SIkka, Diharapkan dapat rutin dijalankan dan melibatkan lebih banyak sector yang terlibat untuk bersama-sama mengeleminasi penyakit ATM ini.

Pada kesempatan ini juga Adinkes selaku coordinator dalam materinya menyajikan hasil evaluasi terhadap intervensi anggaran Provinsi NTT dan khususnya Kabupaten Sikka selama tahun 2024 terhadap penanganan ATM baik dari Perangkat Daerah terkait maupun kontribusi mitra yang terjalin bersama Pemerintah Daerah. Hal ini mendapat tanggapan dari beberapa Perangkat Daerah dan organisasi lintas sector yang mengungkapkan komitmennya untuk bersama-sama menanggulangi ATM. Salah satunya DInas Pemberdayaan MAsyarakat dan Desa melalui Pak Alfons Aleti selaku kepala seksi Pemberdayaan MAsyarakat Desa mengungkapkan bahwa penanganan ATM di desa telah diatur dalam porsi anggaran dalam APBDes Tahun 2025 untuk bidang Kesehatan sebesar Rp.1.041.668.000 untuk 181 Desa di Kabupaten Sikka. Pihak akademisi yaitu Unipa dan Muhamadiyah mengungkapkan bahwa perlu adanya promosi dan edukasi terus-menerus dari Pemerintah dalam hal ini DInas Kesehatan bisa bergandengan dengan pihak akademisi. Dari pihak BPJS Kesehatan pun mengungkapkan bahwa dalam program/kegiatannya terdapat screnning kesehatan gratis terkhusus untuk penyakit TBC bagi para pemegang kartu JKN sehingga para penderita dapat memeriksakan kesehatannya sebelum penyakit tersebut berkembang lebih jauh.

Perlu diketahui bahwa Kabupaten Sikka telah mengeluarkan Peraturan Bupati terkait penanggulangan AIDS, Tuberkulosis dan Malaria pada Tahun 2024 sebagai pedoman pemerintah daerah dalam menangani tingginya kasus ATM.

Kegiatan ini pun diakhiri dengan penandatanganan kesepakatan bersama terhadap rencana tindak lanjut dari masing-masing Perangkat Daerah dan lintas sector untuk menunjukan keseriusan pemerintah daerah Kabupaten Sikka dalam mengeleminasi penyakit Aids, Tuberkulosis dan Malaria. (M.H)

  • 24 April 2025
  • bidangppm
  • Bapelitbang