Talibura Menuju Pemekaran: Harapan Baru bagi Pelayanan Pemerintahan

Proses pemekaran Kecamatan Talibura terus mendapatkan
perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Sikka. Baru-baru ini, Bagian
Pemerintahan Kabupaten Sikka menggelar pertemuan bersama masyarakat setempat
untuk menyampaikan hasil survei calon ibu kota kecamatan baru.
Dalam pembukaan kegiatan tersebut, Kepala Bagian
Pemerintahan Setda Kabupaten Sikka menjelaskan bahwa terdapat enam lokasi yang
diusulkan oleh masyarakat sebagai calon ibu kota kecamatan pemekaran. Usulan
tersebut tersebar di empat desa, yakni:
- Desa
Kringa
mengusulkan dua titik, yaitu Ogolidi dan Watulaba.
- Desa
Nebe
mengusulkan lokasi di Waturotok.
- Desa
Baokremot
mengusulkan pusat kecamatan di Baokremot.
- Desa
Waipaar
mengusulkan dua titik, yakni Buku Wai’in dan Klatang.
Selain penentuan ibu kota, masyarakat juga
menyampaikan beberapa usulan nama kecamatan baru, antara lain Kecamatan
Talibura Timur dan Kecamatan Tana Ai.
Asal usul permintaan pemekaran ini lahir dari kondisi
geografis Kecamatan Talibura yang memiliki luas wilayah administratif mencapai 287,30
km² dengan jumlah penduduk 22.854 jiwa yang tersebar di 20 desa.
Dengan cakupan wilayah yang cukup luas, pelayanan pemerintahan dinilai belum
maksimal sehingga perlu adanya pemekaran wilayah.
Tujuan utama pemekaran kecamatan adalah untuk mendekatkan
pelayanan pemerintahan kepada masyarakat, mempercepat pembangunan, serta
meningkatkan kapasitas kelembagaan di tingkat lokal. Harapannya, tata kelola
pemerintahan akan menjadi lebih efektif, sementara aspirasi dan kebutuhan
masyarakat dapat diakomodasi dengan lebih baik dan cepat.
Survei yang dilaksanakan difokuskan pada aspek fisik,
administratif, dan geografis yang menjadi indikator kelayakan, seperti status
dan luas lahan, kondisi lahan, letak geografis, jarak tempuh dari pusat
kecamatan induk, serta potensi pengembangan wilayah.
Dengan adanya langkah ini, masyarakat Talibura menaruh harapan besar agar pemekaran kecamatan segera terwujud, sehingga pelayanan publik semakin dekat dan pembangunan dapat dirasakan lebih merata.(IBL)
- 17 September 2025
- bidangiw
- Umum
