Youth Voice Now Bersama Bapelitbang Gelar Sumpah Pemuda Nian Tana

Senin, 31 Oktober 2022,
Acara Youth conference dilaksanakan di
Aula Bapelitbang Kab. Sikka. Acara ini merupakan acara puncak dari rangkaian kegiatan
Sumpah Pemuda Nian Tana, dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-94. Dengan
mengusung tema “Muda Bangkit Bangun Sikka” isu strategis yang diangkat adalah Krisis
Iklim dan Kekerasan terhadap anak. Bentuk kegiatan yang dilaksanakan terdiri
dari;
1.
Young
On The Road merupakan kegiatan bersama semua
komunitas orang muda di Kabupaten Sikka untuk menyuarakan aspirasi dan kampanye
sehat melalui jalan santai, orasi ilmiah, dan clean up;
2.
Youth
Conference merupakan kegiatan konferensi bersama orang muda,
masyarakat dan pemerintah Kabupaten Sikka dalam hal menyampaikan aspirasi yang
telah didiskusikan dalam rapat-rapat Orang Muda sebelumnya;
Sedangkan tujuan dari
Kegiatan Sumpah Pemuda Nian Tana, yaitu :
1.
Mendapatkan dukungan dari masyarakat dan
pemerintah melalui deklarasi bersama dan penyampaian aspirasi dalam Youth Conference;
2.
Menyampaikan kepada masyarakat tentang
isu Krisis Iklim, Kekerasan terhadap anak dan isu-isu yang menjadi perhatian
orang muda di Kabupaten Sikka melalui Young On The Road;
3.
Membentuk Satu Forum Komunikasi Orang
Muda sebagai wadah komunikasi dan kolaborasi antar komunitas/organisasi orang
muda di Kabupaten Sikka.
Acara dibuka secara
resmi oleh Asisten Administrasi Umum pada Sekretariat Daerah Kabupaten Sikka
Bapak Robertus Ray, S.Sos, dan dihadiri oleh Sekretaris Badan Perencanaan dan
Penelitian dan Pengembangan Kabupaten Sikka Bapak Drs. Ambrosius Peter, MA dan
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Bapak Drs. Silvester Saka beserta perwakilan
orang muda dari berbagai komunitas.
Beberapa aspirasi
penting yang disampaikan oleh Muhammad Naufal adalah :
1.
Rendahnya kualitas lingkungan hidup
yaitu ekosistem darat dan laut yang menyebabkan krisis iklim dan munculnya
cuaca ekstrim di Kabupaten Sikka dapat membuat tanaman pertanian dan perkebunan
tidak dapat tumbuh dengan baik atau bahkan bisa menyebabkan gagal panen.
2.
Buruknya Sistem Manajemen Persampahan, sampah-sampah
yang dibuang 60% berakhir dilaut terutama sampah plastik sekali pakai,
dikarenakan pengelolaan sampah daratan yang belum maksimal.
3.
Di Sikka sendiri terdapat 97,106 anak-anak
dengan kelompok umur 0-17. Atau
bisa disampaikan bahwa 30% penduduk Kabupaten Sikka adalah anak-anak. Dengan kualitas
iklim yang rendah memicu terjadinya cuaca ekstrim mengakibatkan petani, nelayan
dan profesi-profesi lainnya harus mengalami pengurangan pendapatan mengalami
gagal panen atau tangkapan ikan berkurang, mungkin efek buruk yang bisa dilihat
adalah kurangnya asupan gizi dan nutrisi akibat krisis pangan yang akan
meningkatkan angka prevalensi stunting di Kabupaten Sikka.
4.
Anak dan orang muda di Kabupaten Sikka masih
berhadapan dengan kasus-kasus kekerasan seperti bullying, kekerasan seksual,
kekerasan berbasis gender online, kerentanan terhadap bencana dan
kekerasan-kekerasan lain yang dilakukan oleh orang dewasa di sekitar.
Adapun
Output kegiatan ini adalah :
1.
Penandatanganan deklarasi komitmen
terhadap penanganan krisis iklim dan kekerasan;
2.
Pelibatan forum orang muda sikka dalam
kegiatan Musrenbang dengan dasar penyusunan dan penetapan SK Bupati Sikka
Tentang Forum Komunikasi Orang Muda Sikka.
Mengakhiri
penyampaian aspirasinya, Muhammad Naufal, 17 Tahun, Siswa SMK 3 Maumere Jurusan
design grafis berharap semoga
aspirasi-aspirasi yang ada dapat menjadi acuan arah kebijakan Pemerintah
Kabupaten Sikka untuk pembangunan kesejahteraan masyarakat Sikka saat ini dan
dimasa depan. Salam Orang Muda !!! (Charlos Saka)
- 05 November 2022
- bidangppm
- Bapelitbang
