• (0382) 2400415
  • bappeda.sikka@yahoo.co.id

Youth Voice Now Bersama Bapelitbang Gelar Sumpah Pemuda Nian Tana

Senin, 31 Oktober 2022, Acara Youth conference dilaksanakan di Aula Bapelitbang Kab. Sikka. Acara ini merupakan acara puncak dari rangkaian kegiatan Sumpah Pemuda Nian Tana, dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-94. Dengan mengusung tema “Muda Bangkit Bangun Sikka” isu strategis yang diangkat adalah Krisis Iklim dan Kekerasan terhadap anak. Bentuk kegiatan yang dilaksanakan terdiri dari;

1.   Young On The Road merupakan kegiatan bersama semua komunitas orang muda di Kabupaten Sikka untuk menyuarakan aspirasi dan kampanye sehat melalui jalan santai, orasi ilmiah, dan clean up;

2.   Youth Conference merupakan kegiatan konferensi bersama orang muda, masyarakat dan pemerintah Kabupaten Sikka dalam hal menyampaikan aspirasi yang telah didiskusikan dalam rapat-rapat Orang Muda sebelumnya;

Sedangkan tujuan dari Kegiatan Sumpah Pemuda Nian Tana, yaitu :  

1.   Mendapatkan dukungan dari masyarakat dan pemerintah melalui deklarasi bersama dan penyampaian aspirasi dalam Youth Conference;

2.   Menyampaikan kepada masyarakat tentang isu Krisis Iklim, Kekerasan terhadap anak dan isu-isu yang menjadi perhatian orang muda di Kabupaten Sikka melalui Young On The Road;

3.   Membentuk Satu Forum Komunikasi Orang Muda sebagai wadah komunikasi dan kolaborasi antar komunitas/organisasi orang muda di Kabupaten Sikka.

Acara dibuka secara resmi oleh Asisten Administrasi Umum pada Sekretariat Daerah Kabupaten Sikka Bapak Robertus Ray, S.Sos, dan dihadiri oleh Sekretaris Badan Perencanaan dan Penelitian dan Pengembangan Kabupaten Sikka Bapak Drs. Ambrosius Peter, MA dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Bapak Drs. Silvester Saka beserta perwakilan orang muda dari berbagai komunitas.

Beberapa aspirasi penting yang disampaikan oleh Muhammad Naufal adalah :

1.   Rendahnya kualitas lingkungan hidup yaitu ekosistem darat dan laut yang menyebabkan krisis iklim dan munculnya cuaca ekstrim di Kabupaten Sikka dapat membuat tanaman pertanian dan perkebunan tidak dapat tumbuh dengan baik atau bahkan bisa menyebabkan gagal panen.

2.   Buruknya Sistem Manajemen Persampahan, sampah-sampah yang dibuang 60% berakhir dilaut terutama sampah plastik sekali pakai, dikarenakan pengelolaan sampah daratan yang belum maksimal.

3.   Di Sikka sendiri terdapat 97,106 anak-anak dengan kelompok umur          0-17. Atau bisa disampaikan bahwa 30% penduduk Kabupaten Sikka adalah anak-anak. Dengan kualitas iklim yang rendah memicu terjadinya cuaca ekstrim mengakibatkan petani, nelayan dan profesi-profesi lainnya harus mengalami pengurangan pendapatan mengalami gagal panen atau tangkapan ikan berkurang, mungkin efek buruk yang bisa dilihat adalah kurangnya asupan gizi dan nutrisi akibat krisis pangan yang akan meningkatkan angka prevalensi stunting di Kabupaten Sikka.

4.   Anak dan orang muda di Kabupaten Sikka masih berhadapan dengan kasus-kasus kekerasan seperti bullying, kekerasan seksual, kekerasan berbasis gender online, kerentanan terhadap bencana dan kekerasan-kekerasan lain yang dilakukan oleh orang dewasa di sekitar.

 

Adapun Output kegiatan ini adalah :

1.   Penandatanganan deklarasi komitmen terhadap penanganan krisis iklim dan kekerasan;

2.   Pelibatan forum orang muda sikka dalam kegiatan Musrenbang dengan dasar penyusunan dan penetapan SK Bupati Sikka Tentang Forum Komunikasi Orang Muda Sikka.

 

Mengakhiri penyampaian aspirasinya, Muhammad Naufal, 17 Tahun, Siswa SMK 3 Maumere Jurusan design grafis berharap semoga aspirasi-aspirasi yang ada dapat menjadi acuan arah kebijakan Pemerintah Kabupaten Sikka untuk pembangunan kesejahteraan masyarakat Sikka saat ini dan dimasa depan. Salam Orang Muda !!! (Charlos Saka)

  • 05 November 2022
  • bidangppm
  • Bapelitbang